BERITA & CERITA

Beternak Demi Tabungan Pendidikan Anak

08 Nov 2018

Yodi (kiri) dan Rince (kanan) sebagai para penerima manfaat dari program Gift Catalogue di Timor Tengah Selatan

Bone merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mata pencaharian mayoritas warga di desa ini adalah bertani dan beternak.

Memelihara ternak sudah menjadi kebiasaan warga desa ini. Guna memperkuat rasa persaudaraan, saling tolong menolong dan mendapat dukungan lebih dari pihak lain, mereka membentuk kelompok yang diberi nama FetoMone.

FetoMone berarti saudara perempuan dan saudara laki-laki. Kelompok ini kini memiliki anggota sebanyak 36 orang yang diketuai oleh Yulius Sakan. Usaha yang sudah digeluti kelompok FetoMone adalah pemasaran bersama untuk komoditi asam. Selain itu telah terbentuk unit baru yakni usaha peternakan babi.

Sebagai bentuk keseriusan setiap anggota FetoMone, pada Juni 2018 lalu, seluruh anggota kelompok melakukan pertemuan untuk menyepakati tujuan, pola perguliran, kalender kerja, pembagian hasil dan keberlanjutan usaha. Mengingat tujuan dilakukannya usaha ini adalah untuk kesejahteraan anak, maka dalam pembagian hasil disebutkan 40 persen hasil penjualan dijadikan sebagai tabungan pendidikan anak.

Keseriusan lainnya juga tampak dengan adanya keinginan anggota kelompok untuk menambah ilmu atas bisnis ternak babi yang mereka jalankan. Tepat pada Agustus 2018 lalu para anggota akhirnya melakukan pelatihan manajemen usaha yang diinisiasi oleh Wahana Visi Indonesia Area Program Timor Tengah Selatan (TTS). Pada pelatihan tersebut, masyarakat diajarkan tentang manajemen kandang, formulasi pakan, manajemen reproduksi, seleksi bibit dan kesehatan hewan.

Lewat dana yang terkumpul dari donasi Gift Catalogue Wahana Visi Indonesia (WVI), kini masyarakat Desa Bone bisa menempatkan ternak-ternak mereka di kandang-kandang yang telah dibangun  bersama masyarakat. Hingga kini tercatat sebelas unit kandang (7 kandang ternak betina, 4 kandang penggemukan) yang berhasil didirikan oleh masyarakat Desa Bone.

Lewat hasil donasi tersebut, WVI turut membantu penyediaan bahan non lokal, seperti; 11 sak semen, 22 lembar seng, 22 kg paku kayu dan 10 ekor bibit babi. Sementara itu, pasir, kayu, tenaga kerja dan bahan lainnya ditanggung kelompok, termasuk pakan selama pemeliharaan.

Tak hanya masyarakat Desa Bone yang bisa mendapatkan bantuan. Lewat donasi yang terus dikumpulkan lewat Wahana Visi Indonesia, masyarakat di daerah lainnya di Indonesia juga mendapatkan kesempatan serupa. Anda juga bisa berpartisipasi lewat pemberian donasi dengan klik link berikut: http://www.wahanavisi.org/id/donate/catalog

Ditulis oleh: Otniel Rissy, staf Area Program Kupang TTS, Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

15 Nov 2018

Menjadi Dokter Kecil di Sekolah

Menjadi Dokter Kecil di Sekolah

Dalam rangka peningkatan kesadaran akan pentingnya kebersihan di sekolah, Wahana Visi Indonesia Area…

01 Nov 2018

Cerita Anak: Berhasil karena Bekerja Sama

Cerita Anak: Berhasil karena Bekerja Sama

Nama saya Linanti. Saya adalah salah seorang anggota Forum Anak (FA) di salah…

11 Oct 2018

Lebih dari 3.000 Anak Sambas Mendapatkan Toilet Baru di Sekolah

Lebih dari 3.000 Anak Sambas Mendapatkan Toilet Baru di Sekolah

Jumlah murid Sekolah Dasar di Kecamatan Sanjingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat,…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube