BERITA & CERITA

Akhir Respons Banjir Kolaka, WVI Tinggalkan Praktik Baik

02 Jul 2019

Warga masyarakat terdampak banjir yang mendapat bantuan pelatihan metode sucihama untuk memperoleh air bersih.

#BantuBanjirSultra – Bencana kembali menerjang Pulau Sulawesi pada awal bulan Juni 2019 lalu. Beberapa kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yakni Kolaka Timur, Konawe, Konawe Utara, dan Konawe Selatan dilanda banjir bandang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tanggal 10 Juni 2019 mencatat ada sebanyak 6 kecamatan, 3 kelurahan, dan 38 desa yang terendam banjir, 185 rumah warga hanyut, 1.235 rumah terendam banjir dan 5.111 warga terdampak dan mengungsi. Menanggapi situasi ini, pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 10 Juni hingga 24 Juni 2019.

Wahana Visi Indonesia (WVI) turut bersimpati dengan bencana tersebut. Asesmen dan respons bencana telah dilakukan oleh WVI yang memiliki wilayah program di wilayah Kolaka dan sekitarnya sejak 11 Juni 2019 lalu. Beberapa upaya yang dilakukan oleh WVI adalah adalah distribusi bantuan non pangan berupa sepatu bot dan penyediaan fasilitas air bersih.

Salah satu usaha penyediaan fasilitas air bersih menggunakan proses sucihama yang bertujuan untuk membersihkan sumur dari kuman berbahaya. Sucihama menjadi salah satu upaya sederhana yang dipilih karena ketersediaan air bersih yang minim di wilayah terdampak banjir. Dengan sucihama, warga yang terdampak bisa mendapat pasokan air bersih setelah terkena banjir. Selain sucihama, penyediaan air bersih juga dilajukan dengan saringan air lambat.

“Air di lingkungan warga pascabanjir memang sangat kotor. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan mengajari beberapa warga untuk membuat alat filter berupa saringan pasir lambat dari air yang diambil dari sumur,” ujar Sigid, WASH Coordinator WVI untuk respons banjir Kolaka.

Hingga 28 Juni 2019, sucihama sudah memberi manfaat bagi 236 warga terdampak banjir di Desa Dangia, Lamosila, Anambada, Lalokateba, dan Lembah Subur. Sedangkan metode saringan air lambat berhasil menyediakan air bersih bagi 344 jiwa di Desa Dangia dan Lamosila menurut data per 25 Juni 2019.

Meski respons banjir di berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara telah selesai seiring berakhirnya masa tanggap darurat, WVI berupaya meneruskan praktik baik tentang sucihama dan metode pengolahan air bersih sederhana berupa saringan lambat ke masyarakat. Pada tanggal 29 Juni 2019 lalu, WVI telah merencanakan rapat koordinasi dengan Puskesmas dan pemerintah lokal untuk berbagi informasi tentang kegiatan yang sudah dilakukan sekaligus untuk memberikan informasi Sanitasi Lingkungan Paska Banjir.

 

Ditulis oleh Rena Tanjung, Communications Officer, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

14 Jun 2019

WVI Lakukan Respons Tanggap Bencana Banjir di Sulawesi Tenggara

WVI Lakukan Respons Tanggap Bencana Banjir di Sulawesi Tenggara

#BantuBanjirSultra – Hujan deras yang mengguyur Sulawesi Tenggara sejak satu minggu…

09 Jan 2018

Sumber Air Itu Tak Lagi Sejauh 2 Kilometer

Sumber Air Itu Tak Lagi Sejauh 2 Kilometer

Bagi masyarakat perkotaan, mendapatkan air bersih bukanlah hal yang sulit. Namun tidak bagi…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube