Forum Anak di Bengkayang Peduli Akses Pendidikan

11 Mei 2026

Mariana Kurniawati

Bagikan sekarang

cover image

Yomi (16) merupakan anak perempuan yang menjadi pemimpin Forum Anak di sebuah desa di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Perannya saat ini membuat Yomi sering berinteraksi dengan teman-teman seusianya. Dari situ, ia mulai sadar bahwa cukup banyak anak di desanya yang putus sekolah.

Hal ini didukung juga dengan data Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang menunjukkan bahwa terdapat 7.064 anak tidak atau putus sekolah. Yomi merasa prihatin. “Menurut saya, pendidikan sangat penting untuk masa depan. Jika semakin banyak anak berhenti sekolah, maka akan semakin sulit bagi mereka untuk meraih cita-cita dan mendapat kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

Keprihatinan tersebut mendorong inisiatif Yomi dan anggota Forum Anak untuk mengadakan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan. Selama ini, Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama mitra lokal PPA TIKA, telah rutin mendampingi Forum Anak melalui berbagai kegiatan edukasi. Kini saatnya, Yomi dan teman-teman yang mendampingi anak-anak lain di desa mereka. Apa yang sudah WVI dan PPA TIKA bagikan menjadi pemicu bagi Yomi untuk menyampaikan pendapat dan mengangkat isu-isu anak. Contohnya saat ini adalah, isu akses pendidikan.

“WVI sudah melatih kami untuk memetakan isu anak yang terjadi di desa. Selain itu, kami juga diberi kesempatan untuk bisa menyusun program yang mengatasi isu-isu anak tersebut. Kami diberi kepercayaan untuk memimpin proses perencanaan kegiatan, penyusunan materi, sampai ke pelaksanaan. Dukungan tersebut membantu Forum Anak mempersiapkan kegiatan jadi lebih terarah,” ungkap Yomi.

Tiba waktunya kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan diadakan. Kegiatan ini melibatkan anak-anak di desa yang sudah tidak melanjutkan sekolah. Dalam kegiatan itu, Yomi menjadi pemateri. Ia menyampaikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Dengan bersekolah, anak-anak bisa menggapai mimpi dan cita-cita, memiliki pengetahuan yang lebih luas, serta mendapat pekerjaan yang lebih baik di masa depan.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan dapat membantu anak-anak menjadi pribadi yang berguna bagi keluraga dan lingkungan sekitar. “Saya berharap, tidak ada lagi anak yang putus sekolah di desa. Saya ingin melihat tempat tinggal saya menjadi desa yang maju dan terus berkembang melalui generasi muda yang berpendidikan. Selain itu, saya juga mengajak teman-teman untuk aktif dalam kegiatan positif seperti Forum Anak. Kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk menyuarakan hak-hak anak agar tetap dilindungi,” ujarnya lugas.

Di akhir materinya, Yomi menyampaikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang semangat belajar anak-anak, tapi juga keterlibatan orang tua dan pemerintah desa. Ia ingin agar setiap pihak mengambil langkah kecil, seperti dirinya melalui Forum Anak, agar dapat membawa dampak baik bagi masa depan pendidikan anak-anak di desa.

Yomi dan anggota Forum Anak telah menjadi contoh positif bagi anak lain dan warga desa. Ia menunjukkan kepedulian dan keberanian untuk mengambil peran. Aspirasi Yomi dan anak-anak lain di desanya sangat berharga karena hal ini membuktikan bahwa anak-anak mampu menjadi agen perubahan di desa, mulai dari sesuatu yang sederhana tapi bermakna.

Penulis: Lolita Octvienty (Fasilitator Lapangan PPA TIKA, mitra pelaksana program WVI di Bengkayang)

Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive)