DARI LAPANGAN

Sekolah Hijau, Representatif Sekolah Berbudi Pekerti

12 Mar 2018

5 Sekolah Hijau telah diterapkan di beberapa sekolah dasar di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Salah satunya terdapat di SDN 15 Tebedak

Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi hari. Bel sekolah SDN 15 Tebedak, Landak, Kalimantan Barat berbunyi dengan nyaring pagi itu. Sementara semua siswa berkumpul di lapangan, satu anak memberikan aba-aba kepada puluhan siswa lainnya untuk bernyanyi dan berdoa di halaman sekolah. Seusai bernyanyi, siswa juga diajak untuk mengumpulkan sampah yang ada di sekitar mereka.

Tidak banyak sekolah yang melakukan rutinitas harian seperti itu. Hanya beberapa sekolah dengan pengajaran ala Sekolah Hijau yang menerapkan kebiasaan tersebut. Bahkan dari banyaknya sekolah dasar yang ada di Kabupaten Landak, hanya ada lima sekolah yang melakukan prinsip Sekolah Hijau.

Berbeda dengan sekolah dasar pada umumnya, siswa-siswi di sekolah hijau mendapatkan pengajaran pendidikan karakter. Dengan begitu, perilaku dan sikap pelajar di Sekolah Hijau secara tidak langsung tampak berbeda dengan para pelajar di sekolah lainnya.               

Salah satunya terlihat lewat adanya inisiatif yang muncul dari siswa untuk membersihkan seisi kelas sebelum pelajaran dimulai. Para siswa juga dibiasakan untuk menghargai kebersihan dengan melepaskan sepatu sebelum memasuki kelas.

SDN 15 Tebedak sendiri telah menerapkan prinsip Sekolah Hijau sejak 2013. Sejak saat itu, pendidikan yang diajarkan pada sekolah ini mulai berfokus pada pengembangan karakter, lingkungan dan pembelajaran bermetode PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Sekolah Hijau juga meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan bagi anak, serta meningkatkan partisipasi masyarakat, Komite Sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Epi Malianti (33), salah satu orang tua siswa di SDN 15 Tebedak mengatakan, perubahan yang signifikan terjadi pada anaknya, Miranda, setelah sekolah mengubah konsep sebagai Sekolah Hijau.  

“Dulu waktu kelas satu sampai kelas tiga, dia lagi malas-malasnya sekolah. Dibangunkan, dia bilang malas. Begitu ada Wahana Visi di sekolah ini, dia jadi semangat sekolah,” ujar Epi.

Menurut Nurman, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 07 Tubang Raeng yang juga turut menerapkan konsep Sekolah Hijau, hal tersebut terjadi dikarenakan adanya sistem pengajaran di Sekolah Hijau yang berbeda dari sekolah pada umumnya.

“Ada beberapa harmoni yang sudah kita latih dibiasakan kepada siswa. Biasanya kita terapkan saat kegiatan belajar mengajar sudah agak bosan. Antara lain dengan menyanyi, salam dan senam otak. Kegiatan belajar juga boleh di luar, kita boleh menggunakan apa yang ada di alam sebagai sumber belajar dan praktik,” jelas Nurman.

Sekolah hijau di Kabupaten Landak hadir atas inisiasi Wahana Visi Indonesia Kantor Operasional Landak bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak. Lewat kerjasama keduanya, murid-murid di sekolah dasar di beberapa desa di Kabupaten Landak telah menerima pengajaran dengan metode yang lebih menyenangkan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aspansius, S.IP., M.Si mengatakan, tidak hanya siswa dan orang tua yang merasakan perubahan dari terciptanya Sekolah Hijau. Namun, perubahan juga terjadi pada jajaran sekolah.

“Dari mindset pimpinan sekolah, komite sekolah dan siswa dan unsur yang terlibat di program ini, perubahan mindset nya cukup baik. Sehingga tanpa ada imbalan dalam bentuk finansial mereka sudah punya keinginan yang luar biasa untuk berubah,” ungkapnya.

Menurut Aspan, lima sekolah yang telah menerapkan prinsip Sekolah Hijau telah diberikan Surat Keputusan (SK), sehingga penerapan prinsip pendidikan karakter dan alam bisa berlangsung dengan maksimal. Selain itu pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak juga sudah melakukan Nota Kesepahaman dengan Wahana Visi Indonesia, sebagai mitra untuk menjadikan lima sekolah ini sebagai sekolah hijau, baik dari sisi fisik maupn non fisik, termasuk juga dari sisi mindset dari pihak-pihak yang terlibat.

“Setelah ini jadi, maka dilakukan duplikasi ke sekolah-sekolah lain dan kita buat Guru Penebar. Guru Penebar ini yang akan menyebarkan ke sekolah-sekolah lain,” ujarnya.

Dirinya berharap, semua sekolah yang ada di Kabupaten Landak bisa menerapkan prinsip Sekolah Hijau dan bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya.

“ Semoga harapan ini diberkati oleh Tuhan dan suatu saat bisa terealisasi,” pungkasnya. 


Ditulis oleh Putri ianne Barus, Field Communications Officer Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

05 Jun 2018

#HTS Hidup Tanpa Ayah Ibu, Anak Ini Terus Berjuang Demi Cita-citanya

#HTS Hidup Tanpa Ayah Ibu, Anak Ini Terus Berjuang Demi Cita-citanya

#HariTerakhirkuSekolah – Bukan hal yang mudah untuk hidup tanpa orang tua, terutama…

08 May 2018

PATBM Wujud Kepedulian Desa pada Anak

PATBM Wujud Kepedulian Desa pada Anak

Desa Suka Maju adalah satu-satunya desa di Bengkayang, Kalimantan Barat yang berkomitmen untuk…

03 May 2018

Penghargaan Sederhana Bagi Tutor PAUD di Landak

Penghargaan Sederhana Bagi Tutor PAUD di Landak

Tanggal 2 Mei adalah momen bersejarah bagi pelaku dan kontributor Pendidikan di seluruh…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube