BERITA & CERITA

#SponsorAGirl Melanjutkan Kuliah karena Program Sponsor Anak

14 May 2018

Fio, salah satu anak sponsor di AP Cilincing yang telah merasakan manfaat saat bergabung menjadi anak sponsor

#SponsorAGirl - Tidak pernah terpikir oleh Fio (23) untuk bisa melanjutkan kuliah di masa mudanya. Kondisi perekonomian keluarga yang alakadarnya membuat Fio berniat untuk bekerja selulusnya dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).  

Fio adalah anak pertama di keluarganya. Lahir sebagai anak sulung menjadi beban moral tersendiri baginya. Tekadnya untuk membantu orangtuanya mencari nafkah sudah bulat. Namun, tekad tersebut seketika sirna pasca dirinya menerima kesempatan melanjutkan pendidikan dalam program penyaluran beasiswa oleh Wahana Visi Indonesia (WVI).

“Aku ikut SMK tujuannya hanya untuk bekerja setelah lulus, tidak ada kepikiran untuk kuliah. Kemudian WVI ada program penyaluran beasiswa. Sekitar empat puluh anak remaja yang ikut seleksi dan hanya terpilih sepuluh untuk mendapatkan beasiswa. Alhamdulilah, saya termasuk di dalamnya. Itu sesuatu yang tidak kepikiran,” kenang Fio.

Wanita dengan nama lengkap Magfirotunnikmah ini merupakan salah satu anak sponsor Wahana Visi Indonesia di Area Program Cilincing, Jakarta pada 2006-2017. Menurut Fio, bergabung menjadi anak sponsor pada program Sponsor Anak memberikan banyak hal positif di dalam hidupnya.  

“Aku sebenarnya anaknya pemalu banget. Kurang percaya diri dengan penampilan. Tapi setelah ikut program Wahana Visi jadi kenal banyak teman dan harus berinteraksi berbicara di depan teman-teman. Jadi sekarang kalau ketemu orang baru, bisa langsung akrab,” ujarnya.

Fio ingat betul bagaimana dirinya pertama kali mengikuti pelatihan dan program yang dilakukan oleh WVI. Mengikuti berbagai pelatihan dan program seperti fotografi, pelatihan penggunaan alat musik, dan Sahabat Sumber Informasi (SSI) menjadi aktivitas yang tak pernah dilewatkannya saat menjadi anak sponsor.

Bagi Fio, bergabung menjadi anak sponsor juga memiliki keuntungan tersendiri. Ia bisa melakukan korespondensi dengan sponsor dan mendapatkan perhatian dari sponsornya tersebut. Dirinya menyesal karena tidak bisa bertemu langsung dengan sponsor untuk mengucapkan terima kasih.

“Kami biasanya cuma berkirim surat. Dia (sponsor-red.) pernah mengirim hadiah handuk. Sampai sekarang tidak pernah aku pakai. Aku simpan di rumah karena takut rusak, karena, sekarang kan juga tidak bisa lagi berkomunikasi dengan sponsor, jadi untuk kenang-kenangan,” jelasnya.

Pasca sebelas tahun bergabung menjadi anak sponsor, kini Fio telah tumbuh menjadi pribadi yang berbeda. Dirinya kini haus untuk menyebarkan ilmu yang telah dimilikinya semasa mengikuti kegiatan di WVI.

“Aku mau ucapkan banyak terima kasih untuk Wahana Visi, sponsor, kakak-kakak WVI dan teman-teman yang sudah bagi pengalaman dan sharing program dan mengikutsertakan aku di dalamnya. Mungkin kalau enggak ada program dari Wahana Visi tidak ada Fio yang sekarang. Mungkin cuma sebatas kerja, pulang sore, enggak ada ilmu yang bisa dibagi ke orang juga,” pungkas Fio.   

Ditulis oleh Putri ianne Barus, Field Communications Officer Wahana Visi Indonesia

 

*Mari bantu anak perempuan lainnya mendapatkan sukacita menjadi anak sponsor dengan klik bit.ly/wvisponsor

Artikel Terkait

30 Jul 2018

Meriahkan HAN 2018, 1.000 Pelajar Jakarta Ikuti Jambore Kreativitas Gen Z

Meriahkan HAN 2018, 1.000 Pelajar Jakarta Ikuti Jambore Kreativitas Gen Z

Dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli 2018…

19 Jul 2018

#HTS Ruth Sahanaya Mengejar Mimpi dari Desa Terpencil

#HTS Ruth Sahanaya Mengejar Mimpi dari Desa Terpencil

#HariTerakhirkuSekolah - Belajar setiap hari di sekolah tidak bisa dijalani Ruth…

12 Jul 2018

#HTS Bantu Ekonomi Keluarga, Rose Tetap Ingin Menjadi Guru

#HTS Bantu Ekonomi Keluarga, Rose Tetap Ingin Menjadi Guru

#HariTerakhirkuSekolah - Diambilnya pisau panjang bersama keranjang untuk membawa hasil panen.…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube