LEMBAGA DONOR

Proyek IRED

27 Jul 2018

Proyek IRED dikembangkan Wahana Visi Indonesia di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

Indonesian Rural Economic Development (IRED) diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia Area Program Sumba Timur menggunakan dana dari pemerintah Australia (DFAT) melalui World Vision Australia.

MENGENAL SUMBA TIMUR

Sumba Timur mencakup area seluas 7000,5 km2 dengan total populasi 245.260 orang. Sekitar sepertiga dari penduduknya (68.800 orang) berada di bawah garis kemiskinan (Sumba Timur dalam Angka 2015). Mayoritas penduduknya adalah suku Sumba dan memeluk agama Kristen Protestan. Agama-agama lain yakni Katolik, Islam, Budha, dan Hindu. Cukup banyak dari mereka yang masih percaya pada roh leluhur, keyakinan ini disebut dengan aliran kepercayaan Marapu.

Tradisi dan budaya memainkan pengaruh amat besar dalam kehidupan masyarakat Sumba hingga saat ini. Pelaksanaan upacara perkawinan dan kematian kerap kali menghabiskan sumber daya keluarga dan berdampak pada ketidakmampuan membiayai pendidikan anak mereka.  

Di beberapa tempat, anak remaja terpaksa menikah karena belis (mas kawin) sudah diatur oleh keluarga kedua belah pihak. Akibatnya, banyak di antara mereka yang putus sekolah.  

Selain tantangan sosial, Sumba Timur juga menghadapi tantangan lingkungan. Sumba dianggap sebagai pulau yang kering karena hanya memiliki 4 bulan musim hujan (Desember-April) dan 8 bulan musim kemarau. Sebagian besar wilayahnya terdiri dari tanah berbatu, dan sabana Karena itu, kekurangan air dan pangan menjadi masalah yang harus dihadapi oleh masyarakat.

 

INDONESIA RURAL ECONOMIC DEVELOPMENT (IRED)

Dimulai pada 2015, tujuan Indonesian Rural Economic Development - IRED adalah untuk meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan Pulau Sumba dengan memanfaatkan pendekatan Farmer Managed Development Regeneration (FMNR+) dan Local Value Chain Development (LVCD). FMNR+ atau pendekatan dengan memperbanyakan pohon dan tanaman yang dikelola oleh petani  atau dalam bahasa lokal berarti palotang adalah teknik perawatan, pemeliharaan pohon dan tanaman dengan cara memilih dahan pohon yang paling baik untuk dirawat.  

Sementara, kata kunci dari LVCD adalah chain (rantai) yang berarti hubungan. Jadi peningkatan perekonomian petani atau produsen lokal dapat terjadi dengan membangun hubungan produsen dengan pasar.

 

Durasi Program Fokus Program Kemitraan Wilayah Dampingan Penerima Manfaat (Okt 2108)
2015-2020 Pembangunan Ekonomi dan Pengembangan Masyarakat

 

Pemerintah dari desa sampai kabupaten, gereja, sekolah, Dinas Lingkungan Hidup, Kab. Sumba Timur, Dinas Pendidikan Kab.Sumba Timur, UPT Kehutanan NTT, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Benain Noelmina Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti

Kecamatan Haharu yang terdiri dari 7 desa (Rambangaru, Kadahang, Praibakul, Kalamba, Mbatapuhu, Wunga, Napu) dan 2 desa persiapan (Prailangina, Matawai Pandangu)

Orang Dewasa   : 1799 orang (laki-laki) dan 1132 orang (wanita)

Anak-anak          :  131 orang (laki-laki) dan 167 orang (wanita)

 

Artikel Terkait

04 Jul 2019

Ratusan Anak NTT Ramaikan Perayaan Duta Anak Cleo

Guna mewujudkan komitmen program Duta Anak dalam mengembangkan…

25 Apr 2019

Proyek CLEO untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Anak di Manggarai Timur

Bakat adalah kemampuan terhadap sesuatu yang menunjukkan kemampuan yang telah ada pada diri…

14 Mar 2019

Jembatan Emas Menuju Generasi Emas

Impian untuk memiliki gedung PAUD yang lebih layak bagi anak-anak, kini telah dirasakan…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube