PUBLIKASI MEDIA

Kohler Asia Pacific Ltd. & World Vision International Bersama Mengatasi Tantangan Air dan Sanitasi

08 Mar, 2019

Kohler Asia Pacific Ltd. & World Vision International Bersama Mengatasi Tantangan Air dan Sanitasi

Christy Davis, Executive Director Asia P3Hub of World Vision signing collaboration agreement with Kohler Co, represented by Angel Yang, President Kohler Kitchen & Bath Asia Pacific

Kerjasama multi-negara ini bertujuan untuk memperbaiki fasilitas sanitas, membiasakan kebiasaan higienis, dan memperluas akses ke air yang aman diminum

 

Jakarta, Indonesia, 8 Maret 2019 – Kohler Asia Pacific Ltd. dan World Vision International menjalin kerjasama yang merupakan bagian dari kampanye Kohler Social Impact. Melalui kerjasama ini, Kohler berbagi pengalaman globalnya dalam teknis dan desain yang berpusat pada kemanusiaan, keahlian dan pengetahuan mendalam tentang produk air dan sanitasi, guna membantu jejak langkah World Vision yang memiliki ilmu dan pengetahuan lokal agar semakin dekat ke Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke-6 dari PBB, yakni Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk semua komunitas lokal di negara-negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

 Sebanyak 443 juta hari sekolah hilang setiap tahunnya karena penyakit terkait air. Sebanyak 272 juta diantaranya (menurut Global Handwashing Partnership) hanya disebabkan diare saja. Di Indonesia, diare adalah salah satu penyebab kematian anak tertinggi. Mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting (seperti setelah menggunakan toilet dan sebelum makan) bisa mengurangi kasus diare secara signifikan. Intervensi untuk mencuci tangan yang dilakukan di sekolah bisa mengurangi absen siswa hingga 54%. Ada solusi sederhana yang bisa membuat perbedaan besar: mencuci tangan dengan sabun. Mencuci tangan dengan sabun di sekolah merupakan kebiasaan sederhana namun terkadang diabaikan.

Akses buruk terhadap air minum yang aman, fasilitas sanitasi yang baik, dan praktik higienis di sekolah menjadi tantangan terhadap pendidikan anak. Rata-rata, akses air bersih pada sekolah di kawasan Asia Pasifik hanya 48% dan sanitasi 23% (UNICEF/WHO, 2017). Akses untuk air, sanitasi, dan higienitas (water, sanitation, and hygiene/WASH) di sekolah merupakan dukungan hak anak dalam memperoleh pendidikan, meningkatkan kehadiran dan pencapaian terutama untuk anak perempuan, serta memperbaiki kesehatan.

World Vision, melalui partnernya di Indonesia, Wahana Visi, dan Kohler Company bergabung dalam pengadaan air bersih, sanitasi, dan higienitas untuk lima sekolah dan taman kanak-kanak di Vietnam, Indonesia, dan Filipina (VIP). “Kami senang memiliki hubungan yang kuat dengan World Vision selama beberapa tahun. Ini adalah kesempatan untuk membangun kemitraan yang baik ini, melalui pendekatan multisektor di berbagai negara guna memperdalam dan meningkatkan dampak baik yang kami upayakan bagi anak-anak dan keluarga di Asia,” kata David Kohler, CEO, Kohler Co.

Adapun Asia P3 Hub yang bermarkas di Singapura, ditunjuk oleh World Vision untuk mematangkan rencana dan melaksanakan kemitraan multisektor ini dengan mencari solusi yang diciptakan bersama. Dengan kehadiran Kohler Co., proyek ini akan mengembakan fasilitas tempat cuci tangan yang inovatif dan ramah untuk anak-anak serta program untuk sekolah dasar di Desa Randoria, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ende terletak di bagian selatan Pulau Flores. Tempat yang memiliki populasi 60 ribu jiwa ini adalah kota terbesar di pulau tersebut. 

Ada lima proyek di negara VIP yang melibatkan dua sekolah dasar untuk anak-anak usia 6-12 tahun di Provinsi NTT, yakni SDI Niosanggo dan SDK Pisatanaau. Di sekolah-sekolah tersebut, jumah toiletnya tidak mencukup dan anak-anak biasanya buang air secara terbuka. Sumur dan pipa air rusak, tak ada tempat cuci tangan dan seringkali tak memiliki air. Kurangnya higienitas dan sanitasi berkontribusi secara signifikan pada kasus diare dan penyakit kulit.

Mulai Oktober 2018 hingga Mei 2019, proyek-proyek ini akan membangun dan merenovasi toilet, sumur air, fasilitas cuci tangan; memulai operasi dan mekanisme perawatan serta program untuk mengubah kebiasaan. Secara keseluruhan, sebanyak 2.811 murid akan memiliki akses dan bisa menggunakan air minum yang aman, toilet yang sudah diperbaiki, fasilitas cuci tangan, serta berpartisipasi pada program-program untuk mengubah kebiasaan, sehingga mempengaruhi kesehatan dan performa mereka di sekolah.

Kemitraan global Kohler dan World Vision dimulai sejak 1996. Di Asia, kemitraan tersebut sudah melibatkan enam negara dan mereka terus menjalin kerjasama untuk mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat serta memanfaatkan sumber daya bersama. “Ini adalah contoh bagaimana kemitraan terpercaya bisa berevolusi menjadi kolaborasi dalam berbagai hal untuk memperbaiki kualitas kehidupan. Holistik, proyek air aman, sedang didesain untuk menyediakan dan menyaring air serta mengedukasi masyarakat. Kami berterima kasih atas kolaborasi yang terus tumbuh dan bertransformasi ini karena telah membantu banyak orang,” papar Christy Davis, Executive Director Asia P3 Hub, World Vision.

Di Asia, kerjasama ini memperluas ruang lingkupnya pada 2016 melalui pemanfaatan sumber daya bersama, ketika Kohler menggunakan kapabilitas desainnya untuk merancang identitas merek dan logo World Vision Asia P3 Hub, hub inkubasi kemitraan multisektor yang berbasis di Singapura. Kolaborasi inovatif ini telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang termasuk: proyek dengan desain berbasis kemanusiaan untuk menyediakan air bagi komunitas terpencil di Indonesia dan proyek multisektor regional yang melibatkan Kohler, Asia P3 Hub, World Vision, Wahana Visi Indonesia, pemerintah daerah, dan kelompok komunitas untuk menyediakan air bersih, sanitasi, dan higienitas ke sekolah di tiga negara.

Kohler Social Impact bertujuan untuk menciptakan dampak positif sosial kepada komunitas tertinggal dan konsumen di seluruh dunia melalui Stewardship, Sustainability, dan Innovation for Good. Stewardship terdiri dari proyek-proyek WASH, rekanan yang ikut beraksi (relawan), Pendidikan, dan Seni. Sustainability fokus untuk menyediakan produk-produk sustainable/MEF, proses operasional, dan pemasok. Sementara Innovation for Good adalah inkubasi ide-ide para rekan, hal-hal yang bisa membantu mereka mengembangkan ide menjadi model bisnis yang berpengaruh pada kehidupan.

“Kami sadar akan banyaknya tantangan dan permasalahan kehidupan. Misalnya, 750 juta orang tidak memiliki akses air bersih dan hampir 2,5 miliar tak memiliki akses sanitasi yang mencukupi. Sebagai pemimpin manufaktur produk yang menyediakan air bersih dan solusi sanitasi, serta layanan yang menggunakan air dan sumber daya lain, Kohler berkomitmen untuk meningkatkan pengembangan produk dan keinginan rekan kami dalam mengatasi masalah air, sanitasi, dan higienitas yang mempengaruhi masyarakat,” kata David Kohler.

 ###

Tentang Proyek

World Vision dan Kohler Company menjalin kerjasama untuk memberikan akses air bersih, sanitasi, dan higienitas ke lima sekolah dan taman kanak-kanak di Vietnam, Indonesia, dan Filipina serta mempengaruhi kehidupan 2.811 pelajar. Proyek di Indonesia bertujuan untuk memperbaiki akses air bersih dan fasilitas sanitasi untuk anak sekolah berusia 6-12 tahun di dua sekolah, SDI Niosanggo dan SDK Pisatanaau di Ende, Flores. Di sekolah tersebut, jumlah toilet tidak cukup dan para pelajar sudah terbiasa buang air di tempat terbuka. Sumur dan pipa air rusak, tak ada fasilitas untuk mencuci tangan, dan seringkali tak memiliki air. Kurangnya higienitas dan sanitasi berkontribusi secara signifikan terhadap diare dan penyakit kulit. 

 

Tentang World Vision

Didirikan pada 1950, World Vision adalah organisasi Kristen global untuk bantuan, pengembangan, dan advokasi yang berdedikasi membantu anak-anak, keluarga, dan komunitas di 96 negara dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan. World Vision melayani semua orang tanpa memandang agama, ras, suku, dan jenis kelamin. Wahana Visi Indonesia adalah rekan World Vision di Indonesia, memiliki lebih dari 600 staf dan beroperasi di 52 wilayah di 14 provinsi seperti Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara, Maluku Utara dan Papua, setiap tahunnya membantu lebih dari 80 ribu anak-anak, keluarga mereka, serta komunitas.

 

Tentang Kohler Co.

KOHLER® didirikan pada 1873 dan berkantor pusat di Kohler, Wisconsin, Kohler Co. adalah salah satu perusahaan swasta tertua dan terbesar di Amerika yang memiliki lebih dari 37.000 karyawan. Dengan lebih dari 50 lokasi manufaktur di seluruh dunia, Kohler merupakan pemimpin global dalam pembuatan produk-produk dapur dan kamar mandi; mesin dan sistem tenaga; lemari kabinet dan ubin; serta pemilik/pengelola dua destinasi hotel dan resor golf bintang lima terbaik dunia di Kohler, Wisconsin, dan St. Andrews, Skotlandia.