BERITA & CERITA

Wahyu: Menulis Surat ke Pemerintah Demi Kakak Tercinta

27 Oct 2015

Wahyu (13) merupakan ketua forum anak Desa Kawangu yang berhasil mengajukan proposal untuk pembangunan rumah belajar (RUMBA) bagi anak-anak di desanya.

Wahyu, begitu orangtua menamaiku. Umurku baru 13 tahun. Kedua orangtuaku berasal dari Pulau Jawa namun sejak kecil mereka telah membawa aku ke Pulau Sumba. Alhasil, aku besar di Desa Kawangu, sebuah desa kecil yang terletak di kawasan Kabupaten Sumba Timur. Kata orang-orang aku adalah seorang anak yang ramah, ceria, dan gampang bergaul dengan siapapun. Mereka tidak tahu bahwa aku dulu sangat pemalu dan enggan bertemu dengan orang-orang baru.
Perlahan, sifatku berubah semenjak aku mengikuti Forum Anak Desa Kawangu yang dibina oleh Wahana Visi Indonesia Kantor Operasional Sumba Timur. Aku merasa beruntung bisa bergabung dengan forum anak ini karena disinilah aku diterima dan bebas mengungkapkan segala pendapatku di depan teman-teman. Meski dalam keyakinan beragama aku berbeda dari teman-temanku di Sumba Timur, namun aku tidak merasa tersisihkan. Lewat forum anak jugalah aku belajar tentang toleransi dan saling menghormati satu sama lain.
Pada tahun ini, secara mengejutkan aku ditunjuk menjadi ketua Forum Anak Desa Kawangu. Wah, aku tidak menyangka bahwa teman-teman menunjukku jadi ketua. Aku merasa senang sekaligus kaget karena sekarang aku mendapat tanggung jawab untuk memimpin teman-teman sedesaku. Selama menjadi ketua, aku berinisiatif mengadakan RUMBA atau Rumah Belajar Anak di sekolah dan lingkungan rumah kami. Untuk mengadakan ruangan ini tentu tidak mudah karena kami harus meminta izin dari pemerintah dan juga kepala sekolah. Kami harus belajar membuat proposal dan mengadvokasi pemerintah serta pihak sekolah untuk membangun RUMBA.
Menjelang Hari Anak Nasional 2015 lalu, saya juga mendapat ilmu baru yaitu menulis. Saat itu saya mengikuti lomba menulis esai Na Anamu Writer yang diadakan oleh WVI. Di sini kami diminta untuk menuliskan isu-isu di lingkungan sekitar kami untuk dijadikan rujukan saran pembangunan ke pemerintah. Dan akupun terinspirasi oleh kakakku seorang tuna grahita yang berkebutuhan khusus. Aku punya harapan agar pemerintah desa kami peduli terhadap mereka. Aku sangat mengasihi kakakku, jadi aku ingin agar orang-orang di desa juga menyayangi kakak seperti yang kami lakukan.
Aku masih kelas 1 SMP dan perjalananku masih jauh ke depan. Kelak, aku ingin menjadi seorang guru dan mengabdi di desaku. Dengan menjadi guru, aku bermimpi agar semua anak-anak di desaku dan Sumba Timur bisa pergi ke sekolah serta karena aku percaya bahwa setiap anak Sumba berhak bercita-cita dan meraih mimpi mereka.

(Rena Tanjung)

Artikel Terkait

21 Feb 2020

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Berikan Bangunan Permanen untuk Anak di Dusun Pengembuk

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Berikan Bangunan Permanen untuk Anak di Dusun Pengembuk

#LombokBangkitKembali – Wahana Visi Indonesia (WVI) bekerja sama dengan IKEA Indonesia…

20 Feb 2020

Pendamping yang Setia

Pendamping yang Setia

Pak Tobing (48), demikian ia biasa disapa, adalah salah satu pendamping forum anak…

18 Feb 2020

Dari Desa Terpencil, Manisah Giatkan Perempuan untuk Menabung

Dari Desa Terpencil, Manisah Giatkan Perempuan untuk Menabung

Bersinar, demikian Manisah (37) menamai kelompok VSLA yang terletak di Desa Lapaopao, Kecamatan Wolo,…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube