Feodora dan Keluarga: Menata Harapan Kesembuhan

22 Juli 2026

Mariana Kurniawati

Bagikan sekarang

cover image

Sejak masih balita, Feodora berjuang melawan penyakit jantung yang mengancam hidupnya. Dengan pertolongan Tuhan, dukungan keluarga, tenaga kesehatan, serta orang-orang baik yang hadir di setiap proses pengobatan, ia akhirnya berhasil melewati masa sulit. Saat ini, Feodora bisa menjalani hari-harinya sebagai murid Sekolah Dasar dengan penuh sukacita. Pengalaman Feodora dan keluarganya menjadi bukti bahwa harapan, iman, dan kepedulian dapat mengubah perjuangan panjang menjadi kesembuhan.

“Kami hanya ingin melihat Feodora tumbuh sehat, bermain, dan memiliki harapan seperti anak-anak lain di desa,”. Kalimat sederhana ini menggambarkan harapan yang besar dari sebuah keluarga yang tinggal di Kabupaten Nias Selatan.

Perjalanan keluarga ini dimulai ketika Feodora baru berusia sekitar tujuh bulan. Saat itu, dokter mendiagnosis ia mengalami penyakit jantung bawaan (bocor jantung). Kabar tersebut mengubah kehidupan keluarga mereka. Sejak saat itu, setiap hari dipenuhi rasa cemas dan takut. Ketika Feodora menangis, badannya membiru dan lidah menghitam. Aktivitas sederhana seperti berdiri, bermain atau merangkak malah jadi sumber kekhawatiran karena membuat Feodora sesak nafas, kelelahan bahkan berisiko pingsan.

Orang tua Feodora berusaha mencari pengobatan di berbagai fasilitas kesehatan di Kepulauan Nias. Namun, keterbatasan layanan kesehatan membuat dokter tidak dapat memberikan tindakan yang dibutuhkan.

Bagi keluarga sederhana ini, membawa anak berobat ke luar daerah terasa seperti mimpi yang sulit diwujudkan. Di tengah keterbatasan itu, mereka hanya memiliki satu pegangan yaitu, doa dan harapan akan adanya pertolongan dari Tuhan. “Kami pernah merasa tidak ada lagi jalan. Setiap malam kami hanya bisa berdoa agar Tuhan menjaga Feodora. Kami tidak tahu harus meminta pertolongan kepada siapa,” kenang sang ibu.

Harapan mulai tumbuh ketika tahun 2021, Feodora yang merupakan anak sponsor Wahana Visi Indonesia (WVI) mendapat kesempatan untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan penyakit jantung anak di Jakarta.

null

Kesempatan ini menjadi pengalaman yang penuh harapan sekaligus kecemasan. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, dokter menjelaskan bahwa kondisi Feodora membutuhkan tindakan operasi tapi perlu menunggu usianya cukup terlebih dulu. Bila dilakukan saat itu, risikonya sangat tinggi.

Keluarga kembali ke Nias Selatan dengan suasana hati yang tidak menentu. Mereka belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Tapi setidaknya, keluarga ini telah mengetahui bahwa masih ada kesempatan bagi Feodora untuk sembuh di masa depan.

Dua tahun lamanya Feodora menunggu waktu operasi yang tepat. Selama itu juga ia melakukan pengobatan dan kontrol rutin. Kesehatannya terus terjaga dengan penuh perhatian dari kedua orang tua. Setiap kali melihat anak lain berlari bebas, mereka terus berharap suati hari nanti Feodora juga bisa melakukan hal yang sama.

Pada pemeriksaan berikutnya di Jakarta, dokter akhirnya dapat melakukan tindakan perbaikan aliran pembuluh darah menuju paru-paru. Meski demikian, operasi penutupan kebocoran jantung masih belum memungkinkan karena fisik Feodora belum cukup kuat. Sekali lagi, keluarga harus pulang ke Nias Selatan sambil membawa harapan yang masih tertunda untuk terwujud.

Tetapi, menyerah tidak pernah menjadi pilihan. Tahun-tahun berlalu, Feodora tumbuh dengan semangat yang luar biasa. Ia tetap bersekolah, bermain sebisanya, dan menjalani masa kecilnya. Keterbatasan yang ia alami tidak jadi penghalang untuk terus menjalani hari. Orang tuanya dan WVI juga terus mendampingi dan mendukung agar Feodora dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhan.

Akhirnya, pada tahun 2025, kabar yang telah lama dinantikan itu datang. Dokter menyatakan bahwa kondisi Feodora sudah cukup baik untuk menjalani operasi penutupan kabocoran jantung. Kali ini, dukungan lain datang dari program EDM (Every Dream Matters) yang merupakan kolaborasi antara JYP Entertainment dengan WVI. Operasi pun dilakukan dan berjalan dengan lancar.

Setelah perawatan selama dua minggu, Feodora kembali ke Nias Selatan. Kontrol dengan dokter tetap dilakukan secara daring.

Momen yang paling membahagiakan terjadi pada 2026. Dokter menyatakan Feodora telah pulih sepenuhnya. Kabar ini merupakan jawaban atas doa yang mereka panjatkan selama bertahun-tahun. Kini, Feodora bisa menjalani hidup yang utuh sepenuhnya.

“Sekarang saya senang karena sudah sehat. Saya bisa bermain dan berlari bersama teman-teman tanpa takut sesak lagi. Saya ingin rajin belajar supaya nanti bisa membantu banyak orang,” tuturnya.

“Melihat anak kami berlari adalah hadiah terbesar yang pernah kami terima. Dulu, kami hanya bisa menangis dan berdoa karena merasa tidak ada harapan. Hari ini kami melihat Feodora pergi ke sekolah dengan senyum lebar. Kami percaya Tuhan bekerja melalui banyak orang yang peduli kepada keluarga kami. Terima kasih untuk setiap pendampingannya selama ini. Bantuan ini bukan hanya menyelamatkan nyawa Feodora, tapi juga mengembalikan harapan keluarga kami,” pungkas ayah dari Feodora.

Penulis: Juni Arman Hulu (Koordinator Program di kantor operasional WVI di Nias Selatan)

Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive)

Feodora dan Keluarga: Menata Harapan Kesembuhan