DARI LAPANGAN

Alon : Warga Desa Saya Berhak Hidup Sehat

08 Mar 2018

Alon (46) adalah salah satu kader Posyandu di Desa Kahiya yang berhasil membantu Wahana Visi Indonesia menjalankan program di desa tersebut

Desa Kahiya merupakan salah satu wilayah dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) Kantor Operasional Melawi Sintang (Melsi), Kalimantan Barat. Bukan hal yang mudah bagi tim WVI untuk membuka program dan mengedukasi masyarakat di sana. Hingga akhirnya tim WVI menemukan Alon, seorang pria berusia 46 tahun. 

Sekilas tidak ada yang istimewa dari Alon, namun pria inilah yang memperjuangkan awal mula masuknya WVI di Desa Kahiya. Bukan hanya masyarakat, kepala desa pun ragu saat WVI hendak melakukan pelayanan di desa tersebut. Meski sempat mengalami masa-masa sulit, saat ini masyarakat sudah menerima kehadiran WVI, dan turut mendukung program-program kerja yang dilakukan WVI di Desa Kahiya.

Alon merupakan salah satu kader Posyandu di Desa Kahiya. Ayah dua orang anak ini mengisi aktivitas hariannya dengan menyadap getah karet. Hal itu dilakukan Alon untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Selain menjadi kader Posyandu, Alon juga menjadi salah satu kader Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

"Saya ingin anak-anak yang ada di desa saya hidup sehat dan bisa tumbuh dengan baik serta bisa menjadi kebanggaan kami semua sebagai orang tua," ujar Alon.

Perjuangan Alon tidak sekadar memperkenalkan WVI kepada warga desanya. Namun, ia juga ingin mengubah kebiasaan masyarakat desa yang masih sering melakukan buang air besar sembarangan (BABS) di sungai. Dengan kerjasama yang dilakukannya bersama WVI, Alon memicu masyarakat untuk membangun wc dan meninggalkan kebiasaan BABS.

Kesabaran dan kerja keras Alon ternyata membuahkan hasil. Kini, dua dusun dari total tujuh dusun di Desa Kahiya sudah dinyatakan ODF (Open Defecation Free) atau Stop BABS. Masyarakat dusun lainnya pun kini sedang menantikan proses pembangunan wc yang sedang berjalan.

Selain fokus pada permasalahan sanitasi dan kesehatan, Alon juga mencurahkan perhatiannya pada pembuatan Akta Kelahiran bagi anak-anak Desa Kahiya. Melalui kerja sama dengan WVI beserta Dinas Catatan Sipil, saat ini di Desa Kahiya tinggal beberapa anak saja yang belum mempunyai Akta Kelahiran.

"Terimakasih buat WVI, sekarang masyarakat tidak susah lagi untuk mengurus Akta Kelahiran bagi anak-anaknya,” ungkap Alon.

 

Ditulis oleh staf Kantor Operasional Area Program Melawi Sintang Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

05 Jun 2018

#HTS Hidup Tanpa Ayah Ibu, Anak Ini Terus Berjuang Demi Cita-citanya

#HTS Hidup Tanpa Ayah Ibu, Anak Ini Terus Berjuang Demi Cita-citanya

#HariTerakhirkuSekolah – Bukan hal yang mudah untuk hidup tanpa orang tua, terutama…

08 May 2018

PATBM Wujud Kepedulian Desa pada Anak

PATBM Wujud Kepedulian Desa pada Anak

Desa Suka Maju adalah satu-satunya desa di Bengkayang, Kalimantan Barat yang berkomitmen untuk…

03 May 2018

Penghargaan Sederhana Bagi Tutor PAUD di Landak

Penghargaan Sederhana Bagi Tutor PAUD di Landak

Tanggal 2 Mei adalah momen bersejarah bagi pelaku dan kontributor Pendidikan di seluruh…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube