BERITA & CERITA

Wanita Kuat dari Asmat Ini Bangun Jamban Sendiri Demi Anak Cucu Sehat

08 Mar 2019

Mama Pia (kanan) dan anaknya kini bisa menggunakan jamban sederhana (belakang) di rumahnya.

Wanita kuat ini bernama Mama Pia (39), ibu rumah tangga dari Kampung Damen, sebuah kampung di pedalaman Kabupaten Asmat yang hanya bisa diakses menggunakan perahu kecil. Meski terpencil, tidak berarti semangat warga Kampung Damen ikut mengecil. Buktinya, wanita seperti Mama Pia mampu membangun sebuah jamban sederhana di belakang rumahnya. Nenek dari empat orang cucu ini bahkan membangunnya sendiri tanpa dibantu suami kebetulan sedang sakit kala itu.

Semangat Mama Pia untuk membuat jamban ini muncul setelah Wahana Visi Indonesia (WVI) secara intensif mendampingi Kampung Damen untuk respons darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat yang terjadi pada awal tahun 2018 lalu. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) termasuk penggunaan jamban dan pembiasan cuci tangan menggunakan sabun. Mama Pia adalah salah satu warga yang terdampak oleh intervensi WVI ini.

“Saya bangun jamban karena waktu itu WVI kasih saya ilmu. Saya ingin anak cucu saya sehat. Kita ini dulu suka buang air di kebun dan sungai jadi banyak yang sakit perut terutama anak-anak,” cerita Mama Pia, “Setelah WVI datang, kami mulai tahu bahwa kami harus punya jamban sendiri di rumah supaya tidak ada yang sakit perut lagi.”

Meski suaminya sedang sakit, Mama Pia tetap tergerak untuk membuat jamban sederhana di rumahnya dibantu oleh WVI. Wanita ini menyiapkan lahan di belakang rumahnya untuk jamban berikut papan kayu dan daun nipah kering sementara WVI menyediakan paku dan beberapa keperluan tambahan untuk membangun jamban. Dengan tekad dan kerja keras dari wanita paruh baya tersebut, kini sudah ada jamban panggung berukuran 2x1 meter berdinding kayu berdiri di belakang rumahnya dan sudah siap dipakai. Tak hanya dirinya, kini sebagian besar warga di Kampung Damen juga telah memiliki jamban panggung di rumah mereka masing-masing.

Menurut Mama Pia, kini jumlah anak-anak di kampungnya yang menderita sakit perut semakin berkurang sejak adanya jamban sederhana.

“Sekarang anak-anak tidak ada lagi yang sakit. Saya berterima kasih kepada teman-teman WVI yang sudah melatih membuat jamban,” pungkasnya senang.

Meski sederhana, peran wanita tangguh seperti Mama Pia penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat bagi warga Kampung Damen. Sebagai orang tua, Mama Pia membantu menyediakan sarana yang mendorong anak-anak di lingkungan rumahnya untuk hidup sehat sejak dini. Semoga semakin banyak ‘Mama-Mama Pia’ yang mempelopori gaya hidup sehat di Asmat sehingga KLB campak dan gizi buruk tidak lagi terulang.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Field Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

20 Mar 2019

#PeduliSentani, Perpustakaan Keliling Kembalikan Semangat Wani

#PeduliSentani, Perpustakaan Keliling Kembalikan Semangat Wani

#PeduliSentani - Banjir bandang menerjang kawasan Sentani, Jayapura pada hari Sabtu…

25 Feb 2019

Dulu Kopi Dibuat dari Air Kali di Asmat

Dulu Kopi Dibuat dari Air Kali di Asmat

Kondisi geografis Asmat yang sebagian besar berada di daerah rawa tak jarang membuat…

18 Feb 2019

WVI Tinggalkan Kenangan Manis di Kampung Damen Asmat

WVI Tinggalkan Kenangan Manis di Kampung Damen Asmat

Setahun berlalu sejak Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk melanda Kabupaten…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube