BERITA & CERITA

WVI Dorong Pemda Sulteng Berkomitmen untuk Perda Pencegahan Perkawinan Anak

10 Sep 2019

Para peserta Diskusi Lintas Agama untuk Mencegah Perkawinan Anak di Sulawesi Tengah

Isu perkawinan anak sempat merebak belakangan ini setelah beberapa media mengangkat isu tersebut. Sebuah media asing pun turut meliput kejadian perkawinan anak di tempat pengungsian bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.

Media sosial pun ikut ramai. Lingkar Belajar Untuk Perempuan, organisasi hak-hak perempuan dan anak di Sulawesi Tengah, mencatat ada 19 kasus perkawinan anak sejak Januari hingga Juli 2019. Itu artinya peristiwa terjadi justru pascabencana. Sulawesi Tengah sendiri menurut data keluaran 2018 milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, berada di urutan 5 sebagai kota dengan kasus perkawinan anak terbanyak.

Wahana Visi Indonesia (WVI) yang memiliki daerah dampingan di Sulawesi Tengah melakukan berbagai kegiatan untuk menekan angka ini. Ini dilakukan mengingat perkawinan anak mengakibatkan dampak serius bagi anak, seperti stunting.

WVI melakukan dua pendekatan untuk upaya menekan angka, bahkan menghapus sama sekali, kasus perkawinan anak, yakni melalui penerapan pola Pengasuhan Dengan Cinta (PDC) kepada orang tua serta melakukan advokasi kebijakan. 

WVI juga melakukan kemitraan dengan banyak kelompok untuk bersama-sama menyelesaikan masalah perkawinan anak. Salah satunya dengan Majelis Ulama Indonesia Kota Palu untuk membuat modul PDC dalam konteks Islam, mengingat mayoritas warga Sulawesi Tengah adalah muslim. Tak hanya MUI, WVI melakukan kerja sama serupa dengan kelompok dan organisasi hak anak lainnya serta melibatkan tokoh agama dan tokoh adat.

“Upaya pencegahan harus dilengkapi oleh regulasi atau peraturan daerah. Kami bersama organisasi lain akan mendorong lahirnya Perda Pencegahan Perkawinan Anak,” tukas Ronny Ichwan, tim advokasi dalam respons tanggap bencana WVI di Sulawesi Tengah.

Terkait inisiasi ini, Sukarti, Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3A Provinsi Sulawesi Tengah memberikan sinyal positif. Melalui Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) yang diusung oleh koalisi tersebut, pihak DPRD Sulawesi Tengah turut mendukung terciptanya Ranperda Pencegahan Perkawinan Anak.

“Karena akhirnya kita semua sepakat bahwa masalah perkawinan anak di Sulawesi Tengah itu harus diselesaikan,” pungkas Sukarti.

Komitmen tersebut dipersatukan dalam acara Diskusi Lintas Agama untuk Pencegahan Pernikahan Anak Pascabencana di Sulawesi Tengah. Acara ini terselenggara atas inisiasi yang dilakukan WVI.  

 

Ditulis oleh: Junito Drias, Adcovacy and External Engagement Wahana Visi Indonesia.

 

 

Artikel Terkait

11 Sep 2019

Air Terjun Kini Mengalir ke Rumah

Air Terjun Kini Mengalir ke Rumah

#SatuHatiUntukSulteng - Kekeringan bukanlah sesuatu yang baru bagi warga Desa Wombo…

04 Sep 2019

Ada Hikmah di Balik Musibah

Ada Hikmah di Balik Musibah

#SatuHatiUntukSulteng - Budiono (49) adalah seorang petani dengan keterbatasan fisik. Ia…

29 Aug 2019

Mengedukasi Ibu Balita Lewat Pita

Mengedukasi Ibu Balita Lewat Pita

Herdawati merupakan seorang kader posyandu melati 2, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah yang…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube