BERITA & CERITA

WVI Lakukan Peningkatan Mutu Gizi Ibu Anak Lewat ‘Kejar!’

24 Jan 2020

Salah satu aktivitas Kejar! bersama para ibu dan anak

Implementasi program Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sudah dilakukan Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama masyarakat di Kabupaten Nagekeo dan Ngada, NTT sejak 2018. Serangkaian kegiatan sudah dilakukan selama implementasi tersebut seperti pelatihan konseling bagi tenaga kesehatan dan kader hingga praktik konseling oleh tenaga kesehatan dan kader, mulai dari level desa hingga kabupaten. Salah satunya dilakukan di Puskesmas Watukapu melalui kegiatan kelompok belajar (Kejar!).

Kejar! juga bisa diartikan sebagai upaya untuk mengejar supaya ibu dan anak di lingkungan kita bisa sehat. Kegiatan KeJar! merupakan sarana untuk saling belajar dan memberi semangat di antara keluarga balita atau siapa saja yang tertarik dengan pembahasan mengenai ibu dan anak. Modul Kejar! masih terus dikembangkan oleh WVI untuk memfasilitasi kegiatan Kejar! melalui metode pembelajaran orang dewasa yang melibatkan peserta secara aktif.

Penggunaan berbagai alat peraga berupa gambar, kartu teks adalah bagian dalam modul Kejar!. Implementasi kegiatan ini pun telah diujicobakan di Puskesmas Watukapu. Kegiatan pertama dilakukan pada Desember 2019, dimana para konselor PMBA akan memfasilitasi kegiatan Kejar! secara langsung. 

Siang itu di 15 Desember 2019, para kader memfasilitasi peserta untuk mempelajari tentang variasi makanan dengan judul “Beragam Variasi Makanan, Beragam Manfaatnya”. Sebelum sesi belajar dimulai, para kader meminta para peserta untuk mengikuti pre-test dengan menjawab tiga pertanyaan yang perlu dijawab benar (B) atau salah (S) atau tidak tahu (TT). Setelah sesi belajar selesai, para peserta mengikuti post-test dengan menjawab pertanyaan yang sama seperti yang digunakan dalam pre-test.

Di awal sesi belajar, suasana menjadi meriah karena materi dibawakan melalui permainan terkait pengelompokan bahan makanan sesuai hasil panen di kebun sendiri. Permainan tersebut mengajak peserta untuk berlomba menempatkan “hasil panen” ke dalam “keranjang” yang dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: makanan pokok, sayuran dan buah yang mengandung vitamin A, sayuran dan buah lainnya, kacang-kacangan, serta makanan bersumber hewani. Peserta tampak semakin antusias ketika para kader melakukan penilaian “pengelompokan bahan makanan” yang sudah mereka lakukan.

Selanjutnya, salah satu kader, Marni, memberikan penjelasan akan pentingnya makanan yang bervariasi atau dikenal sebagai menu 4 Bintang. Penjelasan tersebut dibawakan dengan alat peraga yang memperlihatkan 4 tiang penyangga atap. Masing-masing tiang mewakili 1 jenis bahan makanan dan bagian atap mewakili kesehatan tubuh manusia.

Bila salah satu tiang atau lebih dari satu tiang tidak ada, maka atap menjadi tidak stabil, bahkan bisa runtuh. Analogi tersebut menjelaskan bahwa tubuh manusia membutuhkan beragam variasi makanan yang mempunyai beragam manfaat supaya menjadi sehat.

Setelah sesi materi selesai, selain melakukan post-test peserta juga diminta memasukkan kartu berisi nama peserta yang sudah disiapkan kader ke kotak yang sesuai. Kotak tersebut terdiri dari 4 pilihan untuk melihat apakah setelah mengikuti sesi belajar peserta merasa tidak tahu, atau menjadi merasa sudah tahu tentang manfaat makanan bervariasi, atau menjadi termotivasi untuk makan bervariasi, atau malah sehari-hari sudah makan bervariasi sebelum mengikuti sesi belajar tersebut.

Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa 63% peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sebanyak 50% peserta ingin mempraktikkan makanan bervariasi. Dari hasil evaluasi bersama setelah kegiatan, baik peserta maupun kader menyampaikan bahwa mereka menyukai metode belajar yang digunakan.

Kegiatan Kejar! diapresiasi secara langsung oleh Kepala Puskesmas Watukapu, Martinus V. Ndona, S.Kep Ns, MSc. Dirinya mengaku terkesan ketika melihat aksi kader, seperti yang diceritakan kepadanya melalui bentuk video dokumentasi.

“Terima kasih WVI telah menginisiasi kegiatan Kejar! ini,” ujarnya.

#HariGiziNasional

Ditulis oleh: C. Vita Aristyanita, BCC Specialist & Engelina Halim, TP 1 Koordinator Area Program NADA, Wahana Visi Indonesia

 

 

Artikel Terkait

20 Feb 2020

Pendamping yang Setia

Pendamping yang Setia

Pak Tobing (48), demikian ia biasa disapa, adalah salah satu pendamping forum anak…

13 Feb 2020

Ribuan Anak Terima Manfaat Respons Papua

Ribuan Anak Terima Manfaat Respons Papua

Kabupaten Wamena sempat dirundung kesedihan pada September 2019 lalu. Kerusuhan yang terjadi di…

11 Feb 2020

Perkataan Membangun yang Membawaku ke Luar Negeri

Perkataan Membangun yang Membawaku ke Luar Negeri

Program Sponsor Anak - Tingginya angka penderita HIV/AIDS di Provinsi Papua…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube