Memperingati Hari Anak Nasional dengan Kesadaran Penuh

Memperingati Hari Anak Nasional dengan Kesadaran Penuh

Seringkali peringatan hari besar hanya sebatas selebrasi saja, tidak ada kesadaran penuh akan makna hingga sejarah mengenai hari besar tersebut. Padahal hari besar bisa menjadi momen untuk melakukan refleksi dan menentukan resolusi untuk bisa mendapatkan hari depan yang lebih baik. Hal tersebut merupakan mindset yang perlu untuk ditanamkan ketika memperingati hari anak nasional yang bisa dilewati dengan penuh kesadaran.

Riwayat dari Hari Anak Nasional di Indonesia

Anak merupakan elemen penting yang ada di masyarakat, di mana anak merupakan harapan yang dipunyai untuk generasi masa depan. Agar bisa mencapai generasi emas, maka merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak sehingga bisa membangun generasi yang unggul di masa depan. Semangat tersebut juga bisa berkaca dari sejarah adanya hari anak nasional.

Hari yang penting untuk peringatan bagi anak-anak di seluruh Indonesia merupakan usul dari Kongres Wanita Indonesia pada tahun 1951 mengenai penetapan hari untuk memperingati anak-anak. Sebelumnya hari anak dikenal dengan hari kanak-kanak nasional yang diadakan pada tahun 1952. Pada hari tersebut terdapat perayaan yang diadakan dengan pawai di Istana Merdeka yang disambut langsung oleh presiden kala itu yaitu Ir. Soekarno. Setelah perayaan pertama kali tersebut, kemudian perayaan di tahun selanjutnya direncanakan dengan lebih serius. 

Hari Anak Nasional sendiri mengalami beberapa perubahan, yaitu:

  • Pada awalnya hari anak hanya ditetapkan setiap tahunnya tanpa mempunyai tanggal yang tetap. Untuk waktu penetapan biasanya adalah ketika minggu kedua bulan Juli yang dipilih karena merupakan waktu pada kenaikan kelas, sehingga memang merupakan waktu libur. Waktu penetapan tersebut dipilih pada Sidang Kowani tahun 1953 yang digelar di Bandung.
  • Kemudian pada tahun 1959, hari anak mulai ditetapkan secara khusus yaitu tangga 1 hingga 3 Juni. Waktu tersebut diperingati sebagai hari anak yang ada di Indonesia. Untuk alasan penetapan waktu 1-3 Juni adalah karena dekat dengan ulang tahun dari presiden RI yaitu Soekarno yang lahir pada 6 Juni. Selain itu, hari anak juga dipilih pada tanggal tersebut karena dekat dengan hari anak yang dirayakan secara internasional.

  • Sedangkan untuk perubahan selanjutnya adalah saat orde baru. Hari Anak ditetapkan untuk diperingati pada tanggal 23 Juli. 

Hari Anak Nasional Dilihat dari Perlindungan yang Ada di Undang-Undang

Seperti yang telah disebutkan di atas, ketika hari anak maka juga bisa disambut dengan penuh kesadaran. Di mana aplikasi dari kesadaran tersebut tentunya adalah hak yang dipunyai anak-anak di dalam undang-undang yang ada di Indonesia. Karena dengan melihat hal tersebut maka bisa mengetahui peranan negara yang hadir dalam peranan untuk perlindungan anak yang menjadi kelompok rentan.

Hak yang dipunyai anak dan tercantum dalam undang-undang negara Indonesia sendiri terdiri dari:

  • Hak anak yang ditetapkan dan dilindungi dalam undang-undang nomor 4 tahun 1979. Di dalam aturan pertama yang membahas mengenai perlindungan anak, beberapa perlindungan yang diberikan untuk anak adalah hak untuk kesejahteraan, perawatan, mendapatkan asuhan, dan juga kasih sayang. Sehingga jelas bahwa anak berhak untuk mendapatkan berbagai hal terbaik, kasih sayang dan juga pemenuhan kebutuhan yang diberikan oleh keluarga.

  • Hak selanjutnya yang dipunyai anak adalah untuk mendapatkan pelayanan yang dapat mengembangkan kemampuan yang dipunyai serta kehidupan sosialnya. Sehingga anak akan mempunyai kehidupan sosial yang baik sebagai bekal untuk dapat bersosialisasi di masyarakat.

  • Hak anak juga mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan yang diberikan mulai dari kandungan hingga setelah anak lahir.

  • Hak anak juga perlu untuk mendapatkan lingkungan yang nyaman dan aman sebagai tempat untuk tumbuh dan berkembang.

Untuk selanjutnya, ada konvensi hak anak yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru, yaitu tepatnya pada tanggal 5 september 1990 yang meratifikasi Undang-undang tentang hak anak. Di mana peraturan menurut Keputusan Presiden nomor 36 pada tahun 1990 memberikan keputusan yang dapat untuk memperkuat perlindungan anak. Sedangkan pada periode Presiden pertama di Indonesia yaitu Megawati Soekarno Putri, mengesahkan Peraturan Undang-undang nomor 23 pada tahun 2002.

Perlindungan akan hak anak dimulai sejak adanya pernyataan hak anak tahun 1923 oleh Eglantyne Jebb. Deklarasi tersebut penting untuk mengetahui cakupan dari hak anak yang dipunyai sehingga bisa untuk diwujudkan dan membantu pertimbangan dalam memperingati hari anak nasional yang penuh kesadaran adalah anak-anak yang berhak untuk mendapatkan hal berikut ini:

  • Anak-anak bisa untuk mendapatkan hak atas nama dan juga kewarganegaraan. Sehingga bisa mendapatkan nama yang baik diberikan oleh orangtua setelah lahir.

  • Anak bisa untuk mendapatkan kebangsaan yang akan mendapatkan perlindungan apabila mempunyai status sebagai warga negara dari bangsa tertentu.

  • Anak juga perlu untuk menerima perlakuan yang adil dan persamaan tanpa mendapatkan diskriminasi baik karena usia, gender, dan juga lainnya.

  • Anak perlu untuk mendapatkan hak untuk perlindungan, pendidikan, bermain, hingga juga rekreasi yang dibutuhkan.

  • Anak perlu untuk mendapatkan hak untuk makanan, kesehatan, dan juga berpartisipasi dalam pembangunan yang perlu dilakukan.

 

Manfaat Peringatan Hari Anak Nasional

Peringatan dari Hari Anak Nasional tentunya untuk mengingat mengenai sejarah perjuangan dan kemudian merefleksikan dari tantangan yang dihadapi untuk memperjuangkan hak anak yang ada di Indonesia. Sehingga peringatan Hari Anak akan penuh kesadaran dan bisa menjadi motivasi untuk dapat berusaha memberikan anak kehidupan yang lebih baik sebagai generasi penerus di masa depan.

Manfaat adanya peringatan hari anak sendiri, selain sebagai pengingat, bisa juga berbagai hal lainnya sebagai berikut ini:

  • Manfaat peringatan dari Hari Anak di Indonesia dapat untuk membantu meningkatkan kesadaran serta pemahaman yang dipunyai masyarakat mengenai perlindungan yang dibutuhkan dan bisa diberikan oleh anak. Setiap hari besar maka akan ada narasi yang memberikan informasi mengenai hari tersebut sehingga bisa memberikan kesadaran pada masyarakat.

  • Manfaat peringatan Hari Anak juga dapat untuk membuat perubahan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai respon dari keinginan yang dipunyai oleh masyarakat. Dengan lebih banyak masyarakat yang mengetahui mengenai pentingnya perlindungan anak, maka akan bisa membantu untuk mendorong perubahan kebijakan yang ada di program tingkat pemerintahan.

  • Manfaat Hari Anak yang diperingati setiap tahunnya juga dapat memberikan penghargaan pada perjuangan anak yang telah dilakukan. Sehingga memberikan apresiasi untuk setiap pihak yang berusaha untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak di Indonesia.

Perjuangan akan hak dan perlindungan anak dilakukan oleh banyak pihak termasuk juga Wahana Visi Indonesia. Kami berusaha untuk memperingati Hari Anak Nasional dengan kesadaran, bahwa perjuangan untuk hak anak di Indonesia mendapatkan masa depan lebih baik akan terus perlu dilakukan. Bagi yang ingin turut bergabung dalam perjuangan untuk menjadikan anak di Indonesia mempunyai masa depan lebih baik sebagai generasi penerus, maka bisa bergabung dengan berbagai program yang Kami tawarkan di Wahana Visi Indonesia.


Artikel Terkait