PUBLIKASI MEDIA

Ratusan Ribu Orang Terima Manfaat Pembangunan Toilet Pasca Gempa di Lombok

18 Feb, 2019

Ratusan Ribu Orang Terima Manfaat Pembangunan Toilet Pasca Gempa di Lombok

Salah satu aktivitas distribusi material toilet di Kecamatan Lombok Utara

Untuk diterbitkan segera

LOMBOK - Pasca enam bulan terjadinya gempa di Lombok pada Juli 2018 silam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pada 20 Januari 2019, setidaknya 472.419 orang penyintas di Lombok masih berada di posko-posko evakuasi. Ketiadaan rumah serta minimnya akses sanitasi di posko-posko evakuasi menjadi permasalahan baru yang muncul di Lombok. Melihat hal ini, Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui tim Respons Tanggap Bencana Gempa Lombok memutuskan untuk membantu masyarakat Lombok lewat pengadaan bangunan toilet bagi masyarakat terdampak sejak Juli 2018.

Hingga enam bulan masa kerja di Lombok, WVI telah membantu masyarakat mendirikan 1.241 toilet baru di lebih dari 600 lokasi, beserta 446 tangki air yang ditempatkan di sekitar bangunan toilet. Setidaknya 116.436 orang atau 29.109 keluarga telah menerima manfaat dari pembangunan toilet ini.   

“Setelah gempa di Lombok, banyak fasilitas toilet di masyarakat yang rusak total, sehingga kebanyakan masyarakat melakukan buang air besar sembarangan. Setelah kami melakukan focus group discussion dengan masyarakat, terlihatlah bahwa toilet menjadi kebutuhan utama masyarakat. Itulah mengapa kami memberikan bantuan material toilet dengan kriteria pembangunan toilet dilakukan swadaya oleh masyarakat,” ujar Eninofa Rambe, Manager Respons Tanggap Bencana Gempa Lombok WVI.  

Pembangunan toilet dilakukan merata di dua area layanan WVI, yakni Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur. Sementara WVI membantu dalam memberikan material bangunan, masyarakat Lombok yang menentukan di mana toilet akan ditempatkan. Toilet dibangun secara bergotong royong oleh masyarakat. Prinsip seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab masyarakat untuk memelihara toilet di kemudian hari.

Setiap toilet dibangun secara terpisah, khusus untuk pria dan wanita. Desain toilet yang universal membuat setiap toilet bisa digunakan oleh siapapun, termasuk para penyandang disabilitas.

“Sebelum ada toilet ini saya takut dan sering menahan untuk buang air. Setelah ada sekarang jadi tenang, bisa kapan saja buang air,” cerita Sukriati (28), salah satu penyandang disabilitas yang merasakan manfaat keberadaan toilet baru di area sekitar rumahnya di Kecamatan Sambelia.

Zalpan (11), salah satu anak di Kecamatan Sambelia juga merasakan manfaat toilet yang dibangun tak jauh dari lokasi rumahnya. Debit air yang melimpah dari tangki air di dekat toilet membuat Zalpan dan keluarganya sangat senang bisa menggunakan toilet tersebut. 

“Air di sana deras jadinya sering dipakai. Orang-orang yang setelah (beraktivitas) dari posyandu juga sering pakai toilet,” jelasnya.

Tak hanya membangun toilet secara berkelanjutan, WVI turut melakukan promosi kesehatan lewat edukasi sanitasi bagi masyarakat terdampak di Lombok. Aktivitas Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan edukasi Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) menjadi contoh kegiatan yang dilakukan dalam promosi kesehatan ini.

Jhony Noya, Operation Team Leader Respons Tanggap Bencana Gempa Lombok WVI mengatakan, promosi kesehatan bertujuan untuk mengajarkan masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat sekalipun berada dalam kondisi pasca bencana. Ia menambahkan, hal ini dilakukan mengingat masih banyaknya masyarakat yang melakukan BABS atau mengambil air di sungai terdekat rumah atau posko pengungsian. Hingga Januari 2019, tercatat 16.576 orang telah mendapatkan promosi kesehatan di Lombok.

Pasca enam bulan berada di Lombok, WVI terus berkomitmen membantu masyarakat Lombok hingga beberapa waktu ke depan. Berbagai program seperti Padat Karya, merenovasi bangunan sementara masyarakat Lombok, mendistribusikan air bersih, menciptakan komite air di berbagai desa, memantau tindakan aksi Sekolah Aman di beberapa sekolah dasar, dan pembangunan hunian sementara masih menjadi komitmen yang akan dilakukan tim WVI di Lombok.

                                                                                 -selesai-

 

Sekilas Mengenai Wahana Visi Indonesia (WVI)

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk membuat perubahan yang berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. WVI mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat yang paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender. Pada Tahun Fiskal 2017-2018 ini WVI hadir di 59 titik wilayah di 13 provinsi di Indonesia melalui program pengembangan masyarakat dan program-program khusus lainnya. WVI melayani di sektor pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi dan perlindungan anak, dengan pendekatan pengembangan masyarakat jangka panjang, manajemen bencana, dan advokasi. (www.wahanavisi.org)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Theodora D. Paramita
Media Relation Officer, Wahana Visi Indonesia

HP : +62 812 4960 0431
E-mail   : theodora_paramita@wvi.or.id

Eninofa Rambe
Respons Manager Tanggap Bencana Gempa Lombok, Wahana Visi Indonesia

HP : +62 8111493740
E-mail : eninofa_rambe@wvi.or.id