BERITA & CERITA

Tidak Sekadar Menjadi Guru

07 Jan 2019

Ervina bersama anak yang ditolongnya. Kini anak tersebut dapat kembali menikmati pendidikan dengan bantuan dari Ervina

Ervina (36) adalah salah satu kader di Desa Bonebae 2, Kabupaten Touna, Sulawesi Tengah. Dia telah mengabadikan dirinya menjadi kader sejak tahun 2017. Tak hanya menjadi kader, Ervina juga menjadi guru di SDN Bonebae 2. Kini, Ervina turut membantu Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Program Touna untuk menjadi kader perlindungan anak.

Sebelum bertemu dengan WVI, Ervina belum pernah mengerti perihal perlindungan anak dan kondisi anak-anak di desanya. Dia hanya mengetahui tugasnya sebagai seorang guru hanyalah untuk mengajar dan tidak melakukan kekerasan pada anak, seperti memukul, saat melakukan aktivitas mengajar. Dia hanya tahu bahwa jika ia melakukan hal tersebut, ia bisa mendapatkan hukuman.

Ervina telah aktif membantu WVI sejak ia bergabung dalam perkebunan organik yang diinisiasi oleh WVI. Sejak saat itu Ervina terlibat aktif dalam berbagai pelatihan komunitas seperti pemantauan anak, pelatihan akta kelahiran, pertemuan orang tua dan beberapa aktivitas terkait isu perlindungan anak.

Terlibat dalam kegiatan perlindungan anak membantu Ervina dan masyarakat mengetahui lebih lagi permasalahan anak yang ada di desanya. Kini, Ervina pun semakin aktif menjadi fasilitator kelompok belajar anak.

Salah satu aksi nyata lainnya yang dilakukan Ervina adalah membantu salah satu anak dampingan WVI untuk bisa kembali bersekolah, setelah sekian lama tidak bersekolah akibat tidak memiliki seragam akibat permasalahan keuangan keluarga anak. Melihat hal tersebut, Ervina berinisiatif untuk membantu membelikan perlengkapan sekolah dengan uangnya sendiri.

Akhirnya, WVI turut mendampingi Ervina untuk menemui orang tua dan sekolah anak tersebut dan meminta sekolah untuk membantu menyediakan seragam, sedangkan Ervina menyediakan sepatu untuk keperluan sekolah anak tersebut. Dengan begitu, anak dampingan WVI tersebut bisa kembali bersekolah dan bertemu dengan teman-teman seusianya di sekolah.

“Jika bukan kita yang tinggal di desa yang membantu anak-anak ini, siapa lagi? Di saat anak-anak ingin bersekolah tapi kondisi keuangan keluarga tidak memungkinkan, maka kita coba membantu mereka. Untungnya ada WVI yang membantu kami untuk mengembangkan berbagai program anak di desa ini,” cerita Ervina.

Ditulis oleh: staf Area Program Touna Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

08 Aug 2019

Semangat Guru PAUD untuk Kemajuan Posyandu dan Kesehatan Anak

Semangat Guru PAUD untuk Kemajuan Posyandu dan Kesehatan Anak

Murniati Darman (41) merupakan kader Posyandu Mawar 1 di Kelurahan Baiya, Sulawesi Tengah…

26 Jul 2019

Bangun Rumah Rusak dengan Dana BaNTu Guna

Bangun Rumah Rusak dengan Dana BaNTu Guna

#SatuHatiUntukSulteng - Bank Sulteng cabang Tawaeli di Kota Palu terlihat sangat ramai…

16 Jul 2019

Oslin Angkat Isu Penelantaran Anak Indonesia kepada Utusan Khusus Sekjen PBB

Oslin Angkat Isu Penelantaran Anak Indonesia kepada Utusan Khusus Sekjen PBB

Roslinda, atau Oslin (14), wakil anak Wahana Visi Indonesia (WVI) asal Sumba Timur…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube