BERITA & CERITA

Anak Sikka Lakukan Karnaval Demi Bebas dari Kekerasan

06 Sep 2019

Anggota Forum Anak Sikka saat melakukan kampanye penghapusan kekerasan terhadap anak di karnaval kemerdekaan di Kabupaten Sikka

Bersamaan dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, Agustus 2019 lalu, Wahana Visi Indonesia (WVI) Area Program Sikka bersama Forum Anak Sikka melakukan karnaval demi menyuarakan penghapusan kekerasan terhadap anak (PKTA) di Kabupaten Sikka, NTT. Merlin adalah salah satu perwakilan anak yang turut aktif bersuara dalam karnaval kali ini.

“Kami dari Forum Anak Sikka, menyerukan bahwa kami sebagai anak-anak perlu dilindungi dan diasuh dengan penuh kasih sayang. Mari kita stop kekerasan terhadap anak, dimulai dari diri sendiri, dimulai dari rumah kita, dimulai dari gereja dan lingkungan masyarakat,” seru Merlin saat melakukan karnaval.

Remaja 17 tahun yang mewakili Forum Anak Sikka ini tak pernah bosan bersuara kepada masyarakat terkait Kampanye PKTA selama karnaval berlangsung. Ini adalah kali pertama Kampanye PKTA turut disertakan dalam kemeriahan karnaval Kemerdekaan di Kabupaten Sikka.

Bersama rekannya, Almendo, Merlin mengajak semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bergandengan tangan menghapus kekerasan terhadap anak yang belakangan semakin meningkat terjadi di Kabupaten Sikka. Almendo yang adalah utusan Forum Anak Sikka untuk mengikuti Hari Anak Nasional di tingkat Provinsi NTT ini juga memiliki semangat yang sama dengan Merlin untuk mengajak semua orang tua dan orang dewasa untuk senantiasa melindungi anak dan menjadikan rumah bukan sebagai tempat dimana orangtua bisa memukul atau memaki anak melainkan sebagai tempat yang nyaman bagi anak.

   

Data dari Dinas Sosial Kabupaten Sikka menunjukkan angka kekerasan seksual anak Januari-Juni 2019 terjadi sebanyak 13 kasus. Fakta ini menggambarkan bahwa setiap bulannya setidaknya terdapat 2 kasus yang terlapor. Bila tidak ada upaya yang serius dari semua pihak, maka angka ini akan merangkak naik setiap tahunnya.

Berangkat dari situasi tersebut, WVI bersama DPPKBP3A dan berbagai organisasi kemanusiaan lainnya seperti SOS, KLPAMF, TRUK, menyamakan langkah dan menginisiasi untuk melakukan kampanye PKTA dalam karnaval ini.

Berbicara di depan umum bukanlah perkara mudah bagi anak seusia Merlin, namun karena ia sudah mendapatkan bekal dalam kegiatan forum anak yang ia sudah ikuti sejak kelas 3 SD. Tentu rasa percaya diri sudah terpatri dalam dirinya.

“Saya merasa senang bisa melakukan kampanye kepada masyarakat tentang stop kekerasan terhadap anak, apalagi yang menonton karnaval ini semua usia dari anak-anak, remaja higga orang dewasa sehingga momen ini sangat pas sekali untuk berbicara mengenai isu ini,” jelas Merlin dengan wajah sumringah.

Dalam orasinya, Merlin juga terus berharap semua anak mau terlibat dalam forum anak sejak di level desa.

“Saya rindu melihat anak-anak Sikka bisa tumbuh dengan sehat, bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi dan juga berani menyampaikan pendapat (bersuara),” tambahnya lagi.

Tidak hanya melalui seruan, dalam iring-iringan karnaval ini juga, anak-anak membagikan 500 stiker bertuliskan Me A’un Ratu Balik A’un (Anakku adalah harta emasku) dan jaga ami, diri ami, megu ami (jaga kami, dengar kami, lindungi kami) kepada masyarakat yang sedang menonton di sepanjang jalan.

“Wah, stiker ini akan saya berikan kepada tetangga saya, karena saya lihat tetangga saya yang sering melakukan (kekerasan anak) ini,” ujar seorang warga setelah mendapat stiker ini.

Tentu bukan melulu perubahan besar yang diharapkan dari kampanye PKTA ini. Namun, satu dua perubahan pola pikir masyarakat tentu sangat berarti untuk mendukung perlindungan anak di Kabupaten Sikka. Dimulai dari diri sendiri. Dimulai dari dalam rumah. Dimulai dari lingkungan rumah.

 

Ditulis oleh: Herning Tyas Ekaristi, CDC Area Program Sikka Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

13 Sep 2019

100 Balita Meriahkan Pekan ASI di Pedalaman Asmat

100 Balita Meriahkan Pekan ASI di Pedalaman Asmat

Pekan ASI Sedunia yang dirayakan pada minggu pertama bulan Agustus setiap tahunnya, merupakan…

05 Sep 2019

Mimpi untuk Gereja Layak Anak

Mimpi untuk Gereja Layak Anak

Dalam rangka meningkatkan peran serta dan kapasitas gereja dalam pemenuhan hak-hak anak, terutama…

02 Sep 2019

Optimis Menuju Desa Tanpa Budaya BAB Sembarangan

Optimis Menuju Desa Tanpa Budaya BAB Sembarangan

Sekretaris Desa Merapi Umar (49) adalah seorang yang sangat pro terhadap kehidupan anak…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube