Pengaktifan Kembali Tim Siaga Bencana Desa

Pengaktifan Kembali Tim Siaga Bencana Desa

#LombokBangkitKembali - Bencana gempa bumi yang menimpa Lombok pada 2018 dan pandemi Covid-19 saat ini merupakan alarm yang membangunkan masyarakat tentang betapa pentingnya sebuah budaya sadar bencana. Hal ini turut menjadi motivasi terbentuknya Tim Siaga Bencana di tingkat desa (TSBD) di Kabupaten Lombok Timur.

Abdul Rozak (29), ketua TSBD Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur mengungkapkan bahwa awal terbentuknya TSBD ini didasari oleh adanya bencana banjir bandang di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Kata Rozak, saat itu masyarakat mendapatkan pendampingan untuk membentuk TSBD oleh lembaga lain sebelumnya. Mereka sempat menjalankan program tersebut pada 2016 dan terhenti pada 2017 karena tidak adanya program yang bergerak dan dijalankan.

Melihat kondisi ini, Wahana Visi Indonesia (WVI) melakukan respons pemulihan bersama UNDP Petra untuk melakukan pengaktifan kembali dan pembentukan TSBD di 3 desa di Kecamatan Sembalun, yaitu Desa Sajang, Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung. Tidak hanya pengaktifan kembali dan pembentukan TSBD tetapi WVI juga melakukan beberapa kegiatan yang sudah berjalan, yaitu evaluasi program TSBD, melakukan rencana program tahunan dan membuat kajian risiko bencana.

Lewat pendampingan yang dilakukan WVI yang sedang berjalan saat ini, cukup banyak perubahan yang masyarakat alami. TSBD yang dahulu terbentuk hanya beranggotakan 20 orang kini menjadi 50 orang anggota. Sebelumnya anggota yang bergabung hanyalah mereka dengan golongan umur lebih tua, tetapi kini pemuda juga turut serta dalam kegiatan TSBD.

Saat ini anggota TSBD juga sudah mampu membuat program dan aktif terlibat di desa. Desa juga sudah menyediakan anggaran tersendiri untuk mendukung aktivitas dan operasional TSBD.

“Kami cukup puas dengan pendampingan dari WVI saat ini. Kami berharap WVI dapat memberikan peningkatan kapasitas terkait kebencanaan, sehingga masyarakat juga bisa melakukan evakuasi secara mandiri ketika ada bencana, serta ada pembinaan untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Rozak.

Hingga saat ini, kegiatan WVI bersama TSBD masih terus berjalan hingga Desember 2020 mendatang.

 

Ditulis oleh: Siluh Putu Febriana, Staf Respons Tanggap Darurat Gempa Lombok WVI


Artikel Terkait