DARI LAPANGAN

Berbagi Keceriaan di Tengah Bencana Bersama Mobil Sahabat Anak

05 Oct, 2017

Anak-anak membaca buku di Mobil Perpustakaan Keliling yang tersedia di Posko GOR Swecapura, Klungkung, Bali.

Mulai tanggal 22 September 2017, status Gunung Agung di Karangasem, Bali dinaikkan ke level awas. Pemerintah menyatakan bahwa radius 12 kilometer dari puncak gunung merupakan daerah berbahaya. Akibatnya, kurang lebih 134.229 penduduk harus mengungsi ke tempat yang lebih aman yang tersebar di wilayah Buleleng, Gianyar, Bangli, Karangasem, Klungkung, Denpasar, Badung, Jembrana dan Tabanan.

Di antara para penduduk yang terdampak tersebut terdapat puluhan ribu anak-anak. Mereka tidak dapat pergi ke sekolah dan beraktivitas seperti biasa karena sekolah mereka juga berada di radius berbahaya. Sebagai yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang berfokus pada anak, Wahana Visi Indonesia (WVI) merespons keadaan yang terjadi wilayah tersebut dengan menginisiasi Ruang Ramah Anak sebagai tempat bagi anak-anak untuk melakukan berbagai aktivitas selama berada di posko.

Selain bermain bersama, anak-anak juga bisa membaca buku di Mobil Perpustakaan Keliling yang mampir di berbagai posko. Salah satu mobil hadir di posko GOR Swecapura, Klungkung, Bali.

Respons bencana Gunung Agung yang dilakukan WVI mengingatkan kilas balik pelayanan tanggap bencana perdana yang dilakukan oleh World Vision, mitra dari WVI pada tahun 1963. Kala itu, letusan Gunung Agung menyemburkan letusan setinggi 9 kilometer dan menewaskan 1.100 korban.

Dalam merespons letusan Gunung Agung, WVI melakukan tanggap bencana selama 90 hari dengan melakukan pendampingan di wilayah terdampak bencana tersebut yang berfokus pada sektor pendidikan dan perlindungan anak. Saat ini, WVI berfokus pada kegiatan Ruang Ramah Anak melalui pengadaan kegiatan pendampingan psikososial dan pengadaan akses Mobil Sahabat Anak (Perpustakaan Keliling).

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Field Communciations Officer, Wahana Visi Indonesia