PUBLIKASI MEDIA

Peluncuran Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA): Menuju Indonesia Bebas Kekerasan Terhadap Anak 2030

15 May, 2018

Peluncuran Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA): Menuju Indonesia Bebas Kekerasan Terhadap Anak 2030

SIARAN PERS WAHANA VISI INDONESIA

Analisis terbaru dari UNICEF menemukan bahwa biaya agregat pelecehan anak baik fisik, seksual, maupun emosional di kawasan Asia Timur dan Pasifik mencapai setidaknya hampir 2 milyar rupiah per tahun atau hampir setara dengan 2% dari gabungan pendapatan domestik bruto di kawasan Asia Timur.

JAKARTA, Indonesia – 14 Mei 2018 – Aliansi Penghapusan Kekerasan terhadap Anak (PKTA) yang beranggotakan 27 organisasi masyarakat sipil yang fokus pada anak bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyelenggarakan Peluncuran Gerakan Bersama Penghapusan Kekerasan terhadap Anak pada tanggal 14 Mei di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 150 representasi pemangku kepentingan strategis mulai dari kementerian/ lembaga terkait, Badan PBB, komisi negara, donor, media, sektor swasta, sekolah tanpa kekerasan, pemerhati anak, forum anak, dan anggota Aliansi PKTA. Acara peluncuran ini diselenggarakan dalam rangka mendukung implementasi Strategi Nasional PKTA melalui 6 bidang, yaitu: Legislasi dan Penerapan Kebijakan; Perubahan Norma Sosial dan Praktik Budaya; Pengasuhan Anak; Peningkatan Keterampilan Hidup & Ketahanan Diri Anak; Penyediaan Layanan Pendukung; dan Peningkatan Kualitas Data dan Bukti Pendukung.

Kegiatan dibuka oleh Ibu Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPPA) yang menekankan kembali komitmen dan upaya pemerintah dalam mencapai target penghapusan kekerasan terhadap anak tahun 2030.

“Peran anak dan anak muda maupun masyarakat sipil sangatlah berarti dalam mewujudkan Indonesia Bebas Kekerasan 2030. Adanya Aliansi PKTA ini telah memberikan nilai tambah yang signifikan, tidak hanya memperkuat KPPPA terkait implementasi Strategi Nasional PKTA, tetapi juga posisi Indonesia di tingkat kemitraan global,” tegas Ibu Yohana.

Agenda utama berupa Peluncuran Aliansi PKTA beserta media komunikasinya dalam bentuk website (aliansipkta.or.id) dan Buku Praktik Baik PKTA yang berisi kumpulan kisah inspiratif PKTA dari berbagai wilayah dampingan Aliansi PKTA. Bersamaan dengan itu, diluncurkan juga Program Disiplin Positif dan Pencegahan Bullying dari KPPPA. Selanjutnya, acara diisi dengan diskusi publik dalam bentuk talk show yang mengangkat tema Sekolah Tanpa Kekerasan dalam mendukung Sekolah Ramah Anak melalui pendekatan Disiplin Positif. Pembicara terdiri dari Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA (Lenny N. Rosalin); Dirjen Pendidikan Menengah Dasar & Menengah Kemendikbud; Deputi Keluarga, Perempuan, Anak, dan Olahraga Bappenas (Yosi Diani Tresna); Aliansi PKTA (Laura Hukom); Perwakilan Forum Anak Jakarta; Kepala Sekolah dari Jakarta dan Semarang yang menerapkan program Disiplin Positif. Diskusi dipandu oleh Ariyo Wahab, musisi yang dikenal sebagai ayah penyayang, dengan pembawaan yang ringan namun tetap dinamis.

Survei kekerasan terhadap anak Indonesia yang dilakukan oleh lintas kementerian/ lembaga pada tahun 2013 menemukan 1 dari 3 anak laki-laki dan 1 dari 5 anak perempuan berusia 13-17 tahun mengalami salah satu bentuk kekerasan  fisik/ emosional/ seksual dalam 12 bulan terakhir. Belakangan, pemberitaan kekerasan terhadap anak di Indonesia kembali mencapai momentumnya dengan persoalan seputar penerapan disiplin dalam bidang pendidikan formal yaitu sekolah. Kekerasan terhadap anak dalam tingkat dan kasus tertentu seolah diamini dan dimaklumi. Peluncuran Aliansi PKTA ini menjadi pengingat bahwasannya tidak pernah ada toleransi bagi kekerasan terhadap anak Indonesia.

Pada akhirnya, Aliansi PKTA membuka kembali sekat-sekat komunikasi untuk bersinergi antar pemangku kepentingan demi aksi masif dan efektif atas persoalan kekerasan anak di Indonesia.  Isu kekerasan terhadap anak seringkali berusaha dihadapi terpisah dengan agenda kepentingan dan pendekatan yang berbeda dari masing-masing pemangku kepentingan. Oleh karena itu, gerakan bersama penghapusan kekerasan terhadap anak dapat menjadi awal yang baik, tidak hanya menjadi oase baru bagi Indonesia sebagai salah satu pelopor, tetapi juga bagi negara-negara sekitarnya.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

  1. Anggara

(+62 812-9000-5456/ anggara@icjr.or.id)

  1. Zubedy Koteng

(+62 813-6052-3474/ Zubedy.Koteng@savethechildren.org)

  1. Candra Wijaya

(+62 812-1278-760/ candra_wijaya@wvi.or.id)

 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Sekilas tentang Aliansi PKTA

Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA) adalah koalisi masyarakat sipil Indonesia yang anggotanya terdiri dari organisasi-organisasi yang memiliki kesamaan tujuan dalam memperjuangkan penghapusan kekerasan terhadap anak di Indonesia. Hal ini sejalan dengan target dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 16.2 “Menghentikan perlakuan kejam, eksploitasi, perdagangan, dan segala bentuk kekerasan dan penyiksaan terhadap anak”.

 

Anggota Aliansi PKTA saat ini terdiri dari 27 organisasi non-pemerintah, sebagai berikut:

  1. Aliansi Remaja Independen (ARI)
  2. ChildFund Indonesia
  3. ECPAT Indonesia
  4. Fatayat Nahdatul Ulama
  5. Gugah Nurani Indonesia (GNI)
  6. HI-IDTL
  7. Institute for Criminal Justice Reform (ICJR)
  8. ICT Watch
  9. JPAI - The SMERU Research Institute
  10. Kampus Diakonia Modern (KDM)
  11. MPS PP Muhammadiyah
  12. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
  13. Plan International

 

  1. Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak, Universitas Indonesia (PUSKAPA)
  2. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)
  3. Rifka Annisa
  4. Rutgers WPF Indonesia
  5. SAMIN
  6. Sejiwa
  7. Setara
  8. SOS
  9. Wahana Visi Indonesia (WVI)
  1. Yayasan Kakak
  1. Yayasan Pulih
  2. Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC)
  3. Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC)
  4. Youth Network on Violence Against Children (YNVAC)