Desa Hebat Dimulai dari Ibu yang Peduli

29 Juni 2026

Mariana Kurniawati

Bagikan sekarang

cover image

Ibu Susana mulai berdomisili di salah satu desa dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI), di Sumba Barat Daya, pada 2020. Ia seorang perawat yang bertugas mendampingi kegiatan Posyandu. Tahun 2024 menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya. Ibu Susana dipercaya menjadi Penjabat Sementara Desa. Peran ini ia jalani hingga sekarang.

Dalam perjalanan pengabdiannya, di sela-sela kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), berperan sebagai pemimpin desa, hatinya selalu tergerak untuk lebih mengenal dan terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan yang berdampak baik pada anak-anak di desanya.

Sejak awal mendampingi Posyandu, masalah yang ia temukan hampir selalu sama yaitu, rendahnya kehadiran balita dan orang tua di Posyandu, keterbatasan administrasi, kurangnya sarana dan prasarana, hingga kondisi gedung Posyandu yang belum memadai. Keterbatasan anggaran desa juga membuat banyak hal belum dapat dilakukan untuk mendukung pelayanan Posyandu secara maksimal. Namun, langkah perjuangan Ibu Susana tidak terhenti oleh tantangan-tantangan ini. Baginya, anak-anak adalah masa depan desa. Tidak ada kata menyerah untuk terus memperjuangkan akses kesehatan bagi anak-anak.

Jawaban dari tantangan ini satu per satu mulai tampak dalam masa kepemimpinan Ibu Susana saat ini. Ia mulai melihat bahwa anggaran desa dapat mengakomodir pelaksanaan Posyandu bagi seluruh anak dengan optimal. Selama ini, anggaran dari pemerintah kabupaten hanya diperuntukkan bagi anak stunting. Namun, sebagai seorang ibu, ia merasa bahwa semua anak berhak mendapat perhatian yang sama. Bukan hanya anak-anak yang masuk kategori tertentu.

Karena itu, dengan inisiatif dan rasa kepedulian, Ibu Susana mengupayakan adanya Pemberian Makanan Tambahan Penyuluhan (PMT Penyuluhan) secara merata kepada seluruh balita sasaran Posyandu. Harapannya sederhana yaitu, agar orang tua semakin rajin mendampingi anak-anak datang ke Posyandu.

Cara ini ternyata efektif. Adanya PMT Penyuluhan membawa sukacita bagi masyarakat desa. Orang tua merasa senang dan bangga karena untuk pertama kalinya Posyandu di desa menyediakan PMT Penyuluhan.

Tidak hanya itu, Ibu Susana juga mendukung pelayanan Posyandu melalui penyediaan meja untuk tiga Posyandu. Ia juga merencanakan pengadaan alat timbang digital. Walaupun pengadaan ini belum tercantum dalam anggara dana desa, ia tetap berupaya mewujudkannya dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.

Bagi Ibu Susana, kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, kader-kader yang telah ada di desa akan terus dipertahankan dan didukung. Memang masih banyak kader yang belum mendapat pelatihan secara maksimal mengenai tugas dan peran mereka. Tetapi Ibu Susana percaya bahwa dengan pendampingan, dorongan, dan proses yang terus berjalan, perubahan baik akan perlahan terwujud.

Ia mendorong keterlibatan aktif para kader desa perti KPM, kader Posyandu, kader malaria, dan kader BKB. Ia memastikan bahwa kader-kader ini terus terpapar pendampingan rutin dari WVI beserta mitra lokal Yayasan Harapan Sumba (YHS), serta Puskesmas rujukan. Selain juga, selalu memantau apakah kader memperoleh insentif dari dana desa yang sesuai dengan kerja nyata di masing-masing Posyandu.

Bagi Ibu Susana, kolaborasi antara pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, WVI, dan YHS bukan sekedar pekerjaan melainkan kehadiran yang tulus untuk melayani anak-anak dan masyarakat desa. Kini, buah baik dari setiap upaya yang sudah dilakukan beberapa tahun belakangan mulai terlihat. Tingkat partisipasi orang tua dan balita dalam kegiatan Posyandu semakin baik.

Kiprah Ibu Susana turut meluas ke pengelolaan Bumdes dengan jenis usaha ayam petelur. Tujuannya tentu saja untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, khususnya kebutuhan protein hewani. Selain juga dapat menjadi sumber penghasilan keluarga-keluarga di desa. Menurutnya, isu kesehatan balita dengan ekonomi keluarga tidak dapat dipisahkan. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu dikembangkan di desa.

Dengan kasih, pelayanan, dan perjuangan yang tulus, perubahan di desa sedang dibangun sedikit demi sedikit. Semua upaya baik ini dilakukan demi menyaksikan generasi masa depan yang lebih sehat, kuat, tangguh, dan penuh harapan.

Penulis: Gita Susi Loru (Staf lapangan Yayasan Harapan Sumba)
Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive)

Desa Hebat Dimulai dari Ibu yang Peduli