PUBLIKASI MEDIA

Wahana Visi Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang Kampanyekan Sekolah Aman Bencana

12 Mar, 2020

Wahana Visi Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang Kampanyekan Sekolah Aman Bencana

Perwakilan Wahana Visi Indonesia bersama pemerintah Kabupaten Tangerang dan berbagai pihak dalam kegiatan Gebyar Sekolah Aman Bencana, Sabtu (7/3/2020).

TANGERANG, 7 MARET 2020 – Tinggal di negara dengan potensi bencana yang tinggi, warga Indonesia harus memiliki ketangguhan dan kesiapsiagaan terhadap terjadinya bencana alam. Menurut data UNICEF, 50-60 persen korban bencana diwakili oleh anak-anak. Oleh karena itu penting untuk membekali anak-anak dengan pendidikan ketangguhan bencana, agar mereka mengerti apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

Selain di rumah, anak-anak banyak menghabiskan waktunya di sekolah, sehingga penting agar sekolah juga menjadi tempat yang aman, dan siap ketika bencana terjadi. Di Indonesia, terdapat 497.576 satuan pendidikan di 34 provinsi dengan sekitar 126.681 sekolah diantaranya berada di lokasi rawan bencana sedang dan tinggi. Selama 10 tahun terakhir (2009-2018), sebanyak 62.687 satuan pendidikan dan lebih dari 12 juta siswa terdampak bencana di Indonesia (Buku Pendidikan Tangguh Bencana, 2019). Sementara itu, baru sekitar 10 persen sekolah yang sudah mendapat pendidikan kebencanaan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) atau sekolah aman bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang, Bambang Saptho Nurtjahya, menyebutkan, ada delapan potensi resiko bencana di Kabupaten Tangerang, yaitu banjir, cuaca ekstrim, banjir bandang, kekeringan, gempa bumi, gelombang ekstrim dan rob, tsunami serta kebakaran lahan dan hutan. “Sekolah, rumah sakit, dan panti jompo merupakan lokasi yang memiliki tingkat kerentanan tinggi, sehingga harus menjadi target prioritas dalam penurunan risiko bencana,” ungkap Bambang.

Berbagai program yang telah dilakukan antara lain pembentukan forum pengurangan resiko bencana, desa tangguh bencana, dan sekolah aman bencana. Gebyar Sekolah Aman Bencana yang berlangsung di Kantor Bupati Tangerang, Sabtu (7/3/2020) lalu, merupakan salah satu kegiatan bersama antara pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk menyosialisasikan pentingnya sekolah aman bencana. Dalam kegiatan ini juga dibentuk forum pengurangan bencana Kabupaten Tangerang yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat.

Sekolah aman bencana pertama-tama harus memiliki konstruksi yang memenuhi standar bangunan tahan gempa. Kemudian, sekolah harus memiliki sarana dan prasarana kedaruratan seperti alat pemadam api ringan, pelampung, tambang, rambu kebencanaan, fasilitas P3K, juga megaphone. Sekolah juga diharapkan memiliki tim siaga bencana dan prosedur tetap yang diterapkan sewaktu-waktu terjadi bencana. Sekolah pun harus memiliki peta dan jalur evakuasi, memiliki media kampanye, dan melakukan simulasi secara rutin, minimal dua kali dalam setahun.

”Kampanye ini untuk membagikan pembelajaran dan pengetahuan akan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana. Upaya dalam pengurangan risiko bencana adalah investasi terbaik bagi anak-anak sebagai agen perubahan dalam meminimalkan risiko,” demikian disampaikan Mega Indrawati, Education Team Leader WVI. 

Sebelumnya, WVI telah mendampingi dua sekolah untuk menjadi sekolah aman bencana di Kabupaten Tangerang, yaitu SDN Dadap Kosambi dan SDN Cogrek Pasir Nangka Tigaraksa. Hasilnya, sekolah-sekolah itu kini memiliki standar operasional prosedur ketika terjadi bencana dan mereka telah membentuk tim siaga bencana. WVI bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan beberapa lembaga lain juga mengambangkan portal online pembelajaran sekolah aman bencana yang dapat diakses melalui link https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/user/spab.

 

Tentang Wahana Visi Indonesia (WVI)

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk kesejahteraan anak. WVI selalu berupaya membuat perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, dan mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender. Sejak tahun 1998, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada anak. Ratusan ribu anak di Indonesia telah merasakan manfaat program pendampingan WVI.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: http://www.wahanavisi.org dan silahkan hubungi:

Amanda Putri Nugrahanti, Media Relation Executive

Tel. +62 21 2977 0123 ext. 3304

Email: amanda_nugrahanti@wvi.or.id