BERITA & CERITA

Respon Kabut Asap, WVI Bagikan Masker di Touna

10 Nov 2015

Kemarau panjang menyebabkan kebakaran hutan di Kabupaten Tojo Una-una (Touna) di Sulawesi Tengah. Lokasi kebakaran yang tidak bisa di tempuh dengan mobil pemadam kebakaran memperparah kebakaran hutan yang terjadi pada pertengahan bulan September 2015. Akibatnya kabut asap mulai menebal di beberapa tempat. Abu dari kebakaran hutan yang terbang ke pemukiman penduduk dan jarak pandang yang pendek tidak memungkinkan pesawat terbang dan kapal laut/katinting beroperasi. Tak hanya itu, beberapa lahan pertanian tanaman tahunan ikut terbakar.

Kebakaran hutan ini akhirnya berdampak pada masyarakat Touna mulai pertengahan bulan Oktober 2015 yang lalu. Sebagian warga mulai merasa sesak nafas karena kabut asap yang tidak kunjung berlalu. Salah satu warga yang merasakan dampaknya adalah Nurbaiti (35).

“Saya sangat memerlukan masker agar bisa bernafas karena kabut asap sudah menebal,” katanya.

Beberapa anak dan orang dewasa pun mulai terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) ringan dan mulai mendapat perawatan kesehatan di Puskesmas. Namun dalam kondisi ini, beberapa desa sudah mengaktifkan pos penjagaan supaya api tidak masuk ke pemukiman penduduk.

Wahana Visi Indonesia (WVI) Kantor Operasional Touna juga berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap di 3 kecamatan yang melibatkan 12 desa dan berdampak pada 16.938 jiwa yang terdiri dari 5.811 anak-anak dan 11.127 orang dewasa yang tinggal di 12 desa tersebut.

WVI telah membagikan masker di sekolah kepada 2.138 anak di daerah yang paling parah terdampak kabut asap pada akhir Oktober 2015 bekerjasama dengan Kader Sahabat Anak, Guru dan Kepala Sekolah TK, SD, dan MTS.

Dalam mengenakan masker, anak-anak mendapatkan pemahaman terlebih dahulu tentang upaya yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit saat terjadi kabut asap serta cara penggunaan masker yang baik dan benar.

Orangtua dan anak-anak merasa senang karena mendapat bantuan masker saat kabut asap melanda desa mereka. Erni, ibu dari Alisa (10) adalah salah satu yang merasa beruntung karena mendapat bantuan masker.

“Kami senang sekali karena mendapat masker karena kalau pagi hari, asap tebal sekali dan jika pergi ke sekolah, anak-anak harus lewat jalan berasap.”

Masyarakat merasakan manfaat dari pembagian masker dari WVI karena belum ada instansi manapun yang memberi bantuan masker.

“Terima kasih kepada WVI karena masih memperhatikan masyarakat Touna karena kami belum mendapat bantuan masker dari siapapun. Mudah-mudahan hujan cepat turun supaya api segera padam,” ucap Sekretaris Desa Marowo, Mulyadi (38).

Asbian (49) seorang guru juga bersyukur karena murid-muridnya bisa tetap bersekolah dengan memakai masker.

“Saat pagi hari angin dari atas gunung membawa asap turun ke bawah, kami bersyukur karena pagi hari anak-anak tetap bisa bersekolah menggunakan masker,” katanya.

Beruntung kabut asap tidak berlarut-larut karena pada awal November 2015, hujan sudah mulai turun di sejumlah wilayah di Kabupaten Touna. Dengan datangnya musim hujan, diharapkan asap sedikit demi sedikit berkurang supaya warga bisa beraktivitas seperti sediakala.

(Ditulis oleh Lisa Hernawati, Economic Development Coordinator di Wahana Visi Indonesia Kantor operasional Touna)

Artikel Terkait

01 Apr 2020

Wahana Visi Indonesia Lakukan Respons Darurat Pandemik Covid-19

Wahana Visi Indonesia Lakukan Respons Darurat Pandemik Covid-19

#BersamaLawanCovid19 - Menghadapi pandemik Covid-19, Wahana Visi Indonesia (WVI) melakukan respons…

27 Mar 2020

Victoria: Terima Kasih Tidak Lupa Pada Kami

 Victoria: Terima Kasih Tidak Lupa Pada Kami

#ResponsDBDSikka – Yuanita (7) tampak tidak seceria biasanya. Badannya belum benar-benar…

24 Mar 2020

Terus Bergerak Bersama Forum Anak Desa

Terus Bergerak Bersama Forum Anak Desa

Cece mulai mengikuti mengenal forum anak desa dan aktif di organisasi anak tersebut…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube