PUBLIKASI MEDIA

Peningkatan Ekonomi Menjadi Prioritas Pembenahan Sulawesi Tengah pasca Tiga Bulan Gempa Bumi dan Tsunami

28 Dec, 2018

Peningkatan Ekonomi Menjadi Prioritas Pembenahan Sulawesi Tengah pasca Tiga Bulan Gempa Bumi dan Tsunami

Warga yang tengah mengikuti kegiatan BNT Padat Karya di Sulawesi Tengah

JAKARTA, 22 Desember 2018 – #SATUHATIUNTUKSULTENG - Tiga bulan pasca gempa bumi dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, meninggalkan sejumlah dampak yang tidak hanya terjadi pada kerusakan bangunan fisik, namun juga hilangnya kesempatan kerja bagi para penyintas. Hal ini sangat dirasakan utamanya bagi penyintas yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, yang diakibatkan kerusakan kapal ataupun ketakutan untuk kembali melaut.


Wahana Visi Indonesia melalui fase tanggap bencana dan pemulihan, membantu 20.000 rumah tangga (sekitar 100.000 orang) dengan makanan, barang-barang non-makanan, perlengkapan kebersihan, tempat perlindungan darurat, nutrisi, perlindungan, serta peluang kesempatan kerja. Bersama dengan 13 lembaga kemanusiaan lainnya, WVI mengadakan Program BNT (Bantuan Non Tunai) Padat Karya yang difasilitasi oleh Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan injeksi finansial bagi penyintas dalam waktu cepat dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga yang tersedia di pasar lokal terdekat. Hal ini secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi pasar-pasar lokal. "Kegiatan ini sangat membantu setidaknya kami punya penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan keluarga," ujar Dirfan salah satu peserta Program BNT Padat Karya.


Pelaksanaan program BNT Padat Karya mengadopsi program Padat Karya yang sudah diterapkan oleh pemerintah. Sebanyak 894 KK yang tersebar di sejumlah RW di Desa Wani, Taipa, Desa Mamboro, dan Desa Mamboro Barat berpartisipasi dalam pelaksanaan program Padat Karya. Masyarakat sebagai penerima manfaat nantinya akan mendapatkan insentif Rp 80.000 per hari kerja sesuai dengan Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah nomor 561/529/DISNAKERTRANS-GST/2017 tentang upah minimun Provinsi Sulawesi Tengah 2018. Peserta juga akan mendapat asuransi tenaga kerja melalui BPJS dengan jumlah premi sebesar Rp 11.000 per bulan selama proses Padat Karya yang telah disepakati. “Program BNT Padat Karya ini diharapkan dapat membantu tugas pemerintah dalam upaya pemulihan semangat dan psikologi masyarakat paska bencana dengan memberdayakan masyarakat agar dapat mencukupi pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari,” ujar Hidayat Lamakarate, Sekda Provinsi Sulawesi Tengah saat membuka seremoni hari pertama Program BNT Padat Karya di Desa Taipa.

Program BNT Padat Karya menjadi peluang warga untuk bisa kembali bangkit menata hidup dan keluarga tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki di masing-masing daerah. Sejak awal fase tanggap bencana hingga pertengahan akhir Desember 2018, WVI telah mendistribusikan bantuan paket keluarga, ketersediaan air bersih, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan bagi penerima manfaat yang terdapat di 49 desa yang didampingi. “Bicara livelihood tidak bisa dipisahkan dengan ketahanan pangan. Dalam situasi darurat ada dua tujuan utama, yaitu membantu memenuhi kebutuhan pangan minimum untuk mencegah terjadinya malnutrisi akut, serta membantu melindungi, diversifikasi, memulihkan aset dan strategi sumber penghidupan. Bencana bisa menyebabkan kerusakan sumber penghidupan masyarakat, dan jika tidak diatasi bisa menyebabkan gangguan,” terang Susilo Budhi Sulistyo, Spesialis program, Wahana Visi Indonesia Pasca tiga bulan bencana, masyarakat dan anak-anak masih memerlukan dukungan untuk kembali pulih menata hidupnya melalui peningkatan kondisi ekonomi. Oleh karena itu, Wahana Visi Indonesia berkomitmen untuk memberikan dukungan dan bantuan dengan optimal guna meringankan beban masyarakat terdampak.

Sekilas Mengenai Wahana Visi Indonesia (WVI)-CENTRE
Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk kesejahteraan anak. WVI selalu berupaya membuat perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, terinspirasi dari nilai-nilai Kristiani dan mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender.
Wahana Visi Indonesia sebagai organisasi kemanusiaan fokus anak turut melakukan respon tanggap bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dengan melakukan distribusi pangan dan perlengkapan non-pangan, intervensi dukungan kesehatan, pembentukan sekolah semi permanen, dukungan psikososial bagi anak-anak, penyediaan air dan sanitasi bersih, dan lain sebagainya. Sebelum kegiatan respons ini, WVI telah menjalankan program pengembangan masyarakat fokus anak sejak tahun 2009, dan program itu terus berlanjut hingga saat ini. Wilayah kerja program pengembangan masyarakat WVI di Sulawesi Tengah saat ini adalah di Kabupaten Sigi, Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Tojo Una-Una.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Melya Findi, Communications Officer
Wahana Visi Indonesia
CENTRE (Central Sulawesi Earthquake and Tsunami Emergency Response)
Hp : +62 8212 403 1667
E-mail : melya_astuti@wvi.or.id


Theodora Paramita, Media Relations Officer
Wahana Visi Indonesia – Bintaro office
Hp : +6281 249 600 431
E-mail : theodora_paramita@wvi.or.id