

Tingkat kehadiran bersih sekolah di Papua adalah yang terendah yaitu 67,4% untuk sekolah menengah pertama dan 48,8% untuk sekolah menengah atas (UNICEF, 2020). Salah satu penyebab rendahnya tingkat kehadiran di sekolah adalah pandangan lokal yang menentang anak-anak untuk mengenyam pendidikan. Melihat kondisi yang mengenaskan di Papua, kebutuhan akan pengembangan literasi menjadi prioritas utama.
Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 menyatakan bahwa Asmat termasuk dalam daerah tertinggal, sehingga termasuk dalam kategori 3T. Provinsi Papua Selatan adalah provinsi dengan persentase penduduk miskin terbesar keempat di Indonesia.
Tidak hanya dari segi kemiskinan, Badan Pusat Statistik juga mencatat dari segi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), di mana pada tahun 2024 Provinsi Papua Selatan merupakan provinsi yang memiliki IPM terendah keempat di Indonesia, yaitu sebesar 60.86 (jauh di bawah angka IPM nasional sebesar 75.02). Hal ini kembali menyorot pendidikan sebagai isu penting, karena penilaian IPM mempertimbangkan pengetahuan sebagai salah satu dimensi dasar dalam pembangunan sumber daya manusia.
Rumah Baca bagi anak-anak di Damen akan mendukung perkembangan masyarakat Asmat secara umum.

Berikut hasil studi* Wahana Visi Indonesia pada tahun 2022 yang mengumpulkan data kemampuan anak membaca di Asmat dengan tujuan utama membaca secara komprehensif:
Dari 46 murid kelas 3 di 4 sekolah dasar (SD) dampingan WVI, menunjukkan bahwa
Hanya 5 (4L, 1 P) dari 46 siswa (11%) yang dikategorikan sebagai pembaca dengan pemahaman
Tidak ada siswa yang dikategorikan sebagai pembaca
41 (27 L, 14P) dari 46 siswa (89%) dikategorikan sebagai bukan pembaca
*survei dilakukan pada anak kelas 3 dengan metode School-based Test About Reading (STAR) (World Vision International, 2017). Sebagai pembanding, ada 4 dari 10 anak di Kecamatan Sentani, Jayapura, Jayawijaya, dan Biak Numfor yang memiliki kemampuan membaca dengan pemahaman.

Penyediaan rumah baca akan mendukung proses belajar anak-anak di Damen, Asmat.
Lewat pembangunan rumah baca di Damen, Asmat, layanan akses pusat belajar untuk peningkatan kemampuan membaca anak-anak akan meningkat sebagai tujuan jangka panjang. Sebagai hasil jangka menengah, layanan akses ke pusat belajar di kampung akan meningkat dan sebagai keluaran, masyarakat akan mendukung terciptanya pembudayaan literasi di kampung.
Kegiatan yang akan dilakukan meliputi:
Sosialisasi pembudayaan literasi melalui Rumah Baca
Pelatihan tutor Rumah Baca
Pelatihan orang tua tentang Pojok Baca
Penyediaan dan pengawasan pemakaian fasilitas Rumah Baca

Peningkatan akses terhadap fasilitas dan layanan air minum berkelanjutan bagi populasi rentan di komunitas sasaran.
No data found.