DARI LAPANGAN

Terus Bangun Jamban Abu Sejak 2013, Yali Inggibal Terima Penghargaan

29 Nov, 2017

Yali Inggibal memenangkan penghargaan BRAND'S Health Award Sebagai Inspirational Health Promoter

Rasa puas tidak pernah hadir di diri Yali Inggibal (49). Pria asal Wamena, Papua ini terus membuktikan perjuangannya dalam membuat jamban dan WC di desanya. Tak heran, ayah empat anak ini berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Inspirational Health Promoter dalam acara BRAND’S Health Award 2017.

Keinginan besar Yali membawa perubahan besar di desanya bermula sejak 2013, saat dirinya bertemu dengan Wahana Visi Indonesia (WVI). Lewat perbincangan singkat antara dirinya dan salah satu fasilitator WVI, Yali terpanggil untuk menciptakan jamban yang terbuat dari abu kayu sebagai pengganti semen. Jamban dianggap bisa memberikan solusi dari kebiasaan warga melakukan BABS ((Buang Air Besar Sembarangan).

Meski tanpa semen, Yali berhasil memberikan inovasi bagi warga desa. Harga semen yang sangat mahal membuat dirinya dan warga desa kesulitan membangun toilet di rumahnya masing-masing. Hingga akhirnya, sisa abu yang berasal dari tungku bekas memasak nasi dijadikan sebuah cetakan jamban berkualitas.

BACA JUGA : BERKAT AIR HUJAN, ANAK DESA INI BISA MANDI DENGAN BERSIH

Dengan kehadiran jamban abu, Yali mulai berani membenahi kondisi kesehatan anak-anak dan warga di desanya. Edukasi dan pemahaman akan pentingnya kesehatan mulai dilakukan Yali ke warga-warga desa. Akibatnya, angka kematian anak yang tinggi pada 2012, berhasil menurun drastis dengan adanya inovasi jamban abu tersebut.

Hingga Juni 2017 tercatat 243 jamban abu tungku yang diciptakan Yali bersama masyarakat Wamena. Yali telah memberikan kesadaran kepada penduduk desa dan distrik untuk mulai peduli akan kesehatan di desanya.

Kini, tak hanya Desa Manda dan Desa Air Garam yang mendapatkan perubahan, desa dan distrik lainnya di Wamena turut merasakan pengaruh positif dari aktivitas Yali. Selain membuat jamban, Yali juga sedang aktif melakukan pengajaran akan pentingnya mencuci tangan dengan sabun.

 

Ditulis oleh Putri ianne Barus, Field Communication Officer Wahana Visi Indonesia