DARI LAPANGAN

Update Donasi Kenaikan Status Gunung Agung, Bali

07 Nov, 2017

Mobil Sahabat Anak di salah satu titik evakuasi kenaikan status Gunung Agung di Karangasem, Bali.

Status Gunung Agung dinyatakan oleh pemerintah dalam berada di tingkat ‘Awas’ pada tanggal 29 September 2017. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyarankan agar masyarakat tidak berada dalam radius 12 kilometer di sekitar gunung. Akibatnya pada saat itu sekitar 134.299 warga dievakuasi dari Karangasem, Bali, wilayah yang terdekat dengan Gunung Agung.

Dalam merespons kenaikan status Gunung Agung, Wahana Visi Indonesia (WVI) berfokus pada sektor perlindungan anak, pengembangan ekonomi, dan pengembangan kapasitas mitra. Dukungan psiko-sosial untuk anak lewat Mobil Sahabat Anak (MSA) di 37 titik evakuasi di 2 kabupaten, Karangasem dan Klungkung sejak 3 Oktober 2017. MSA melayani 609 anak laki-laki, 581 anak perempuan serta 422 Kepala Keluarga di GOR Swecapura. Selain MSA, WVI juga menginisiasi Ruang Ramah Anak yang terintegrasi dengan MSA. WVI juga melakukan pelatihan bagi para mitra kader untuk memberikan dukungan psiko-sosial kepada anak.

Pada tanggal 29 Oktober 2017, pemerintah menurunkan status Gunung Agung turun menjadi level III (Siaga). WVI tetap melakukan pendampingan kepada warga di sekitar Gunung Agung terkait dengan pencegahan bencana dan perlindungan diri saat terjadi erupsi.

Letusan Gunung Agung sebelumnya ini pernah terjadi pada tahun 1963. Akibat bencana tersebut, 1.148 orang meninggal dan 296 orang terluka. Letusan ini membuka pelayanan perdana WVI yang saat itu masih bernama World Vision dalam bidang tanggap  bencana.