BERITA & CERITA

Tahunan Tak Miliki Tempat Tetap, Bangunan PAUD Holistik Integratif Efata Akhirnya Diresmikan

11 Apr 2019

Anak-anak PAUD Efata saat membawaka penampilan tarian dan lagu pada peresmian berdirinya PAUD Efata di Biak

Sebuah lagu dan tarian dari puluhan anak-anak siswa PAUD Efata terdengar merdu dan indah. Penampilan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari para pengunjung yang menghadiri peresmian  Gedung  PAUD Efata, Jumat (22/3/19) lalu. Dengan menggunakan kostum khas Biak, Papua mereka dengan penuh percaya diri  menampilkan suara dan gerakan yang lucu.

Anak-anak terlihat bahagia. Akhirnya  gedung  PAUD yang sudah lama mereka rindukan selesai dibangun dan berdiri dengan megah di hadapan mereka. Jadi tidaklah mengherankan jika pancaran semangat sudah terlihat bahkan dari seminggu sebelum pementasan.

Kebahagiaan yang sama juga terpancar dari wajah para orang tua. Hal ini mereka wujudkan dalam bentuk partisipasi dan dukungan untuk menyukseskan kegiatan peresmian PAUD ini. Partisipasi yang mereka wujudkan melalui penyediaan beberapa bahan makanan khas yang akan diberikan kepada para undangan. Makanan khas ini dikenal dengan ‘Barappen’ atau di wilayah lain dikenal dengan ‘Bakar Batu’.

PAUD Efata berdiri pada 21 juni 2008, didasari dengan semangat untuk memberikan ruang belajar anak-anak di Waupnor. Ketiadaan gedung tidak menjadi penghalang bagi para pendiri untuk menjalankan PAUD.

Gedung serba guna dijadikan tempat pembelajaran anak-anak kala itu. Niat membantu ini juga yang masih tergambar hingga saat ini, sehingga para pengurus membebaskan siswa dari biaya pembayaran. PAUD ini digratiskan karena tujuannya untuk membantu  masyarakat.

Seiring perjalanan waktu, gedung ini sering digunakan para orang dewasa sehingga PAUD sering diliburkan. Dalam beberapa percakapan dengan orang tua dan anak-anak, disampaikan mereka menginginkan adanya gedung khusus PAUD. Usulan ini juga sudah disampaikan kepada pengurus dan oleh gereja sudah dimasukkan dalam rencana program. Namun, dana untuk membangun PAUD belum ada, sehingga belum bisa dilakukan.

Ketika Wahana Visi Indonesia Area Program Biak menyampaikan akan membantu pembangunan gedung para orang tua, pengelola PAUD menyampaikan rasa terima kasih mereka.

“Ini seperti jawaban doa bagi kami,” tutur salah seorang orang tua siswa.

Pembangunan ini sendiri dimulai pada bulan Desember 2018 dan selesai Maret 2019.

Bupati Biak Numor, yang diwakili oleh staff Ahli III Petrus Sada dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wahana Visi Indonesia, gereja, adat serta masyarakat yang saling membantu dalam proses pembangunan PAUD ini.

“PAUD sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak ke depannya, karena itu diminta agar semua pihak bekerjasama utuk menjaga dan merawat gedung PAUD dan pembinaan terus bisa dilakukan,” jelasnya.

Ketua Klasis Biak Selatan, Goerge Korwa, dalam sambutannya juga menyampaikan harapannya untuk kemajuan anak-anak di PAUD Efata Waupnor. Sebagai pelopor berdirinya PAUD Efata Waupnor, dirinya berpesan agar PAUD ini bisa dimaksimalkan pelayanannya utuk kemajuan anak-anak Waoupnor. 

PAUD Efata merupakan tempat belajar anak-anak yang dikemas dalam konsep PAUD Holistik Integratif.  Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 Tahun Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif menjelaskan bahwa Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi. Layanan stimulasi holistik mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan menjadi kebijakan pengembangan anak usia dini dengan melibatkan pihak terkait baik instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, tokoh masyarakat, dan orang tua.

Saat ini, PAUD Efata Waupnor sudah bekerjasama dengan posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak-anak yang dilakukan setiap bulan. Tutor PAUD juga sudah dibekali dengan peningkatan kapasitas antara lain pelatihan stimulasi dini dan intervensi tumbuh kembang anak (SDIDTK), pelatihan kurikulum tiga belas, pengoptimalan alat permainan edukatif dengan konten lokal, pengelolaan ruang PAUD dan juga pengenalan tentang makanan bergizi.

Ditulis oleh: Jhon Eris, Area Program Manager Biak Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

08 Oct 2019

12 ‘Brand’ Kopi Komitmen Dukung Kesejahteraan Anak Asmat

12 ‘Brand’ Kopi Komitmen Dukung Kesejahteraan Anak Asmat

Dalam rangka Hari Kopi Internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober 2019. Wahana…

02 Oct 2019

WVI Tutup Program Area di Merauke

WVI Tutup Program Area di Merauke

Setelah 20 tahun melakukan pengembangan berkelanjutan berbasis masyarakat, Wahana Visi Indonesia (WVI) menutup…

13 Sep 2019

100 Balita Meriahkan Pekan ASI di Pedalaman Asmat

100 Balita Meriahkan Pekan ASI di Pedalaman Asmat

Pekan ASI Sedunia yang dirayakan pada minggu pertama bulan Agustus setiap tahunnya, merupakan…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube