PUBLIKASI MEDIA

Peluncuran Enam Film Pendek Karya Anak sebagai Komitmen untuk Mewujudkan Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak di Indonesia

04 Dec, 2018

Peluncuran Enam Film Pendek Karya Anak sebagai Komitmen untuk Mewujudkan Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak di Indonesia

Para pemain dan pendukung film pendek pada saat peluncuran enam film pendek di Usmar Ismail Hall

Kekerasan terhadap anak telah menjadi perhatian serius di Indonesia. Data menunjukkan, sejak tahun 2016, telah terjadi peningkatan jumlah kekerasan pada anak di Indonesia. Tercatat sebanyak 22.109 kasus kekerasan terhadap anak terjadi sepanjang tahun 2011-2016. Hal ini mendorong pemerintah Indonesia, membentuk strategi nasional untuk melakukan upaya-upaya penghapusan kekerasan pada anak.  Upaya pemerintah ini turut didukung oleh organisasi masyarakat pemerhati anak termasuk Wahana Visi Indonesia (WVI).

WVI sebagai organisasi fokus anak, telah berkomitmen untuk melaksanakan Kampanye Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA) untuk mewujudkan lingkungan yang aman bagi anak-anak di Indonesia. Salah satu upayanya adalah melalui peluncuran enam film pendek dengan tema penghapusan kekerasan terhadap anak. Film yang dibuat dengan konsep dari anak, oleh anak, dan untuk anak ini, mengambil tema yang dekat dengan anak.

Asih Silawati selaku Area Program Manajer Urban Jakarta, Wahana Visi Indonesia, menyampaikan, “Memfasilitasi anak-anak dampingan dalam mengerjakan film pendek ini, merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung strategi nasional pemerintah.” Ia melanjutkan, dalam  mendukung anak-anak tersebut, WVI menggunakan pendekatan partisipasi dan solusi kepemimpinan anak untuk mendorong mereka berkreasi sesuai dengan realita yang ditemui  di sekitar mereka. “Kami berharap, karya anak-anak dampingan WVI ini dapat menjangkau anak-anak dan masyarakat di Indonesia untuk mengkampanyekan penghapusan kekerasan terhadap anak,” tutur Asih.

Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak merupakan salah satu strategi nasional yang telah diluncurkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pada tahun 2016. Mewakili pemerintah, khususnya KPPPA, turut hadir Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N. Rosalin. “Saya mewakili pemerintah, mengapresiasi hasil karya anak-anak dampingan Wahana Visi Indonesia dalam peluncuran 6 film pendek ini. Adanya inisiatif dan keterlibatan anak-anak dalam upaya menghentikan kekerasan pada anak, merupakan bukti bahwa dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan setiap lapisan masyarakat, termasuk organisasi masyarakat pemerhati anak untuk mewujudkan strategi nasional ini,” ujar Lenny. Lenny berharap agar semangat anak-anak ini dapat menular kepada rekan-rekan sebaya mereka sehingga semakin banyak anak-anak yang memahami dan bahkan terlibat aktif dalam upaya bersama ini, tambahnya. "Kami menekankan pentingnya upaya-upaya pencegahan, baik itu pada diri anak, melalui keluarga, melalui satuan pendidikan, melalui lingkungan yang juga ramah anak, yang  kesemuanya tersebut kita lakukan untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Sinergi dengan semua pihak sangat penting," tegas Lenny.

 “Enam film pendek ini merupakan karya anak, ditulis oleh anak, diproduksi oleh anak. Ada 6 tema yang kami angkat pada film ini, yakni tema perkawinan anak, perlindungan dan disabilitas, kabupaten/kota layak anak, kekerasan seksual online, kekerasan seksual, dan perundungan online. Tema ini kami ambil karena hal tersebut merupakan fenomena yang sering terjadi di sekitar kami dan dialami oleh rekan-rekan sebaya kami,” ujar Deviana sebagai konseptor film ini. Ditambahkan olehnya bahwa melalui film ini, Deviana dan teman-temannya ingin menyuarakan dan mengajak setiap pihak untuk berkontribusi bagi penghapusan kekerasan terhadap anak.

Kampanye PKTA melalui enam film pendek, tidak akan berhenti di sini. Deviana dan teman-temannya akan melakukan kampung roadshow dengan konsep nonton bareng dari kampung ke kampung di beberapa wilayah di Jakarta dengan menyasar warga dan pemerintah setempat sebagai pesertanya. Melalui roadshow ini, masyarakat diajak untuk memiliki pemahaman mengenai fenomena kekerasan terhadap anak dan mengajak mereka untuk berkomitmen dan terlibat dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak melalui Kampanye PKTA.

--- SELESAI ---

Sekilas Mengenai Enam Film Pendek Tema Penghapusan Kekerasan Pada Anak

Judul film

Tema dan Sinopsis

Sari

Perkawinan Anak. Sari dipaksa menikah karena menurutnya itulah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah cinta remaja. Tapi siapa sangka, keputusan menikah justru membuatnya semakin jauh dari cita-cita.

Sahabat Sunyi

Perundungan dan Disabilitas. Karim, sebagai anak disabilitas, ingin menjalani kehidupan belajar seperti anak lain. Tapi rupanya tak mudah. Karim dirundung karena kondisinya oleh teman-temannya. Namun pada akhirnya Karim menemukan seseorang yang mampu menerima kondisinya dan menjadi sahabatnya.

Perahu Tak Sampai

Kabupaten/Kota Layak Anak. Sang ayah mengasihi anaknya sepenuh hati. Tetapi kasih membutuhkan pengertian dan pemahaman akan kebutuhan anak. Sebuah lingkungan kampung yang aman itulah lingkungan yang ramah anak.

PAP Please

Kekerasan Seksual Online. Post A Picture Please merupakan sebuah fenomena kekinian di tengah kecanggihan dunia digital saat ini. Kekerasan seksual online telah menyumbang lebih dari seribu kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.

Ngintip

Kekerasan Seksual. Pada film ini akan ditunjukkan bahwa kekerasan seksual dilakukan oleh orang terdekat korban. Seperti fenomena gunung es, kekerasan ini seringkali tidak dilaporkan terkait relasi korban dan pelaku.

Ngehits

Perundungan Online. Pada dunia digital, seringkali seseorang dinilai dari jumlah likes dan jumlah follower di media sosial. Hal ini mendorong seorang anak untuk melakukan segala cara agar dipadang sebagai “anak hits” dikalangan teman-temannya.

 

Materi mengenai enam film pendek, dapat diunduh melalui tautan berikut ini:

https://goo.gl/bMVyV7

 

Sekilas Mengenai Wahana Visi Indonesia (WVI)

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk membuat perubahan yang berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. WVI mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat yang paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender. Pada Tahun Fiskal 2018-2019 ini WVI hadir di 50 titik wilayah di 14 provinsi di Indonesia melalui program pengembangan masyarakat dan program-program khusus lainnya. WVI melayani di sektor pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi dan perlindungan anak, dengan pendekatan pengembangan masyarakat jangka panjang, manajemen bencana, dan advokasi.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Theodora ParamitaMedia Relations Officer

Wahana Visi Indonesia

Hp       : 0812 4960 0431

E-mail  : theodora_paramita@wvi.or.id

(Please contact that mentioned contact person to access press release in English)