DARI LAPANGAN

#ResponsAsmat Kini Kaum Bapak Mulai Ikut Bangun Jamban

06 Apr 2018

Salah satu jamban yang umum ditemukan di beberapa distrik di Kabupaten Asmat, Papua.

#ResponsAsmat - Bagi warga kampung di Distrik Jetsy, Kabupaten Asmat, Papua Barat, jamban belum merupakan salah satu kebutuhan pokok. Banyak warga masih belum memiliki jamban seperti warga lainnya di kota besar. Rendahnya kesadaran warga menjadi perhatian dari tim tanggap bencana Wahana Visi Indonesia (WVI) yang melakukan kegiatan tanggap darurat Kejadian Luar Biasa campak dan gizi buruk sejak awal tahun 2018.

Melalui berbagai rangkaian sosialisasi, beberapa warga telah berhasil membangun jamban di rumah mereka sendiri di beberapa distrik di Kabupaten Asmat. Distrik Jetsy merupakan salah satu distrik yang kini mendapat intervensi pembuatan jamban terutama di Kampung Aswet, Kampung Syuru, dan Kampung Kaye. Secara total sudah 13 jamban terbangun di tiga kampung tersebut. Uniknya, semua warga telah memiliki kesadaran untuk bersama-sama membangun jamban. Jika dulu, kaum perempuan dianggap sebagai  kaum yang harus bekerja membangun jamban, kini baik pria dan wanita turut bekerja membangun jamban.

Salah satunya dalah Bapak Kandlea yang turut membangun jamban di Kampung Kaye pada tanggal 26 Maret 2018 lalu.

“Saya senang membantu ibu-ibu karena saya sendiri juga memakai jamban,” ujarnya pria yang membantu memasang kloset dan keramik pada jamban yang sedang dibangun. Sekarang Bapak Kandlea dan warga lainnya tinggal menunggu menggali septic tank dan memasang kloset di jamban.


Salah bentuk penyuluhan yang dilakukan oleh staff WVI di salah satu distrik di Kabupaten Asmat.

WVI masih terus bekerja untuk membangun ketahanan masyarakat di wilayah yang terdampak KLB campak dan gizi buruk. Dalam mewujudkan kehidupan anak Asmat yang sehat, WVI terus bekerja sama dengan pemerintah lokal serta berbagai mitra hingga masa tanggap darurat awal selesai pada tanggal 25 April 2018 nanti.

 
Ditulis oleh Rena Tanjung, Field Communications Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

20 Jul 2018

#ResponsAsmat Sistem Rujukan Anak Sakit Selamatkan Petronela

#ResponsAsmat Sistem Rujukan Anak Sakit Selamatkan Petronela

#ResponsAsmat - Tersisia (26) berkali-kali melongok ke luar pintu menunggu kedatangan…

13 Jul 2018

#ResponsAsmat Anak Sakit Tidak Boleh Tertahan di Rumah

#ResponsAsmat Anak Sakit Tidak Boleh Tertahan di Rumah

#ResponsAsmat - Minimnya pengetahuan warga tentang bagaimana merujuk anak sakit ke…

06 Jul 2018

#ResponsAsmat Sosialisasi Kebun Gizi Dimulai di Asmat

#ResponsAsmat Sosialisasi Kebun Gizi Dimulai di Asmat

#ResponsAsmat - Asmat menyimpan banyak potensi alam yang bisa dimanfaatkan oleh…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube