Mengilustrasikan Harapan untuk Anak-anak di Papua

18 Mei 2026

Mariana Kurniawati

Bagikan sekarang

cover image

Bagi kebanyakan orang, akses untuk membaca bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, hal ini masih menjadi tantangan nyata bagi anak-anak di Papua. Keterbatasan akses terhadap bahan bacaan untuk anak tidak hanya membatasi proses belajar tapi juga memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat di sekitarnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, Papua masih menjadi wilayah dengan IPM terendah di Indonesia. Di sinilah, kolaborasi antara Wahana Visi Indonesia (WVI), Bina Nusantara University (BINUS), Jakarta International University (JIU), dan Universitas Pelita Harapan (UPH) hadir untuk mendukung upaya menghadapi tantangan tersebut.

Sebanyak 1.980 buku cerita anak dicetak dan didistribusikan ke 45 Rumah Baca di Papua. WVI memfasilitasi proses cetak serta pendistribusian buku ke Rumah Baca yang telah didampingi selama ini. Cerita di dalam buku tersebut bukan tentang hal-hal yang asing melainkan tentang hipere yang ada di dapur rumah, tentang burung mambruk, dan banyak hal yang dekat dengan kehidupan anak-anak di Papua. Cerita-cerita luar biasa ini ditulis oleh edukator lokal dan diilustrasikan oleh para mahasiswa dengan bimbingan dosen dari BINUS, JIU, dan UPH.

Buku-buku ini dibuat dengan konteks lokal agar anak-anak merasa terhubung dengan apa yang diceritakan. Bukan hanya melalui teks, ilustrasi di dalam buku juga menggambarkan sosok yang anak-anak kenali. Anak-anak dengan pakaian tradisional Papua, rumah honai, dan senyuman yang hangat. Itulah mengapa anak-anak terlihat sangat bahagia saat menerima buku ini. Pengadaan buku bacaan ini membuat anak belajar membaca sekaligus mengajarkan bahwa hidup mereka berharga.

Untuk membuat cerita terasa menarik di mata anak-anak, ilustrasi memegang peranan penting. Di sinilah mahasiwa BINUS, JIU, dan UPH mengambil bagian. Bukan hal yang mudah bagi para mahasiswa untuk menyeimbangkan perkuliahan dengan menjadi relawan ilustrator. Belum lagi, mereka perlu mempelajari bentuk rumah honai, hipere, atau budaya lokal khas Papua lainnya. Beberapa ilustrasi bahkan perlu melalui proses revisi yang memakan waktu berminggu-minggu agar sesuai dengan kenyataan. Hasilnya, bukan hanya baik secara visual, tapi juga terasa hangat dan dekat bagi anak-anak di Papua.

Kolaborasi baik antara WVI dengan lembaga pendidikan seperti BINUS, JIU, dan UPH menjadi dukungan yang sangat berarti bagi anak-anak di Papua. Kini, anak-anak dapat menikmati buku-buku bacaan kontekstual yang menarik di Rumah Baca. Perjalanan literasi anak-anak di Papua jadi semakin kaya. Buku yang mereka pegang menjadi bukti bahwa cerita anak-anak Papua layak ditulis, digambar, dan dibaca.

Penulis: Junika Gozal (Business Development Specialist), Asteria Aritonang (Resource Development and Communications Director)
Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive)

Mengilustrasikan Harapan untuk Anak-anak di Papua