2 Juni 2026
Mariana Kurniawati
Bagikan sekarang

Pengalaman masa kecil Ayang jadi motivasi untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dulu, ia bertumbuh-kembang di tengah keluarga sederhana yang familier dengan sulitnya akses air bersih di NTT. “Sejak kecil saya sudah menyaksikan bagaimana anak dan masyarakat berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, salah satunya air bersih,” tuturnya.
Tidak aneh bila sekarang Ayang dengan sepenuh hati bekerja sebagai WASH Engineer di program WASH Business Plan (WASH BP) yang difasilitasi oleh Wahana Visi Indonesia (WVI). Ayang bertanggung jawab untuk merencanakan, mendesain, dan menerapkan program WASH di beberapa desa dampingan yang berada di NTT. Perannya saat ini berkontribusi langsung pada kehidupan anak dan masyarakat.

Ayang menyaksikan begitu banyak desa di NTT yang untuk pertama kalinya mendapat akses air bersih. Momen seperti ini selalu berhasil menyentuh hatinya. “Ketika air pertama kali mengalir, anak-anak sangat bahagia. Seorang anak pernah berkata kepada saya, ‘Sejak lahir baru hari ini kami melihat air mengalir sampai ke kampung kami. Kami sudah bisa mandi sepuasnya’. Saya sadar bahwa pekerjaan ini bukan sekedar membangun fasilitas tetapi tentang mengingatkan bahwa selalu ada harapan untuk anak-anak,” ujarnya.
Kalimat sederhana yang datang dari anak-anak ini selalu menjadi penyemangat untuk Ayang. Ketulusan, sukacita, dan rasa syukur yang anak-anak sampaikan membuat Ayang mampu melewati berbagai tantangan implementasi program WASH. Lelah, baik fisik maupun jiwa, yang ia rasakan jadi tidak sia-sia karena berhasil membawa sukacita di wajah anak-anak. Ia pun masih rindu untuk menyaksikan lebih banyak desa mendapat akses air bersih.
“Program WASH itu juga fokus pada pendampingan anak dan masyarakat. Menemani mereka membangun perubahan perilaku yang bertahan lama. Pengalaman panjang inilah yang semakin meyakinkan saya bahwa sesuatu yang sederhana seperti air bersih bisa jadi pintu masuk perubahan nyata dan menyeluruh,” tegasnya.

Ayang bergabung sebagai staf WVI pada tahun 2022. Bersama WVI, Ayang menjadi pribadi yang memahami arti melayani dengan hati. Pekerja kemanusiaan bukan hanya jadi profesi tapi juga pelayanan yang tulus. “Buat saya, WVI itu seperti jembatan yang menghubungkan kepedulian dengan tindakan nyata,” ujarnya. Di sisi lain, WVI menjadi tempat untuk Ayang terus bertumbuh sebagai WASH Engineer yang andal, pribadi yang berempati, dan sosok yang menjalani nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan perannya saat ini, Ayang berharap, setiap anak – bahkan yang tinggal di desa terjauh – mendapat akses air bersih, pendidikan layak, dan tinggal dalam lingkungan yang aman. “Jangan jadikan jarak dan keterpencilan sebagai penghambat bagi seorang anak meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Mariana Kurniawati (Communication Executive)