BERITA & CERITA

Cerita Anak: Bersuara di Musrenbang? Siapa Takut!

06 Aug 2019

Salsabila saat bersuara menyampaikan aspirasi anak di Musrenbang Desa

Berpartisipasi di Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) desa adalah pengalaman pertama untuk saya. Saya dan beberapa teman diajak ibu kepala desa untuk mengikuti Musrenbang. Saat saya ditunjuk mewakili anak-anak di desa, saya pun langsung menyetujuinya. Meskipun awalnya saya belum tahu apa itu Musrenbang dan apa yang harus saya lakukan di sana, saya tetap mau mengikuti Musrenbang karena saya tidak sendiri. Ada teman-teman saya yang juga dipilih untuk mengikuti Musrenbang.

Sebelum mengikuti Musrenbang, saya dan teman-teman dikumpulkan di balai desa untuk melakukan persiapan. Saat persiapan, saya dan teman-teman didampingi kakak-kakak dari Wahana Visi Indonesia (WVI) dan ibu-ibu kader pendamping anak.

Mereka menjelaskan kepada kami tentang apa itu Musrenbang dan kami diberi pengetahuan bahwa anak-anak seperti kami memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat seperti Musrenbang. Kami dilatih untuk berani menyampaikan pendapat di depan umum. Kami juga mempersiapkan ide-ide tentang isu anak untuk disampaikan dalam Musrenbang, misalnya tentang pentingnya pembentukan forum anak desa.

Saat Musrenbang berlangsung, saya sebenarnya merasa gugup, tetapi rasa gugup itu agak berkurang, karena kami sudah mempersiapkannya dan sudah berlatih bersama kakak WVI dan ibu kader pendamping anak. Saya juga merasa senang telah mendapat banyak pengetahuan tentang Musrenbang dan hak-hak anak. Saya bangga karena dapat mewakili anak-anak di desa untuk menyampaikan pendapat kami.

Dalam  Musrenbang tersebut, kami  mengusulkan membentuk forum anak desa atau kelompok belajar agar kami memiliki wadah untuk kegiatan yang bermanfaat dan dapat mengasah kreativitas. Kami juga meminta agar diadakan perpustakaan desa, dan lapangan untuk tempat bermain yang ramah anak.

Teman-teman serta kakek-nenek saya yang ikut serta dalam Musrenbang merasa senang dan bangga ketika melihat saya menyampaikan pendapat di muka umum. Saya juga mendapat dukungan dari teman-teman dan para guru di sekolah.

Para guru memberikan saya izin untuk ikut Musrenbang pada saat jam sekolah berlangsung. Melalui kegiatan Musrenbang ini saya menjadi lebih berani dan percaya diri dalam menyampaikan pendapat di depan umum dan bersedia untuk menyuarakan pendapat kami sebagai anak-anak dalam kegiatan lainnya. Tentunya saya akan terus berlatih dan mempersiapkan diri untuk memberikan yang terbaik.

Harapan saya dan anak-anak di desa, yaitu WVI dapat mendampingi kami supaya kami semakin mandiri dan lebih percaya diri untuk berbicara di depan umum. Kami juga berharap ada forum anak yang terbentuk di desa kami.

Kelompok forum anak ini dapat menjadi tempat bagi kami untuk mengasah bakat serta memupuk keberanian dan kemandirian dalam diri kami. Kami berharap semakin banyak kegiatan bersama WVI yang menyenangkan dan bermanfaat bagi kami. Terima kasih.

 

Ditulis oleh: Salsabila (13), Anak dampingan Area Program Bengkulu Selatan Wahana Visi Indonesia

Artikel Terkait

16 Aug 2019

HAN Pertama di Pedalaman Asmat

HAN Pertama di Pedalaman Asmat

Tanggal 23 Juli 2019 merupakan hari yang istimewa bagi anak-anak Indonesia, pasalnya hari…

24 Jul 2019

Tuberkulosis Tidak Mematahkan Semangat Anakku untuk Sehat

Tuberkulosis Tidak Mematahkan Semangat Anakku untuk Sehat

#PeduliSelatSunda - Program Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) adalah salah…

23 Jul 2019

Kembali ke Indonesia, Oslin Terima Penghargaan di Hari Anak Nasional 2019

Kembali ke Indonesia, Oslin Terima Penghargaan di Hari Anak Nasional 2019

Roslinda (14), yang kerap disapa Oslin, merupakan perwakilan anak Indonesia asal Desa Kombapari,…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube