BERITA & CERITA

Ilmu Kini Mudah Didapat

06 Jan 2016

Proses belajar mengajar PAUD tetap berlangsung meski hanya di ruang tamu sebuah rumah kecil.

Ambesia Induk merupakan salah satu desa dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) Kantor Operasional Parimo yang terdiri dari  6 dusun. Dengan wilayah yang cukup luas, Desa Ambesia Induk ini memiliki tiga PAUD, yaitu PAUD Sumber Manis, PAUD Sopi Indah, dan PAUD Nurul Haq. Cukup sulit bagi para guru PAUD untuk mengajar murid-murid PAUD ini, karena anak-anak harus jauh berjalan kaki hanya untuk datang ke sekolah. 

Di PAUD Nurul Haq misalnya, ada banyak permasalahan yang ditemui seperti ketiadaan ruang belajar. Terpaksa, proses belajar mengajar di PAUD dilakukan di dalam ruang tamu dengan jumlah murid yang tidak sesuai dengan kapasitas ruangan. Meskipun ruangan sempit, semangat anak untuk belajar tidak surut. Bahkan kreativitas guru PAUD untuk mengajar justru bertumbuh lebih baik.

Lebih lanjut, Ibu Munifan (47) pengelola PAUD Nurul Haq menceritakan bahwa sejak mendapatkan pelatihan guru PAUD yang difasilitasi oleh WVI, para guru mulai menerapkan metode belajar yang mereka dapatkan dari pelatihan tersebut.

“Banyak perubahan metode belajar yang  terjadi disini, jadi lebih baik, lebih terarah” kata Ibu Munifan. Munifan dan guru-guru lainnya mengikuti pelatihan tentang pengembangan sentra belajar dan bermain di PAUD. Kegiatan tersebut rupanya memberikan dampak positif terhadap kegiatan belajar mengajar di tempat mereka.  

Senada dengan yang dikemukakan oleh Ibu Munifan, berikut pernyataan guru PAUD lainnya. “Kami mendapat banyak pengalaman, kami bertiga juga makin kreatif dalam melaksanakan proses belajar mengajar,” ujar Surni (45) yang juga tutor PAUD disini.

“Banyak yang kami dapatkan setelah didampingi WVI, ilmu yang kami dapatkan adalah ilmu yang mudah kami pahami dan bisa dibagikan pada anak-anak di desa kami,” sambung Ibu Munifan. “Dalam pelatihan juga sudah dilakukan praktik, jadi kami  tidak lagi kerepotan mencari bahan mengajar dalam buku. Dan sekarang kami juga tidak perlu terlalu jauh-jauh lagi mencari ilmu. Sebelumnya kami mengundang fasilitator jauh dari Palu dengan biaya mahal hanya untuk pelatihan seperti ini,” pungkas Ibu Munifan.

 

Ditulis oleh Yahya Sakaria, Fasilitator Pendamping, Wahana Visi Indonesia Kantor Operasional Parimo

Artikel Terkait

06 Mar 2020

Bangun Sekolah, Singkirkan Perbedaan

Bangun Sekolah, Singkirkan Perbedaan

Perbedaan keyakinan bukan menjadi halangan bagi Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Yayasan Alkhairaat,…

02 Mar 2020

Huntara untuk Masyarakat Donggala

Huntara untuk Masyarakat Donggala

Gempa bumi disertai tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 menimbulkan banyak kerusakan…

26 Feb 2020

Mendekatkan Petani ke Akses Benih Berkualitas dan Pasar

Mendekatkan Petani ke Akses Benih Berkualitas dan Pasar

Selmus (39) adalah warga Desa Ampera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.  Ayah dua orang…

Ikuti Kami

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube