28 Agustus 2026
Mariana Kurniawati
Bagikan sekarang

Program PASTI mulai diimplementasikan di Kabupaten Malang pada tahun 2023 sebagai salah satu upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah Pos Gizi DASHAT (PGD), yang mengintegrasikan pendekatan Pos Gizi berbasis Positive Deviance yang telah lama dikembangkan oleh Wahana Visi Indonesia dengan konsep Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang diinisiasi oleh BKKBN. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga perubahan perilaku pengasuhan dan praktik pemberian makan di tingkat keluarga dan masyarakat.
Pada saat itu, pelaksanaan DASHAT oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) di beberapa Kampung KB di Kabupaten Malang masih berjalan dengan berbagai variasi, belum memiliki standar yang seragam terkait sasaran, mekanisme pelaksanaan, materi edukasi, maupun sistem pemantauan.
Melalui implementasi Pos Gizi DASHAT (PGD) dari Program PASTI sejak tahun 2023 tepatnya bulan November, DPPKB Kabupaten Malang mulai melihat adanya pendekatan yang lebih sistematis dan terstruktur dalam upaya pencegahan stunting. Mulai dari penetapan sasaran keluarga berisiko stunting, skrining kesehatan awal, pemberian menu gizi seimbang, edukasi kepada orang tua dan pengasuh, serta monitoring perkembangan sasaran. Pengalaman pendampingan dan monitoring bersama memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai bagaimana ke depannya DASHAT dapat dijalankan secara terstruktur, terukur, dan berorientasi pada perubahan perilaku keluarga sasaran.
"Saya sangat tertarik untuk melakukan replikasi pada wilayah desa dan kecamatan lain, mengingat saat ini sudah ada bentuk konsep Pos Gizi DASHAT yang jelas, meskipun katakanlah tidak semua secara utuh tereplikasi dalam implementasinya, khususnya pendekatan kelas makan," ungkap Bu Chusnul dari DPPKB Kabupaten Malang.
Berbekal pembelajaran tersebut, pada tahun 2024 DPPKB Kabupaten Malang mulai berinisiasi melakukan replikasi dengan mengadopsi pendekatan intervensi Pos Gizi DASHAT (PGD) dari Program PASTI melalui dukungan anggaran daerah. Beberapa komponen yang diadopsi antara lain pelatihan kader/relawan desa/kelurahan, pemilihan sasaran DASHAT (Baduta 1T), skrining kesehatan awal (H-0), kelas edukasi dan demonstrasi masak, penggunaan rapor DASHAT, penggunaan menu Pos Gizi DASHAT dari hasil temuan menu keluarga PD yang dilaksanakan di Program PASTI, serta pemantauan perubahan perilaku pada hari ke-30, 60, dan 90.
Perubahan mulai terlihat di tahun 2025. Dari yang sebelumnya hanya dilaksanakan di beberapa lokasi DASHAT, Kabupaten Malang berhasil memperluas implementasi menjadi 118 Pos DASHAT di desa/kelurahan. Tidak hanya itu, beberapa desa mulai mengembangkan inovasi mandiri, seperti dokumentasi menu DASHAT dalam bentuk video dan dibagikan melalui grup WhatsApp sebagai media edukasi bagi orang tua dan pengasuh baduta. Desa-desa lain juga mulai mengalokasikan dukungan anggaran desa untuk memperkuat implementasinya agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Momentum tersebut kemudian diperkuat pada tahun 2026, melalui dukungan APBD sebesar Rp2,86 miliar. Replikasi Pos Gizi DASHAT dalam implementasi DASHAT Kabupaten Malang diperluas hingga mencakup 390 desa dan kelurahan. Pelaksanaannya melibatkan DPPKB, Dinas Kesehatan, TP PKK, bidan desa, PLKB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga relawan Pos Gizi DASHAT yang sebelumnya terlibat dalam Program PASTI.
Perubahan terbesar bagi Kabupaten Malang bukan hanya pada skala pelaksanaan, tetapi pada hadirnya standar yang lebih seragam dalam menjalankan DASHAT. Desa dan kelurahan kini memiliki acuan yang sama dalam menentukan sasaran, memberikan edukasi gizi, menyusun menu, serta memantau perkembangan sasaran keluarga berisiko stunting.
"Saya senang bisa berbagi pengalaman di pelatihan pengembangan DASHAT di 390 desa di Kabupaten Malang ini. Saya bangga karena sesuatu yang saya dapat dari Program PASTI ternyata bermanfaat bagi banyak orang. Menu Pos Gizi DASHAT yang setiap hari diberikan kepada sasaran ternyata bisa diimplementasikan di desa lain. Saya juga diminta beberapa koordinator wilayah PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) untuk memfasilitasi pelatihan kader dan relawan yang akan melaksanakan DASHAT di desanya," tutur Bu Devy, relawan Pos Gizi DASHAT dari salah satu desa model dampingan Program PASTI.
Dari pembelajaran di 29 desa dampingan Program PASTI, lahir sebuah pendekatan yang kini direplikasi dan diadopsi menjadi kebijakan daerah, menjangkau 390 desa dan kelurahan di Kabupaten Malang. Sebuah perubahan yang menunjukkan bagaimana praktik baik di tingkat desa dapat berkembang menjadi gerakan di tingkat kabupaten.
Program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia) adalah program kemitraan antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan, Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan PT Bank Central Asia Tbk. Program ini diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia sebagai pelaksana utama dan Yayasan Cipta sebagai sub-pelaksana.
Penulis: Dian Agustin dan Christine Lora Egaratri (Staf program PASTI)