BERITA & CERITA

#ResponsAsmat Sosialisasi Kebun Gizi Dimulai di Asmat

06 Jul 2018

Rifki memberi sosiliasi tentang kebun gizi kepada masyarakat di Distrik Akamar.

#ResponsAsmat - Asmat menyimpan banyak potensi alam yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat salah satunya adalah lahan luas. Meski tergolong tanah berair, tanah di Asmat bisa berfungsi baik jika ditanami tanaman umur pendek seperti sayuran.

Potensi inilah yang dilihat oleh tim respons Wahana Visi Indonesia (WVI) yang telah melaksanakan aksi tanggap darurat Kejadian Luar Biasa campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat sejak Januari 2018. Dengan lahan luas dan susahnya keluarga mendapat bahan makanan bergizi seperti sayur dan buah-buahan, maka kebun gizi menjadi salah satu pilihan utama sumber pemberdayaan masyarakat.  Melalui kebun gizi, orang tua diharapkan bisa menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak mereka dari lahan di sekitar rumah tanpa harus pergi jauh dan mengeluarkan biaya transportasi.

Sosialisasi tentang kebun gizi ini sudah dilakukan pada akhir Juni ini. Salah satu mitra yang terlibat dalam sosialisasi ini adalah Rifki Kapasiang (28) seorang Petugas Penyuluh Lapangan dari Dinas Pertanian. Dengan penuh semangat, ia menjelaskan pentingnya kebun gizi bagi masyarakat Asmat dan sebuah kegiatan sosialisasi yang diadakan pada tanggal 30 Juni 2018.

“Benih sekecil itu berarti buat adik dan anak-anak kita. Jika torang (Kami-red) sukses yang senang bukan WVI atau pemerintah tetapi keluarga kita,” jelas Rifki kepada warga Distrik Akamar tentang pentingnya  menanam benih sayur

Tak hanya memberi sosialisasi, warga Akamar juga mempraktikkan langsung penanaman benih sayuran di bedeng yang telah disiapkan. Setelah sosialisasi dan pelatihan ini, warga diharapkan bisa memiliki kebun gizi mereka sendiri.

WVI akan terus melakukan sejumlah upaya dalam rangka rehabilitasi paska respons tanggap darurat hingga akhir Januari 2019. Selain kebun gizi, WVI juga telah melakukan pendampingan terhadap para kader tentang kegiatan Posyandu dan Pemberian Makan Bayi & Anak dengan konteks lokal dan program penjernihan air bersih dengan bubuk Purified Water (PUR) lewat kerja sama dengan perusahaan P&G.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Field Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

16 Nov 2018

Belajar Sanitasi di Tengah Bencana

Belajar Sanitasi di Tengah Bencana

Bencana gempa bumi yang terjadi Lombok pada awal Agustus 2018 menyebabkan kerusakan infrastruktur…

15 Nov 2018

Menjadi Dokter Kecil di Sekolah

Menjadi Dokter Kecil di Sekolah

Dalam rangka peningkatan kesadaran akan pentingnya kebersihan di sekolah, Wahana Visi Indonesia Area…

14 Nov 2018

Semangat yang Tetap Menyala di Posko Evakuasi

 Semangat yang Tetap Menyala di Posko Evakuasi

#SatuHatiUntukSulteng – Palu kini tengah berbenah. Tanpa terasa gempa dan tsunami…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube