BERITA & CERITA

Sekolah Darurat untuk Pendidikan yang Terus Berlanjut

06 Nov 2018

Pembangunan sekolah darurat sedang berjalan hingga saat ini. Dengan adanya bangunan ini berharap anak-anak bisa tetap melanjutkan aktivitas belajar mereka

#SatuHatiUntukSulteng - Kerusakan akibat gempa dan tsunami yang mengguncang Sulawesi Tengah mengakibatkan 956 sekolah mengalami kerusakan. Hal ini tentu berdampak pada pelaksanaan aktivitas pendidikan di sekolah menjadi terhenti. SDN Padende salah satu yang juga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Sekolah yang terletak di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi ini mengalami kerusakan parah, tiga kelas rusak sehingga tidak dapat digunakan sama sekali. Hal ini membuat para siswa dari kelas 1 hingga kelas 3 harus diungsikan ke halaman sekolah.

Tiga puluh empat orang murid kelas 1-3 harus menggunakan teras rumah warga, belajar di bawah pohon juga tenda sementara untuk tetap melanjutkan aktivitas belajar mengajar. Meskipun di tengah kondisi demikian, para siswa di SDN Padende tetap semangat bersekolah. Mereka tampak riang tertawa dan bermain bersama di halaman sekolah.

“Sejak awal minggu ini kehadiran siswa sudah meningkat. Dari tujuh puluh sembilan murid yang bersekolah di sini, sudah hadir lima puluh sembilan anak,” ujar Hafit, Kepala Sekolah SDN Padende.

Hafit (49) bercerita bahwa pemerintah kabupaten saat ini tengah melakukan pendataan kerusakan sekolah, ke depannya direncanakan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB). Hanya saja belum dapat dipastikan kapan waktu mulai akan dibangunnya. Tanpa perlu menunggu adanya proses pembangunan, ia pun berinisiatif untuk mencari alternatif lain, agar aktivitas belajar mengajar bagi siswa-siswi nya dapat tetap berlangsung. 

Wahana Visi Indonesia saat ini tengah mendirikan bangunan semi-permanen sebagai sekolah darurat bagi siswa yang harus belajar di luar kelas. Rencananya selain, SDN Padende juga akan dibangun di SD Inpres Sidera di Kabupaten Sigi dan SDN 16 Sindue di Kabupaten Donggala yang juga masuk dalam kategori rusak parah. Dari data yang berhasil dihimpun, total ada 271 siswa-siswi yang bersekolah di kedua sekolah tersebut.

Bangunan berukuran 5x8 meter ini rencananya akan digunakan untuk 34 siswa-siswi yang saat ini masih belajar di luar kelas. Mereka merasa tidak nyaman karena panas dan juga bising oleh suara kendaraan yang lalu-lalang.

“Saya tidak suka, panas,” ujar Waldi salah satu siswa ketika ditanya perasaannya harus belajar di dalam tenda.

Hafit mengatakan bahwa meski di tengah kondisi demikian, kegiatan belajar mengajar tetap harus dilakukan agar dapat mengejar ketertinggalan kurikulum akibat gempa 28 September 2018 silam.

"Sejak gempa, sekolah sempat berhenti. Bahkan ada juga yang mengungsi. Namun, akhirnya kembali lagi, hingga pemerintah lewat Dinas Pendidikan mengumumkan sekolah dimulai kembali tanggal 15 Oktober 2018 lalu,” jelas Hafit.

Meski demikian, dirinya dan para guru serta murid di SDN Padende mulai memiliki harapan kembali untuk bisa bersekolah di tempat yang lebih nyaman. Sekolah darurat ini akan diselesaikan dalam waktu sepuluh hari kerja, sehingga guru dan anak-anak bisa segera menempati.  Kerangka dan atap bangunan sudah jadi, tinggal dipasang dinding serta sekat-sekat yang membagi antar kelas.

Setiap anak berhak untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Hal ini tentunya dapat mereka peroleh melalui akses pendidikan yang kerap mereka dapatkan di sekolah. Bangunan sekolah permanen masih dalam proses dibangun, tetapi proses belajar mengajar tidak perlu menunggu. Pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak atas pendidikan bukan hanya penting untuk menciptakan mekanisme pengamanan untuk menjamin hak-hak anak agar terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, namun juga untuk menjamin anak untuk hidup utuh sepenuhnya.

 

Ditulis oleh: Melya Findi Astuti, Communication Officer Central Sulawesi Earthquake and Tsunami Emergency Response

Artikel Terkait

14 Nov 2018

Semangat yang Tetap Menyala di Posko Evakuasi

 Semangat yang Tetap Menyala di Posko Evakuasi

#SatuHatiUntukSulteng – Palu kini tengah berbenah. Tanpa terasa gempa dan tsunami…

09 Nov 2018

Dukungan Psikososial untuk Mengembalikan Keceriaan Anak

Dukungan Psikososial untuk Mengembalikan Keceriaan Anak

#SatuHatiUntukSulteng – Tawa ceria anak-anak kerap kali mewarnai setiap rangkaian kegiatan…

31 Oct 2018

Distribusi Bantuan Menjadi Mudah karena LMMS

Distribusi Bantuan Menjadi Mudah karena LMMS

#SatuHatiUntukSulteng - Desa Mpanau merupakan satu desa yang berbatasan dengan Kota…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube