ASKA Kini untuk Nanti

ASKA Kini untuk Nanti

Banyak orang yang mengetahui dan menyadari betapa pentingnya dana darurat bagi seseorang atau keluarga. Namun, mengetahui dan menyadari saja tidak cukup. Terkadang karena pertimbangan pengalaman sendiri maupun orang lain dapat menjadi pemicu yang sangat kuat bagi seseorang untuk mengubah perilaku, termasuk perilaku untuk menyiapkan dana darurat bencana. 

Ibu Susi dari Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur adalah seorang ibu yang sudah mengalami perubahan di atas. Sekarang, ia menjadi anggota simpan pinjam untuk kesejahteraan anak yang dikenal dengan sebutan ASKA. Ibu Susi memutuskan setia bergabung di kelompok ASKA setelah merasakan manfaatnya.  

“Pada pukul dua dini hari tiba-tiba anak saya kecelakaan lalu lintas dan membutuhkan biaya mendadak untuk pengobatan dan derek kendaraan yang dia gunakan. Syukur Alhamdulilah, pinjaman yang saya dapat dari ASKA di siang hari menjadi jalan keluar yang sangat praktis. Kalau tidak ada pinjaman dari ASKA, saya benar-benar tidak tahu bagaimana saya bisa menolong anak saya saat itu juga,” cerita Ibu Susi. 

Siapa yang dapat menduga kapan terjadinya musibah atau bencana. Pengalaman ini sangat berharga bagi Ibu Susi dan membuatnya makin yakin akan pentingnya ketersediaan dana darurat. “Padahal waktu siangnya itu, saya tidak ada niatan meminjam. Tapi harus meminjam karena mengikuti kesepakatan, kelompok anggota yang belum pernah meminjam harus melakukan peminjaman agar modal kelompok tetap bergulir. Jujur saat itu saya merasa tidak membutuhkan pinjaman namun saya hanya ingin menghormati kesepakatan bersama kelompok,” ujarnya. 

Ibu Susi mengaku sebelumnya ia bermaksud untuk tidak bergabung lagi dengan kelompok ASKA karena merasa kesulitan mengatur keuangan keluarga, namun setelah merasakan manfaatnya pada masa krisis serta mendadak, ia memutuskan untuk terus lanjut menjadi anggota ASKA di Kelurahan Cililitan. 

“Saya merasa sangat terbantu menjadi anggota kelompok ASKA, terlebih saat itu pinjaman dapat saya cicil selama dua bulan dengan jasa pinjaman yang sangat rendah sesuai kesepakatan kelompok di awal pembentukan. Karena ada ASKA yang diperkenalkan oleh WVI, anak dan keluarga saya benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkasnya. Melalui proyek USAID KUAT (Komunitas Perkotaan Untuk Aksi Tangguh), WVI pun memperkuat keterampilan pengelolaan keuangan rumah tangga masyarakat dampingan. 

Pengalaman pribadi Ibu Susi pun menjadi salah satu pemantik terbentuknya kelompok ASKA lainnya di Kelurahan Cililitan. Bahkan saat ini, terdapat anggota kelompok ASKA yang berusia 19 tahun, biasa dipanggil Fatma. Saat ini Fatma sedang memulai usaha makanan ringan dan sudah menggunakan pinjaman di ASKA untuk kebutuhan modal usaha kecil-kecilannya.  

“Saya merasa mendapat dukungan dari ibu-ibu sekampung untuk kelancaran usaha saya yang masih baru. Jarang-jarang loh anak muda langsung mendapat kepercayaan untuk modal usaha, jadi saya pikir ini adalah jalan dan petunjuk baik untuk kemajuan usaha saya saat ini,” kata Fatma saat mengikuti pelatihan fasilitator ASKA di Jakarta pada November 2023. 

 

 

Penulis: Dina Tobing (Staf proyek USAID KUAT) 

Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive


Artikel Terkait