BERITA & CERITA

Zulfikar dan Elvi Wakili WVI di Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional

03 Dec 2019

Zulfikar mempresentasikan tugasnya sebagai komite air di Desa Wombo Kalonggo, Kabupaten Donggala.

Senin, 2 Desember 2019, Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) kembali diselenggarakan. Konferensi ini merupakan konferensi dua tahunan yang diadakan oleh Pokja PPAS (Pokja Pembangunan Perumahan, Permukiman, Air Minum, dan Sanitasi) dari Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Menteri PPN). Menurut sumber nawasis.com, KSAN merupakan ajang komunikasi dan advokasi terbesar di sektor Sanitasi dan Air Minum yang dirancang untuk meningkatkan komitmen para pemangku kepentingan untuk mencapai target 100% akses air minum dan sanitasi. Pada tahun ini tema yang diangkat adalah "Menuju Layanan Sanitasi dan Air Minum Yang Aman, Inovatif dan Berkelanjutan Untuk Semua", dengan fokus pada pendanaan pembangunan sanitasi dan air minum.

KSAN 2019 dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’aruf Amin dan dihadiri oleh Menteri PPN, Suharso Monoarfa serta sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Tak hanya pemerintah, anggota masyarakat, lembaga pendidikan dan organisasi juga turut datang dan tampil memeriahkan acara. Zulfikar (34) dan Elvi (40) adalah dua tokoh masyarakat dari dua wilayah dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) yang mendapat kesempatan untuk mempresentasikan perubahan positif terkait air, sanitasi dan kebersihan di wilayah mereka.

Zulfikar yang berasal dari Desa Wombo Kalongo, Kabupaten Donggala memaparkan pengalamannya saat menjadi Ketua Komite Air di desanya pascabencana.

“Saya adalah salah satu korban bencana gempa Palu, 28 September 2018. Kami semua mengungsi karena rumah kami rusak parah. Sejak dari pengungsian kami mendapat bantuan dari WVI berupa pasokan air bersih harian. Kemudian lewat sistem perpipaan, kami mendapat pasokan air bersih dari air terjun yang jaraknya 2 km dari desa yang ditampung di reservoir. Reservoir inilah yang menjadi sumber air warga Desa Wombo sampai sekarang dan untuk mengelolanya, kami membentuk komite air,” kata Zulfikar saat mempresentasikan komite air di wilayahnya.

Sementara itu, Elvi, salah satu anggota komunitas bank sampah di Jakarta Timur juga mempresentasikan bagaimana kelompoknya mengolah sampah menjadi barang yang memiliki nilai jual lebih.

“Komunitas Bank Sampah kami terbentuk di RT 05 RW 04 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Awal terbentuknya, hanya 15 anggota yang ikut tapi sekarang sudah ada 170 anggota dan semuanya ibu-ibu rumah tangga,” cerita Elvi, “Total sampah daur ulang di wilayah kami mencapai 586 m2 per dua minggu. Jika diuangkan bisa mencapai Rp1.625.000. Biasanya anggota kami tidak langsung mengambil uang seperti menjual ke pengempul sampah tapi dijadikan simpanan dan diambil setelah setahun.”

Selain Zulfikar dan Elvi, masih banyak komunitas dan perseorangan yang mempresentasikan kegiatan positif yang mereka lakukan terkait dengan air, sanitasi, dan kebersihan lingkungan. Dengan upaya ini, banyak pihak termasuk masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga swadaya masyarakat yang mau semakin terlibat dalam urusan kebersihan lingkungan termasuk pengelolaan sampah, limbah dan air minum.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

09 Dec 2019

Anak Asmat Meriahkan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia

Anak Asmat Meriahkan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia

Asmat Hope - Penularan penyakit bisa saja terjadi melalui makanan, kuman…

06 Dec 2019

Peduli Bencana Dimulai dari Pemerintah Desa

Peduli Bencana Dimulai dari Pemerintah Desa

#GempaAmbon - Distribusi air bersih yang dilakukan Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui…

12 Sep 2019

Selama Ini Kami Minum Air Berkuman

Selama Ini Kami Minum Air Berkuman

Menjadi orang biasa bisa dilakukan semua orang. Namun, menjadi orang biasa yang berdampak…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube