8 Mei 2026
Mariana Kurniawati
Bagikan sekarang

“Ini adalah perubahan besar dalam hidup saya dan keluarga,” ungkap Maria (9). Maksud anak perempuan dari sebuah dusun di Kabupaten Ende ini adalah mudahnya akses air bersih di rumah benar-benar membawa dampak baik bagi dirinya dan kedua orang tuanya.
Sebelumya, anak dan keluarga di dusun tersebut harus memperjuangkan air bersih setiap hari. Terutama para ibu dan anak-anak. Air baru bisa didapat setelah berjalan kaki sejauh lebih dari 1KM. Itupun belum tentu layak digunakan. Kalau musim hujan, air malah keruh karena bersumber dari sungai. Maria sering melihat ibunya kelelahan karena harus bolak-balik mengambil air ke sungai.
“Jalannya capek dan kadang licin. Orang tua selalu bilang supaya hati-hati karena bisa jatuh atau sakit. Kadang saya takut tapi tidak ada pilihan lain karena kami tidak punya air di dekat rumah,” tutur Maria. Kesulitan air bersih ini juga sering membuat Maria berangkat sekolah tanpa mandi. Ketika tangannya kotor setelah bermain, ia tidak bisa memcucinya.
Padahal, guru-guru di sekolah Maria sudah mengajarkan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Contoh sederhananya adalah mandi dua kali sehari dan mencuci tangan pakai sabun. Namun, ia tidak bisa mempraktikkannya di rumah karena air tidak mengalir.
Keseharian anak dan keluarga di dusun tersebut sangat terhambat karena tidak ada akses air. Banyak waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain malah terpakai untuk mengambil air. Tapi, kalau air bersih tidak diambil maka anak-anak tidak bisa minum atau mandi. Mama-mama di rumah tidak bisa masak dan mencuci. Kebun dan ternak juga tidak bisa bertahan hidup.
Karena itu, penyediaan akses air bersih di dusun tempat Maria tinggal jadi sangat penting dan mendesak. Akses air bersih bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar di rumah tapi juga mengembalikan waktu yang seharusnya bisa anak-anak pakai untuk bermain dan belajar. Selain itu, orang tua juga dapat memanfaatkan waktu untuk mengurus kebun dan ternak dengan lebih baik.
Wahana Visi Indonesia (WVI) bekerja sama dengan Indomaret, berkolaborasi dengan masyarakat dusun sepakat untuk mewujudkan akses air bersih yang sudah menjadi harapan warga. “Setiap hari, Bapa dan Mama serta semua orang di dusun ini bagi waktu untuk bisa mengambil bagian dalam pekerjaan ini. Hasilnya sangat memuaskan!” ujar Maria.
Sekarang, Maria hanya perlu beberapa langkah untuk bisa mengambil air bersih. Sebuah kran yang mengalirkan air bersih sudah tersedia di depan rumahnya. Ia bisa menggunakan air tersebut untuk minum, mandi, dan mencuci tangan. Hidup bersih dan sehat bisa ia praktikkan setiap hari. “Airnya bersih dan bisa kami pakai setiap hari,” katanya.
Bukan hanya untuk dirinya, keluarga Maria juga turut berubah. Kalau dulu ibunya sering kewalahan karena harus mengambil air, sekarang ibunya tidak lagi khawatir soal kecukupan air bersih di rumah. “Orang tua saya terlihat lebih tenang. Ibu tidak terlalu lelah seperti dulu dan kami punya lebih banyak waktu bersama di rumah. Bagi saya, air bersih di dekat rumah membuat hidup kami lebih aman dan menyenangkan. Saya merasa lebih sehat dan tidak takut kehabisan air lagi,” pungkas Maria.
Penulis: Wilhemina Seniwati (Koordinator program kantor operasional WVI di Ende)
Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive)