BERITA & CERITA

Zea Tidak Lagi Takut Orang Asing

17 Oct 2018

Sejak bergabung di PAUD, Zea jadi anak yang lebih berani dan ceria.

“Saya bangun pagi-pagi supaya tidak terlambat ke sekolah. Saya senang sekolah karena ada banyak teman,” kata Zea (4), murid di PAUD Mutiara Kasih Ibu di Selimus, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Seperti anak-anak lain, Zea juga menangis pada awal masuk sekolah. Ia juga tidak mau ditinggal orang tuanya karena masih takut ketemu orang yang baru dikenal. Di dusunnya, gadis cilik ini memang dikenal dengan suka menangis. Kalau ada tamu singgah ke rumahnya, ia pasti menangis karena takut.

“Sebelum masuk PAUD, Zea suka menangis jika takut ketemu orang lain. Selain itu juga anaknya kurang mandiri. Dia belum bisa makan sendiri,” ucap ibunya, Novi (28).

Karena itulah orang tua Zea bersemangat dan antusias untuk menyekolahkan putrinya.  Besar harapan mereka agar Zea bisa berperilaku lebih baik; tidak muluk-muluk, yang penting anaknya bisa bergaul dengan temannya dan bisa mandiri juga.

Guru yang mengajar di PAUD Mutiara Kasih Ibu pun tidak pernah menyerah. Mereka tetap semangat mendidik anak-anak supaya bisa lebih baik. Seorang guru pasti punya banyak cara agar anak-anak bisa mandiri dan bersosialisasi. Salah satu caranya adalah setiap hari anak-anak diwajibkan membawa bekal makan. Ketika jam istirahat, semua anak akan makan bersama. Ternyata selain menciptakan kebersamaan dan kekompakan, anak-anak juga bisa semakin mandiri dengan makan sendiri.

Dari hal sederhana tersebut Zea jadi berusaha untuk bisa makan bersama teman-temannya. Makanannya sering tidak habis, tetapi dia mulai bisa makan sendiri tanpa disuapi orang tua atau gurunya. Setelah satu semester berjalan, banyak perubahan terjadi pada Zea. “Selain sudah bisa makan sendiri, anak berambut panjang ini sudah bisa bersosialisasi. Ia sudah mempunyai beberapa teman dekat. Mereka bermain bersama. Zea juga sudah bisa mengungkapkan perasaannya dan mengikuti instruksi dari kami gurunya,” jelas Ika (26), salah satu guru Zea.

Harapan orang tua Zea mulai muncul, “Anak kami sekarang sudah menjadi anak yang periang dan aktif, bisa bergaul, ia  juga senang ke sekolah. Jika libur pun Zea ingin pergi ke sekolah. Di rumah ia sering mengajak saya belajar huruf,” ujar Novi.  Sebagai ibu, ia pun berharap agar anak-anak PAUD di dusunnya semakin aktif, kreatif dan berani tampil di depan orang banyak.

Ditulis oleh: Herna Sinulingga, Community Development Coordinator, Wahana Visi Indonesia, Area Program Sekadau

Artikel Terkait

15 Nov 2018

Menjadi Dokter Kecil di Sekolah

Menjadi Dokter Kecil di Sekolah

Dalam rangka peningkatan kesadaran akan pentingnya kebersihan di sekolah, Wahana Visi Indonesia Area…

12 Nov 2018

Hore! Kami Punya Seragam Baru

Hore! Kami Punya Seragam Baru

Suasana di ruangan belajar di HBA (Honai Belajar Anak) Sapalek pagi itu sangat…

01 Nov 2018

Cerita Anak: Berhasil karena Bekerja Sama

Cerita Anak: Berhasil karena Bekerja Sama

Nama saya Linanti. Saya adalah salah seorang anggota Forum Anak (FA) di salah…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube