Perjuangan Guru Pedalaman di Masa Pandemi, Jalan Kaki Satu Jam Demi Mengajar Murid

Perjuangan Guru Pedalaman di Masa Pandemi, Jalan Kaki Satu Jam Demi Mengajar Murid

Sistem pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19 merupakan tantangan bagi guru dan murid yang tinggal di wilayah pedalaman. Hal ini dialami oleh Ibu Aven, seorang guru sekolah dasar di Manggara Timur, NTT. Wilayah tempatnya mengajar masih termasuk desa yang sulit terjangkau oleh sinyal selular. Selain itu karena keadaan ekonomi, tidak semua anak memiliki gawai atau smartphone untuk belajar daring.

“Kebanyakan orang tua murid adalah petani. Kalau dipaksakan belajar daring, tidak semua murid bisa belajar,” cerita Ibu Aven.

Nalurinya untuk mengabdi sebagai guru terpanggil. Karena pertemuan tatap muka di Kabupaten Manggarai Timur sudah, akhirnya sekali seminggu ibu guru ini berinisiatif untuk mendatangi rumah murid-muridnya. Bukan perkara mudah mengunjungi rumah mereka, karena ia harus berjalan kaki selama 45 menit hingga satu jam lantaran lokasinya susah diakses serta tidak ada kendaraan yang bisa ia gunakan. Meski demikian, semangatnya mengajar tidak pernah patah. Lelahnya terbayar saat menjumpai murid-muridnya yang bersemangat belajar.

“Saya senang sekali karena bisa bertemu murid-murid walaupun hanya satu kali seminggu,” katanya.

Dalam satu rumah, biasanya ada beberapa orang murid yang sudah berkumpul untuk belajar. Seluruh protokol kesehatan diterapkan saat kegiatan berlangsung termasuk mengenakan masker, mencuci tangan pakai sabun serta menjaga jarak. Adakalanya saat ia datang ke rumah muridnya, Ibu Aven tidak bertemu dengan murid-muridnya.

“Saya sedih karena banyak banyak murid saya yang akhirnya mengikuti orang tua mereka bekerja di ladang atau kebun. Saya berharap bisa segera bertatap muka di kelas sehingga mereka bisa benar-benar belajar,” katanya.

Walaupun berada dalam kondisi sulit seperti ini, Ibu Aven masih terus belajar tentang modul pengajaran di masa pandemi. Salah satunya adalah mengikuti pelatihan daring untuk guru serta menerapkan modul pengajaran ‘Kumpulan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): Merdeka Belajar di daerah 3T dalam Masa Pandemi COVID-19’. Ia mengaku terbantu dengan pelatihan yang ia dapat dan ilmu dari modul tersebut.

“Terima kasih WVI, karena modul ini sangat membantu kami mengajar jarak jauh dalam situasi seperti ini,” katanya.

Hingga hari ini, Ibu Aven masih  terus mengajar mengunjungi murid-muridnya sama seperti banyak guru lain di wilayah Indonesia yang berjuang untuk tetap mengabdi di masa pandemi. Tentunya perjuangan Ibu Aven akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi anak didiknya kelak. Menyambut Hari Guru 2020, mari bersama mengapresiasi guru kita yang susah payah mengajar kita semasa di sekolah. Apa yang Anda ingin Anda ucapkan kepada mereka di Hari Guru ini?

Ditulis oleh Rena Tanjung, Communications Officer, Wahana Visi Indonesia


Artikel Terkait