23 Maret 2026
Mariana Kurniawati
Bagikan sekarang

Roda kehidupan keluarga Mitchel (10) tersendat karena akses air bersih masih terhambat. Semua aktivitas harian Mitchel dan keluarganya membutuhkan air: minum, masak, mandi, cuci, juga kebun atau ternak. Selama ini akses air bersih masih jauh dari tempat tinggalnya. Mitchel dan anak-anak lain di desa yang berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan ini perlu upaya ekstra untuk mengakses air bersih.
“Mitchel ambil air di embung*. Kalau air bersih tidak ada di sana, baru ambil di mata air. Habis itu pulang, di rumah istirahat sedikit. Agak sore begitu, Mitchel ke embung lagi, timba-timba air,” tutur Mitchel yang juga siswa kelas 5 SD.
Sekali perjalanan mengambil air bersih membutuhkan waktu satu setengah jam berjalan kaki. Pergi membawa jerigen kosong, tapi pulang membawa beban jerigen yang terisi air. Sulit dan beratnya mengakses air bersih ini kerap membuat Mitchel kesal dan lelah. “Biasanya Mama suruh pergi timba air. Mitchel bilang, nanti baru ditimba air. Masih main sama teman dulu. Kadang marah dengan Mama, karena Mitchel setiap hari timba air terus,” ungkapnya jujur.
Dalam sehari, Mitchel dan keluarganya membutuhkan waktu kurang-lebih tiga jam untuk bisa mendapat air bersih. Mama Seh dan Bapak Agus, ibu dan ayah Mitchel, bahkan butuh berjalan kaki lebih lama ketika masih seusia Mitchel. Hingga saat ini, masih belum ada keran yang mengalirkan air bersih di rumah mereka, begitu juga di rumah-rumah lain yang berada di desa tersebut. Setiap hari, Mitchel masih harus menempuh perjalanan panjang dengan dua jerigen berisi air di tangan kiri dan kanan. Begitu juga dengan kedua orang tuanya. Bahkan Bapak Agus bertugas membawa empat jerigen sekali perjalanan mengambil air.
“Jadi ambil air ini juga harus usahakan waktu. Pulang cepat supaya jangan sampai Mitchel terlambat masuk sekolah. Kita sama-sama pergi timba air supaya separuh bisa buat cuci muka, separuh untuk cuci piring, dan ada juga yang ke toilet,” tutur Mama Seh.
Harapan yang paling mendesak untuk Mitchel dan keluarganya adalah mudahnya akses air bersih. Mitchel bermimpi ada keran dengan air bersih yang mengalir di dekat rumah. Jadi ia dan anak-anak lain di desanya tidak perlu lagi lelah menimba air. Mama Seh juga menyatakan, “Air bersih ini sangat penting supaya kesehatan keluarga bisa baik. Kalau air bersih tidak ada, kita mau masak pakai apa. Kalau haus, mau minum pakai apa. Kami selalu butuh air bersih untuk keluarga,”.
*Bendungan kecil atau kolam buatan yang berfungsi menampung air hujan dan limpasan permukaan.
Penulis: Mariana Kurniawati (Communication Executive)