31 Agustus 2026
Mariana Kurniawati
Bagikan sekarang

Sebelum adanya program peternakan ayam petelur di desa, masyarakat harus pergi ke pasar terlebih dahulu. Jarak pasar yang cukup jauh serta biaya transportasi sering kali menjadi kendala bagi warga untuk mendapatkan telur secara rutin. Padahal telur merupakan salah satu sumber pangan bergizi yang mudah diolah di rumah.
Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Melalui pendampingan yang dilakukan oleh kantor operasional Wahana Visi Indonesia (WVI) di Kabupaten Ende, desa telah berhasil memiliki peternakan ayam petelur. Pengelolanya adalah kelompok ASKA (Asosiasi Simpan Pinjam untuk Kesejahteraan Anak) yang sudah ada di desa. Telur sudah tidak lagi jadi barang langka. Kehadiran peternakan ayam petelur memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh telur tanpa harus pergi ke pasar.
“Sebagai anggota kelompok ASKA, kami memperoleh pembagian telur secara gratis setiap bulan. Anak-anak yang mengikuti kegiatan posyandu juga mendapatkan satu butir telur rebus setiap bulan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT),” ujar Fransiska, seorang ibu yang turut mengurus peternakan ayam petelur ini.
Kehadiran peternakan ayam petelur ini tidak hanya memudahkan masyarakat dalam mencukupi pangan keluarga, tetapi juga sangat membantu para orang tua dalam memenuhi kebutuhan protein hewani demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Kami sangat senang dan bersyukur karena sekarang anak-anak dapat mengonsumsi telur setiap hari. Kebutuhan protein hewani mereka dapat kami penuhi setiap hari,” imbuh Fransiska.
Selain memberikan manfaat bagi keluarga, usaha peternakan ayam petelur ini juga membuka peluang bagi kelompok peternak untuk meningkatkan pendapatan. Kelebihan telur yang dihasilkan, dijual kepada masyarakat di dalam maupun di luar desa. Hasil penjualan tersebut kemudian disimpan dan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan serta keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur ini.
“Masyarakat lain juga dapat membeli telur dengan harga yang lebih murah, sedangkan kami mempunyai tabungan dari hasil penjualan telur yang akan digunakan untuk kelanjutan usaha peternakan ayam petelur ini,” pungkas Fransiska dengan penuh rasa syukur.
Perubahan ini menunjukkan bahwa peternakan ayam petelur tidak hanya mendukung pemenuhan gizi anak, tetapi juga meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan bergizi dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga. Kini, telur lebih terjangkau untuk keluarga-keluarga di salah satu desa di Kabupaten Ende.
Program peternakan ayam petelur yang dilakukan di desa dampingan WVI di Kabupaten Ende merupakan hasil dukungan dari para donor dan sponsor yang mendukung kampanye ENOUGH yang dilakukan pada Januari-April 2025.
Penulis: Benedikta Da Silva (Staf kantor operasional WVI untuk klaster Flores Tengah)
Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive)