24 Maret 2026
Mariana Kurniawati
Bagikan sekarang

Pelaksanaan kelas Pos Gizi dan DASHAT (PGD) di sejumlah desa di Kabupaten Bengkayang selama bulan Agustus 2025 membawa dampak positif dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan status gizi anak serta ibu hamil. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan praktik pemberian gizi yang lebih baik di kalangan masyarakat.
Menariknya, kini pelaksanaan PGD berjalan karena adanya inisiatif dan dukungan nyata dari pemerintah desa dan masyarakat. Salah satu contoh praktik baik datang dari salah satu desa di Kabupaten Bengkayang.
Sejak Juli, kegiatan PGD di desa tersebut telah diikuti oleh 17 anak, dengan 11 di antaranya aktif mengikuti sesi kelas makan. Hasilnya, 6 anak mengalami kenaikan berat badan sebanyak minimal 200 gram. Sementara itu, dari 4 ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang menjadi sasaran, 2 ibu hadir secara aktif dan lengkap dalam kegiatan, serta 3 ibu menunjukkan peningkatan berat badan. Capaian ini mencerminkan dampak positif dari intervensi gizi yang dilakukan, baik untuk anak-anak maupun ibu hamil.
Di desa ini, seluruh biaya makan selama pelaksanaan kelas PGD ditanggung oleh desa. Bahkan, kepala desa ikut menyumbang secara pribadi untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik. Desa juga aktif memfasilitasi kebutuhan warga selama kegiatan berlangsung, mulai dari tempat, logistik, hingga dukungan teknis lainnya.

Tak sampai di situ saja, pemerintah desa juga menunjukkan dukungan dalam berbagai bentuk, seperti mengalokasikan untuk transportasi relawan, menyediakan bahan makanan dan kebutuhan dapur, hingga membantu operasional kegiatan. Keterlibatan ini membuktikan bahwa desa bukan hanya pelaksana, tapi juga penggerak utama perubahan di tingkat lokal.
Meskipun masih ada tantangan, seperti kebiasaan orang tua yang belum sepenuhnya mendukung kehadiran anak ke kelas makan, serta keterbatasan air bersih di beberapa wilayah, semangat desa untuk mendorong perbaikan gizi tetap tinggi.
Juriah, Ketua TP PKK setempat, menyampaikan, “PGD ini sudah menjadi tanggung jawab kami. Kami akan terus memantau agar anak-anak mendapatkan gizi yang cukup.” Kepala Desa Pasti Jaya juga menegaskan, “Kami ingin menangani stunting secara serius. Program ini sangat membantu, dan kami ingin terus mendukung pelaksanaannya sebaik mungkin.”
Kegiatan PGD merupakan bagian dari Program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia), sebuah kemitraan antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan PT Bank Central Asia Tbk. Program ini diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia hingga Januari 2027, dengan tujuan mempercepat penurunan stunting dan perbaikan gizi anak-anak di Indonesia.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mitra program, upaya pencegahan stunting di Kabupaten Bengkayang terus menunjukkan arah yang positif dan berdampak nyata untuk upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
Penulis: Mariana, Lea Sabrina (Tim Program PASTI)