PUBLIKASI MEDIA

Program Sekolah Aman Bencana untuk Dukung Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana

29 Jul, 2019

Program Sekolah Aman Bencana untuk Dukung Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana

Tim WVI sedang melakukan simulasi sekolah aman bencana kepada anak-anak sekolah dasar

Mataram, Senin, 29 Juli 2019 – Satu tahun pascabencana gempa bumi di Lombok, Wahana Visi Indonesia (WVI) sebagai organisasi sosial kemanusiaan fokus anak, terus mengupayakan pemulihan bagi masyarakat terdampak, salah satunya melalui program Sekolah Aman Bencana. Sekolah Aman Bencana menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan kesiapsiagaan bencana atau pendidikan pengurangan risiko bencana. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintahan Indonesia yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, melalui upaya proaktif dalam mengelola bencana.

WVI telah melakukan program Sekolah Aman Bencana di Lombok sejak Februari 2019. Melalui program ini, anak-anak terlibat dalam bentuk edukasi kesiapsiagaan bencana melalui simulasi bencana dan cara tepat menghadapinya. “Selain anak-anak, kita turut melibatkan pihak sekolah dalam melihat potensi risiko yang muncul saat bencana. Bersama pihak sekolah dan komite sekolah, kami turut menentukan hal-hal yang menjadi risiko bencana dan tentu menentukan jalur evakuasi, titik kumpul serta memetakan berbagai area terlarang agar anak bisa tetap berlindung menuju tempat-tempat yang aman,” ujar Lusty, Child in Emergency Specialist, WVI. Ditambahkan oleh Lusty, bahwa penentuan simulasi bukan tanpa perencanaan. Sebelum simulasi dilakukan, telah diadakan asesmen risiko di masing-masing sekolah untuk menentukan risiko bahaya yang paling mengancam bagi sekolah tersebut. Hasil asesmen menjadi dasar untuk kegiatan simulasi.

Hingga kini, program ini telah dilakukan di lebih dari 10 sekolah di Lombok, salah satunya ialah di SDN 1 Medana. Dalam simulasi Sekolah Aman Bencana, anak-anak dan guru diajak untuk bertindak seolah-olah terjadi bencana saat di sekolah. Mengambil tas untuk menutupi kepala, berlari keluar menuju titik kumpul dan mengikuti jalur evakuasi, menjadi beberapa hal yang dilakukan saat simulasi bencana dalam program Sekolah Aman Bencana. “Para guru dan anak-anak sekarang jadi memahami bagaimana cara melindungi diri jika terjadi bencana di sekolah,” kata Made Sukrada, guru SDN 1 Medana.

Sebagai bentuk komitmen sekolah dalam program Sekolah Aman Bencana, para orang tua, guru, komite sekolah serta masyarakat juga turut menandatangani dokumen pengurangan risiko bencana. Dokumen tersebut dibuat secara tertulis ditandatangani oleh komite, kepala sekolah dan perwakilan pemerintah desa, sehingga sistem mitigasi bencana di sekolah dapat berjalan dengan baik.

Hingga kini WVI menargetkan akan melaksanakan Sekolah Aman Bencana hingga ke 15 sekolah di Lombok Utara. Program ini akan terus berjalan hingga April 2020. Pada tahap sebelumnya, Sekolah Aman Bencana telah terlaksana di 8 sekolah yang tersebar di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Dengan demikian, akan ada 23 sekolah yang akan mendapatkan manfaat dari program ini.

---

Sekilas Mengenai Wahana Visi Indonesia (WVI)

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan  yang bekerja untuk membuat perubahan yang berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. WVI mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat yang paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender. Pada Tahun Fiskal 2019, WVI hadir di 52 titik wilayah di 14 provinsi di Indonesia melalui program pengembangan masyarakat dan program-program khusus lainnya. WVI melayani di sektor pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi dan perlindungan anak, dengan pendekatan pengembangan masyarakat jangka panjang, manajemen bencana, dan advokasi.

 Wahana Visi Indonesia sebagai organisasi kemanusiaan fokus anak turut melakukan respon tanggap bencana gempa di Lombok sejak 5 Agustus 2018 dengan melakukan distribusi pangan dan perlengkapan non-pangan, intervensi dukungan kesehatan, pembentukan sekolah semi permanen, dukungan psikososial bagi anak-anak, penyediaan air dan sanitasi bersih, dan lain sebagainya. Respons tanggap bencana gempa di Lombok dilakukan hingga April 2020.

 

Untuk dokumentasi terkait pemberitaan, dapat diakses melalui link berikut:
http://bit.ly/SekolahAmanBencana

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Theodora Paramita, Media Relations Executive
Wahana Visi Indonesia
E-mail   : theodora_paramita@wvi.or.id

Telp     : 081249600431

Samuel Situmorang, Response Manager Lombok Earthquake Emergency Response
Wahana Visi Indonesia
E-mail   : samuel_situmorang@wvi.org

Telp     : 08119441428