Terbiasa Terbuka tentang Kesehatan Reproduksi dan Pubertas

30 April 2026

Mariana Kurniawati

Bagikan sekarang

cover image

Kegiatan pelatihan kecakapan hidup (lifeskill) yang difasilitasi Wahana Visi Indonesia (WVI) di Kabupaten Landak telah menjadi ruang belajar yang aman bagi anak-anak untuk memahami diri dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini dirancang untuk membekali anak dengan keterampilan hidup melalui sembilan kali pertemuan yang mencakup 28 materi penting. Salah satu anak yang merasakan manfaat nyata dari kegiatan ini adalah Yulia, peserta aktif yang mulai menunjukkan perubahan dalam cara berpikir dan bersikap sejak mengikuti kelas lifeskill.

Sebelum ada kegiatan seperti ini, sebagian besar anak-anak di desa dampingan WVI memperoleh pengetahuan utama dari sekolah dan lingkungan sekitar. Namun, masih banyak aspek penting dalam kehidupan anak yang jarang dibahas secara terbuka, seperti perubahan tubuh saat pubertas, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, risiko kekerasan, serta penggunaan media sosial secara bijak. Keterbatasan informasi ini membuat anak-anak belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan perkembangan diri mereka.

Yulia merupakan salah satu anak perempuan yang awalnya cenderung pendiam dan malu ketika membahas topik-topik tentang tubuh dan diri sendiri. Ia belum memahami bahwa masa pubertas adalah fase alami yang membutuhkan pengetahuan dan sikap yang tepat agar anak mampu menjaga diri dengan baik.

Kelas lifeskill dilaksanakan secara bertahap dengan pendekatan yang ramah anak dan interaktif. Kegiatan ini dirancang dengan materi yang relevan dengan kebutuhan anak sebagai pelengkap pembelajaran yang mereka peroleh di sekolah. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana, diskusi, dan aktivitas yang mendorong partisipasi aktif anak.

​Materi-materi yang diberikan menjadi salah satu titik penting dalam proses pembelajaran karena membantu anak memahami pentingnya menjaga diri sejak dini.

“Hal baru yang saya pelajari dari kegiatan ini bisa mengetahui tentang cara membersihkan organ vital alat reproduksi laki-laki maupun perempuan. Bisa mengetahui tentang bijak bermedia sosial dan mengenali risiko kekerasan. Dari semua itu saya belajar bahwa menjaga diri pada saat pubertas sangat penting,” ujar Yulia.

​Seiring berjalannya kelas, Yulia mulai menunjukkan perubahan yang signifikan. Ia menjadi lebih aktif dalam mengikuti kegiatan, berani mengungkapkan pendapat, dan mampu merefleksikan hal-hal baru yang ia pelajari. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi mulai membentuk kesadaran Yulia dalam kehidupan sehari-hari.

​​Kantor operasional WVI di Kabupaten Landak bersama dengan pendamping Forum Anak Desa terus melakukan pendampingan yang berkesinambungan. Harapannya, kegiatan ini dapat semakin memperkuat pemahaman anak-anak, serta membentuk sikap dan perilaku positif yang mendukung perkembangan mereka.

Penulis: ​​Yunda Mami Ika​ (Penyedia Jasa Individu kantor operasional WVI di Landak, Kalimantan Barat)

Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive)