DARI LAPANGAN

Aksi Warga Semper Barat Atasi KLB Demam Berdarah

11 Jul 2018

Kerjasama berbagai pihak membuat Kelurahan Semper Barat berhasil keluar dari masalah KLB Demam Berdarah pada 2016 silam

Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah Dengue (KLB DBD) pernah terjadi di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara pada 2016 silam, pasca ditemukan 30 kasus DBD di daerah tersebut. Padahal, warga di kelurahan tersebut sudah rutin melakukan kegiatan Jumat Keliling (jumling) untuk memonitor lingkungan per RW setiap minggu.

Jumling biasanya dilakukan oleh pegawai kelurahan yang diwakili oleh Lurah dan Kasie Kesra, serta perwakilan pihak lainnya, yaitu RW, Puskesmas, LMK, Pol PP, FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat).

Terkait kejadian tersebut, pada Juni 2017, pihak Kelurahan Semper Barat setuju untuk membuat dokumen SKD (Sistem Kewaspadaan Dini) KLB DBD dan mengujicoba aplikasi pelaporan jumantik menggunakan aplikasi ponsel bernama SmartDB. Selain itu pihak kelurahan juga mengembangan media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) untuk Kader Jumantik, yaitu buku saku dan lembar balik dengan pendampingan Proyek SiGAP Wahana Visi Indonesia.  

Pada proses penyusunan SKD DBD tersebut, berbagai unsur di kelurahan membangun dan menyepakati indikator untuk peringatan dini dan serangkaian aksi yang akan dilakukan sesuai dengan indikator dan pihak-pihak yang akan menindaklajuti sesuai indikator. Dalam proses ini, terlibat pula sejumlah pihak pemerintahan dan masyarakat.  

Pasca proyek SiGAP oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) dilangsungkan, ternyata keadaan membaik. Hal ini turut dirasakan oleh Narsih, sebagai perwakilan Koordinator Kader Jumantik Semper Barat.   

“Karena WVI, kami jadi tahu tentang SmartDB. SmartDB meringkas dan mempermudah pelaporan ke Kelurahan,” ujarnya.  

Kader juga mendapat ikut perhatian akan kondisi wilayah karena adanya tiga indikator (Aman, Waspada, Bahaya) sehingga pemantauan jentik lebih efisien dan jelas. Begitu pula dengan buku saku yang berguna bagi kader saat penyuluhan.

“Jika sudah diduga akan terjadi kasus DBD dan musim hujan, saya pun akan mengingatkan kader jumantik untuk sering-sering mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati. Buku saku juga sangat berguna untuk kader jumantik ketika akan melakukan penyuluhan sehingga materi yang disosialisasikan lebih terarah,” tambah Narsih.

Hasni, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Semper Barat juga menambahkan bahwa upaya Jumling semakin diperkuat dengan kunjungan ke rumah warga.  

“Jumling sekarang sudah sekalian dengan kunjungan ke rumah warga untuk bersama memonitoring jentik,” jelas Hasni.

Setelah perubahan-perubahan yang disebabkan program tersebut, terbukti bahwa kasus DBD di kelurahan Semper Barat menurun drastis. Sejauh ini tercatat hanya terjadi tujuh kasus DBD, yakni di RW 04, 03, 12, dan 16.

Ditulis oleh: staf SiGAP Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

09 Aug 2018

#ResponsGempaLombok Dukung Psikososial Warga Terdampak, WVI Ciptakan Ruang Sahabat Anak

#ResponsGempaLombok Dukung Psikososial Warga Terdampak, WVI Ciptakan Ruang Sahabat Anak

Lebih dari 131 orang meninggal dunia dan lebih dari 156.000 orang masih tinggal…

01 Aug 2018

Perubahan Metode Mengajar Tingkatkan Kehadiran Murid di Merauke

Perubahan Metode Mengajar Tingkatkan Kehadiran Murid di Merauke

Suster Maria (59) jauh-jauh datang dari Pulau Flores ke Kota Merauke untuk mengikuti…

30 Jul 2018

Buku Nikah Sebagai Saksi Sejarah

 Buku Nikah Sebagai Saksi Sejarah

Menikah dan memiliki legalitas atas suatu pernikahan bukanlah suatu kendala besar untuk sebagian…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube