BERITA & CERITA

Posyandu Merpati, Semangat Baru Bagi Warga Walandano

20 Aug 2019

Ibu Jeani, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala (kanan) mengajari para kader tentang cara menimbang bayi dan balita dengan cara yang benar.

#SatuHatiUntukSulteng - Bencana tak selamanya hanya mendatangkan musibah. Justru di Desa Walandano, Kabupaten Donggala musibah berbuah berkah. Setelah gempa bumi meluluh lantakan sebagian rumah warga desa, kini Desa Walandano memiliki bangunan posyandu baru. Meski dari luar terlihat sederhana, Posyandu dengan nama ‘Posyandu Merpati’ ini telah dilengkapi dengan fasilitas kesehatan sehingga para balita di desa ini bisa mendapat pelayanan yang memadai.

Posyandu bercat merah putih ini merupakan hasil bantuan dari Kinsky’s Good Deed yang disalurkan melalui Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk respons bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Donggala.

Sarni, salah seorang kader Desa Walandano bersyukur dengan adanya posyandu di desanya.

“Saya sebagai kader dan bagian dari masyarakat Desa Walandao bersyukur dengan pembangunan Posyandu Merpati karena bisa memeriksakan kesehatan anak kami di sini, maklum desa kami sangat jauh dari kota,” ujar Sarni.

Dalam kesempatan yang berbeda, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala datang untuk melatih para kader tentang sistem posyandu ‘5 Meja’ yaitu meja pendaftaran, meja penimbangan, meja pengisian KMS, penyuluhan, dan pelayanan kesehatan. Jeani, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala berharap supaya Posyandu Merpati dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Desa Walandano.

“Mewakili pemerintah Kabupaten Donggala, kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas posyandu untuk meningkatkan status kesehatan anak di Desa Walandano,” kata Jeani.

Posyandu Merpati di Desa Walandano adalah satu dari 10 posyandu yang dibangun oleh WVI bersama dengan mitra dalam rangka respons gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah yang telah berlangsung selama hampir satu tahun. Dalam masa transisi menuju tahap pemulihan, posyandu sederhana ini diharapkan bisa menjadi salah satu sarana bagi masyarakat terutama anak-anak untuk mendapat akses kesehatan.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

09 Jan 2020

Panen Raya Jagung di Sigi

Panen Raya Jagung di Sigi

Berdasarkan data sekunder, produksi jagung setiap tahunnya hanya berkisar 4 ton/Ha saja. Oleh…

11 Nov 2019

Naik Kelas dari Petani

Naik Kelas dari Petani

Sarjan (40 tahun) merupakan salah satu petani jagung di Desa Bora, Kecamatan Biromaru,…

11 Oct 2019

Menerima Banyak Ilmu dengan Bermitra

Menerima Banyak Ilmu dengan Bermitra

Theresia Oktavini, biasa disapa Vini, adalah salah satu tenaga kesehatan di Pusksemas Pantoloan…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube