BERITA & CERITA

WVI Tinggalkan Kenangan Manis di Kampung Damen Asmat

18 Feb 2019

Nikolaus, ketua kader Kampung Damen menyaksikan banyak perubahan terjadi sejak intervensi WVI lewat program Asmat Sehat.

Setahun berlalu sejak Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk melanda Kabupaten Asmat pada akhri Januari 2018 lalu. Sejumlah 73 anak dari seluruh penjuru Asmat meninggal dunia akibat KLB tersebut. Peristiwa memilukan ini juga melanda Kampung Damen yang terletak di Distrik Sirets, sebuah kampung di pedalaman Kabupaten Asmat. Untuk menuju ke wilayah ini perlu tiga jam naik speed boat atau long boat menyusuri sungai dari Agats, ibukota Kabupaten Asmat. Sulitnya akses menuju rumah sakit yang terletak di Agats membuat layanan kesehatan di wilayah ini masih terbatas.

Sebagai oraganisasi yang fokus terhadap anak, Wahana Visi Indonesia (WVI) merespons KLB Asmat dengan menerjunkan tenaga kesehatan serta menjalankan program kesehatan ibu dan anak pada awal tahun lalu sebagian bagian dari program tanggap darurat. Bekerja sama dengan Keuskupan Agats dan pemerintah Kabupaten Asmat, program tanggap darurat kemudian berlanjut dengan program Asmat Sehat. Kampung Damen adalah salah satu wilayah yang menjadi fokus program Asmat Sehat. Berbagai program untuk kesehatan ibu dan anak mulai diterapkan di kampung ini dengan melibatkan masyarakat lokal. Salah satu yang terlibat dalam program ini adalah Nikolaus yang akhirnya menjadi ketua kader Kampung Damen.

“Pertama kali WVI masuk, banyak anak dengan gizi buruk di Kampung Damen. Belum ada makanan bergizi. Puskesmas jauh dan tidak ada perawat di kampung,” kata Nikolaus.

Sejak WVI melakukan intervensi di Kampung Damen dalam bidang kesehatan seperti Posyandu dan Pemberian Makan Bayi dan Anak, menurut Nikolaus perubahan mulai terlihat.

“Sekarang anak-anak balita jadi sehat. Dulu banyak anak kurang gizi tapi sekarang sudah banyak yang sehat. Di kampung, sudah ada perawat yang tinggal. Kami belajar banyak mengenai hidup sehat terutama cara cuci tangan pakai sabun dan pembuatan jamban. Kami juga belajar untuk tidak buang air besar sembarangan lagi,” katanya.

Dengan banyaknya kegiatan yang sudah berjalan selama beberapa bulan, warga mulai mengubah cara hidup mereka terutama soal makanan.

“Makanan untuk anak-anak dan ibu hamil menjadi lebih bergizi karena makan banyak sayur. Saya harap cara ini bisa mengubah hidup anak-anak Damen menjadi lebih baik dan sehat,” kata pria yang juga aktif dalam melakukan penyuluhan tentang jamban sederhana di kampungnya.

Perubahan positif yang dialami oleh Nikolaus dan warga Kampung Damen ini menjadikan mereka ingin lebih banyak terlibat lagi dalam berbagai kegiatan WVI meski program Asmat Sehat sudah berakhir pada akhir Januari 2019 kemarin.

“Saya berharap WVI terus mendampingi kami di Kampung Damen karena terbukti anak-anak kami jadi lebih sehat sekarang,” tutup Nikolaus.

Kenangan manis telah ditinggalkan oleh WVI di Kampung Damen. Setelah pendampingan melalui program Asmat Sehat, WVI berharap supaya masyarakat terutama anak-anak di Kampung Damen bisa hidup lebih sehat sehingga KLB campak dan gizi buruk tidak terulang lagi.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Field Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

06 May 2019

Bencana yang Membawa 'Berkah' Kemitraan

Bencana yang Membawa 'Berkah' Kemitraan

#PeduliSentani - 16 Maret 2019, Kabupaten Jayapura di Provinsi Papua seketika menjadi…

22 Apr 2019

Lebih dari 1.200 Anak di Sentani Telah Mengikuti Aktivitas Ruang Sahabat Anak

Lebih dari 1.200 Anak di Sentani Telah Mengikuti Aktivitas Ruang Sahabat Anak

#PeduliSentani – Meskipun berada di posko-posko evakuasi, anak-anak terdampak banjir Sentani,…

16 Apr 2019

Semangat yang Tak Pernah Patah

Semangat yang Tak Pernah Patah

#PeduliSentani – Telah lebih dari 3 minggu tinggal di posko evakuasi pasca bencana, tidak…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube